Bintang Tamu: Dede Sunandar sbg Pemburu
***
Tempat: Tepi danau
Waktu: Pagi hari
Suasana: Ya gitu, dehKeesokan harinya.
Terlihat Andre dan Darto sedang mencuci piring bekas makan malam kemarin, sambil ditemani senandung lagu dari Sule yang lagi maenin air.
"Tak sengajaa~ lewat depan rumahmuuu~ ku melihaat~ ada tenda biruuu~ dihiasii indahnya janur kuninggg~ hati berkataa pernikahan siapaaa~" begitulah lirik lagu "Tenda Biru" milik mbak Desy Ratnasari yang sedang dinyanyikannya.
Lagi asyik nyuci sambil nyanyi-nyanyi, tiba-tiba Zzp, sang pemandu, mendatangi mereka.
"Waah. A-asik, nih. L-lagi n-nyanyi" katanya.
"Eh, kebetulan ada.. Zzp. Duh, namanya susah, ya" ujar Darto.
"Wah, k-kebetulan k-kenapa, tuh?"
"Kemarin, pas lagi makan malem, saya pengen nanyain gini, Zzp. Asal usul nama 'asparagus' itu dari mana?"
Andre menyahut, "Ya dari nama sayuran lah! Gitu aja nggak tau"
"Ya kali, gitu, ada filosofinya" kata Darto.
"J-jadi g-gini, a-asal n-nama s-suku k-kami i-itu b-berasal d-dari t-tanaman s-sayur y-yang p-pertama k-kali d-ditanem s-sama n-nenek moyang k-kami" jelas Zzp.
Andre, Darto, dan Sule hanya berkata 'ooh' secara bersamaan.
"Berarti, nenek moyangnya itu seorang petani sayur, dong" gumam Sule.
"Oh ya, k-kebetulan k-kami k-kehabisan k-kayu b-bakar. K-kalian b-boleh b-bantu s-saya, t-tidak?" tanya Zzp menawarkan bantuan.
"Boleh" jawab Andre singkat.
"T-tolong c-carikan r-ranting y-yang b-besar dan s-sudah b-berserak-kan" ujar Zzp.
"Ranting yang besar dan sudah berserakan. Oke siap!" seru Darto semangat.
Zzp akhirnya pergi meninggalkan mereka bertiga, sementara Andre dan Darto bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi mencari ranting.
"Sul, mau ikut, nggak?" tanya Andre.
"Nggak, Ndre. Gue di sini aja, lanjutin nyanyi" jawab Sule.
"Ya udah. Kita tinggal dulu ya, Kang" ujar Darto.
Akhirnya, mereka berdua ninggalin Sule sendirian.
***
Setengah jam menyusuri hutan, Andre dan Darto baru menemukan dua buah ranting. Lantaran kelelahan, merekapun beristirahat sebentar di bawah pohon.
"Eh, To. Lu belum kenalan sama Enzy, kan?" tanya Andre.
"Enzy?" tanya balik Darto.
"Iya. Cewek yang lu lihat pas lu siuman"
"Oooh, yang ituuu... Belum, Ji"
"Ya udah. Nanti gue kenalin ke lu"
Lagi istirahat, tiba-tiba mereka terkejut mendengar suara tembakan.
DOOR! DOOR!
"Astaghfirullah! Siapa itu yang maen tembak-tembakan?!" sahut Andre.
Darto jadi keinget sama kata kepala suku semalam.
"Jangan-jangan, ada yang nembak binatang, lagi! Kan nggak boleh!" seru Darto.
"Kita cari tahu aja, yuk!"
"Cari tahu? Emang ada yang jualan tahu?"
"Bukan cari tahu itu, Bapaaaak! Cari tahu siapa yang nembak inii!"
"Oh, gitu. Ayo!"
Andre dan Darto yang masih kelelahan ini langsung mencari sumber suara itu. Semenit kemudian, ditemuilah seorang pemburu yang sedang mengincar salah satu binatang yang lagi makan. Sebut saja binatang itu adalah rusa.
