Tempat: Depan rumah Pak RT
Waktu: Sore hari
Suasana: Gelisah***
Terlihat Abby sedang mondar-mandir sambil menggigit jari telunjuk di depan pagar rumah Pak RT dengan perasaan gelisah. Merasa terganggu sekaligus penasaran, Bu RT yang lagi jemur singlet menghampirinya.
"Mbak Abby, ngapain mondar-mandir di depan rumah saya?" tanya Bu RT.
"Eh. Maaf, Bu. Entah beberapa jam ini saya selalu khawatir sama mas Danang" jawab Abby.
"Khawatir kenapa?"
"Jadi gini, tadi pas lagi tidur siang, saya mimpi dia tersesat gitu. Akhirnya, pikiran saya jadi kemana-mana, deh"
"Oh gitu. Mm, gini. Daripada mbak Abby khawatir, mending mbak doain aja, semoga dia sama temen-temennya nggak kenapa-napa"
"Iya, Bu. Ya udah, kalo gitu, saya pamit pulang dulu ya. Assalamu'alaikum"
"Iya, wa'alaikumsalam"
Kemudian, Abby langsung pergi meninggalkan rumah Bu RT. Dan Bu RT pun juga pergi melanjutkan kegiatan menjemurnya.
***
Tempat: Desa suku Asparagus
Waktu: Malam hari
Suasana: RamaiBalik lagi ke hu.. TAAAN!!!
Malam harinya, suku Asparagus tengah menggelar makan malam besar-besaran di sini. Terlihat ada sebuah meja panjang dan sejumlah kursi beserta satu kursi besar. Ada juga berbagai macam makanan yang disuguhkan di meja tersebut. Semuanya berbahan sayuran dan buah-buahan. Ada kol goreng, bayam tumis, sayur kangkung, terong crispy, serta jus apel dan nanas. Tak ada daging sama sekali. Ini semua sengaja disajikan untuk menyambut para tamu dari daerah seberang. Ya, tamunya adalah para anggota Geledek Squad + Enzy.
"Kok ini makanannya sayur semua?" tanya Sule.
"Iya. Karena semua masyarakat di sini merupakan vegetarian, alias nggak pernah nyentuh daging sama sekali, apalagi memburu binatang untuk dijadiin makanan. Selama tinggal disini, aku selalu disajiin makanan berbahan sayur. Enak semua, lho!" jelas Enzy.
"Nggak pernah buru binatang? Emang kenapa?" tanya Darto.
"Karena menurut kepercayaan kami, memburu binatang sama saja dengan membunuh saudara kami sendiri. Jadi ittulah, kenapa dari jaman nenek moyang sampai sekarang kami selalu makan sayuran" jawab sang kepala suku.
"Lho, bukannya kalian punya senjata tombak? Kalo bukan buat memburu, terus tuh tombak buat apa?" tanya Andre.
"Itu sebagai jaga-jaga jika ada suatu keadaan yang mengancam" jawab sang kepala suku lagi.
"Ooh gituuu..." gumam Vincent sambil menyantap sate toge.
"Oh ya. Kebetulan, di hutan ini ada danau yang masih bersih. Jadi, kalo besok kalian mau mandi atau minum, boleh kok pake danau itu" ujar sang kepala suku.
Kemudian, dia memanggil seseorang berbadan kecil.
"Perkenalkan. Ini namanya "Zzp" (baca: zzep). Dia akan menjadi pemandu kalian selama kalian berada di sini" jelasnya.
"Ooh, halo.. Zzp!" sapa Sule.
"Oh ya. Ha-ha-haloo!" sapa Zzp balik.
"Nah, kalo begitu, mari kita lanjutkan makan malam ini" kata sang kepala suku.
Makan malam pun dilanjutkan.
***
Usai makan malam, terlihat Enzy sedang menikmati udara malam di atas batang pohon yang sudah roboh, tak jauh dari desa. Vincent yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Hai. Sendirian aja?" tanya Vincent basa-basi.
"Nggak. Kan sekarang udah berdua" jawab Enzy.
"Oh iya, hehe. Eh, coba kamu lihat deh, bulan di langit sana"
Vincent menunjuk ke arah langit. Ya, ada bulan sabit, tapi ukurannya kecil.
"Iya. Kenapa?" tanya Enzy.
"Tahu nggak bedanya bulan sama kamu?" ujar Vincent.
"Enggak. Emang apa bedanya?"
"Bedanya, kalo bulan menerangi langit, kalo kamu menerangi hariku. Eaaa~"
"AaaHAKHAKHAKHAKHAKHAAAK!!"
Vincent kaget. Lantaran ketawanya Enzy yang kenceng banget dan rada aneh.
"Eeh, jangan ketawa malem-malem. Ntar kemasukan rusa, lho" katanya ngawur.
"Ehehe, maaf, maaf. Tapi, mana mungkin rusa bisa masuk ke mulut orang. Ngaco nih, kakak!" kata Enzy.
Yah, dipanggil kakak, batin Vincent.
Lah lu emang maunya dipanggil ape, tong?
Lagi asik ngobrol, tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan suara tembakan. Bukan sekali, tapi tiga kali!
DOOR! DOOR! DOOR!
"Eh, buset! Kamu barusan denger, nggak? Ada suara tembakan!" seru Vincent.
"Iya, Kak. Aku denger. Eh, jangan-jangan.. Itu ada yang nembakin binatang, lagi!" seru Enzy rada panik.
"Waduh! Kalo gitu, kita kabur aja, yuk! Nanti takutnya kita ditembak, terus jadian, deh!"
"Ih, kakak apaan sih? Nggak jelas!"
Kemudian, Vincent menarik tangan Enzy lalu berlari kembali ke desa.
***
"Si Enzy cantik juga, ya. Tapi sayang, ketawanya receh banget"
- Vincent"Kak Vincent ganteng juga, ya. Tapi sayang, ngomongnya suka ngawur"
- EnzyEnjoy, gaes!

KAMU SEDANG MEMBACA
Geledek Squad 2.0: Jungle Adventure
FanfictionTahun Baru akan segera tiba. Para anggota Geledek Squad berencana akan berlibur di pantai, sekaligus syuting untuk keperluan vlog perdana mereka. Namun, di tengah perjalanan, mereka malah tersesat di sebuah hutan belantara. Beragam kejadian menarik...