"Woi!!!" teriak Andre.
Pemburu itu menengok dan berkata, "Eh, abang. Apa kabar, bang?"
"Jangan sok akrab, lu?! Elu, kan, yang barusan nembak-nembak?!"
"Iya, bang. Ini lagi mau nembakin tuh rusa"
"Eh! Asal lu tahu ya! Di sini nggak boleh nembakin binatang! Bisa kena denda, tauuuk!"
"Yaelah, bang. Paling nggak seberape dendanye. Selow aja kali, bang"
Lalu, Andre menghampiri Darto.
"Ini anak mau kita apain, nih? Songong banget! Kesel, gue!" ujar Andre.
Mendengar itu, Darto langsung berpikir panjang. Sepuluh detik lamanya, akhirnya dia mendapatkan 'ilham'.
"Ah! Gini aja, Ji. Lu bikin semacam mitos atau pamali, gitu, tentang nembakin binatang. Biar dia takut terus pergi dari sini. Gitu, Ji. Gimana? Oke, nggak?" ucapnya.
"Hmm. Oke juga" gumam Andre.
Usai obrolan yang singkat itu, Andre menghampiri pemburu itu lagi.
"Oi, pemburu" sahutnya.
"Apaan sih, bang? Ganggu konsentrasi aje!" kata pemburu kesel.
"Mau gue kasih tahu, nggak?"
"Kasih tahu apaan?"
"Lu tahu, nggak? Di hutan ini, jangan nembakin binatang. Pamali"
"Pamali?"
"Iya. Kalo lu udah nembak tuh satu binatang, niscaya suatu hari lu akan kena musibah. Kayak kemaren, ada yang nembak burung merpati di sini, besoknya keselek tiang listrik, dia"
"Ah, masa sih, bang?"
"Yee, masa lu kagak percaya sama gue? Sekarang gini, coba lu pikir lagi. Kalo lu nembak tuh rusa, siapa tahu besok lu kerendem air rebusan bakso. Nggak mau kan, lu?"
"Ih, nggak mau, ah! Terus, saya musti nembak apa, dong?"
"Ya nembak ape, kek? Nembak cewek, kek?"
"Ya udah deh, bang. Saya nggak jadi nembak binatang. Lebih baik, saya nembak cewek aje, deh, biar cepet kawin"
"Nah! Ya udah, tunggu apa lagi? Pergi, sono!"
Dengan perasaan kecewa sekaligus ketakutan, akhirnya pemburu itu pergi meninggalkan hutan. Andre malah girang.
Hahaha, mau aja lu ditipu, batinnya.
Kemudian, Darto pun menghampirinya.
"Gimana? Berhasil?" tanyanya.
"Berhasil, To! Mau aja tuh orang kita kerjain, hehehe!" jawab Andre.
"Kita? Lu doang, kali. Gue mah cuma liat doang"
"Oh iya, ya? Tapi kan, lu ikut ngebantuin"
"Iya deh, iya"
"Makasih ya udah ngebantu, sekalian mau minta maaf kemaren sempet berantem sama Sule"
"Iya. Ya udah, kita lanjutin nyari rantingnya. Baru dapet dua, nih"
"Yuk"
Akhirnya, mereka melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti.
***
"Hadeh, kalo begini caranya, kagak jadi dapet duit deh dari Pak bos. Hadeeeh..."
- PemburuKayaknya yang minat sama cerita ini makin sedikit, deh, dibanding cerita sebelumnya. Ya udah, gapapa. Tetep ku lanjutin sampe selesai :)
Enjoy!

KAMU SEDANG MEMBACA
Geledek Squad 2.0: Jungle Adventure
FanfikceTahun Baru akan segera tiba. Para anggota Geledek Squad berencana akan berlibur di pantai, sekaligus syuting untuk keperluan vlog perdana mereka. Namun, di tengah perjalanan, mereka malah tersesat di sebuah hutan belantara. Beragam kejadian menarik...