“Kak Yeiiinnn!!” Hyoin berteriak heboh sambil berlari mendekati Yein, membuat Yein menatapnya bingung.
“Kenapa?” tanya Yein.
“Aku punya berita soal Kak Jungkook!”
“Dia kenapa? Balik jadi call center lagi?” tebak Yein.
“No!” jawab Hyoin sambil menggelengkan kepalanya.
“Terus kenapa?” tanya Yein tidak sabar.
“Kak Jungkook lagi ldr-an sama ceweknya!”
“Beneran!?” mata Yein mendadak berbinar. Jelas tercetak raut bahagia di wajahnya. “Kok bisa ldr-an ama ceweknya sih?”
“Jadi, setelah aku kepo ama temennya Kak Jungkook, aku tahu kalo ceweknya Kak Jungkook tuh lagi ikut program pelatihan call center Bahasa Inggris yang ada di kantor pusat, programnya selama enam bulan Kak!”
“Pantesan, waktu itu dia nyinggung-nyinggung ldr, eh, ternyata dia ldr-an ama ceweknya,” ujar Yein.
“Pepet gih! Mumpung jauh ceweknya! Siapa tahu dapet!”
Yein hanya mengedikkan bahu mendengar ucapan adiknya. Betul memang kalau ini kesempatan baginya untuk mendekati Jungkook selagi pacarnya nun jauh di sana. Tapi, keraguan tetap bersarang di hati Yein. Bisakah ia meraih hati Jungkook? Mungkinkah Jungkook bisa berpaling padanya? Tapi, yang lebih Yein pikirkan adalah, bolehkah ia mendekati Jungkook? Dan kalau ia berhasil mendapatkan Jungkook, bukankah Yein bisa dibilang merebut kekasih orang? Satu lagi, kalau Jungkook berakhir dengannya, itu artinya Jungkook meninggalkan pacarnya demi dirinya, itu berarti ada kemungkinan Jungkook mekakukan hal yang sama pada Yein kan?
***
Yein mendapat jadwal untuk training pasca bayar hari ini, tempatnya ada di lantai empat kantornya. Tentu saja Yein bersemangat karena lebih menyenangkan mendengarkan penjelasan trainer daripada harus mendengar keluhan customer. Apalagi ada kesempatan modus pada Jungkook yang katanya akan mengajar para calon call center di lantai yang sama.
Benar saja, beberapa menit kelas dimulai, ada orang yang mengetuk pintu kelas. Orang itu masuk setelah dipersilahkan oleh trainer yang mengajar di kelas Yein.
“Kak Jungkook,” batin Yein.
“Remot LCD di sini gak?” tanya Jungkook pada si trainer.
“Iya, nih!” jawab si trainer.
“Pinjem dong!” kata Jungkook yang langsung berlalu setelah mendapatkan benda yang ia cari.
Apa kabar dengan Yein? Dia pasang muka sok cuek walau bibirnya ingin mengembang. Jantungnya berdebar tapi hatinya senang, khas orang yang sedang jatuh cinta.
Siangnya, saat waktunya makan siang, Yein tidak langsung turun ke warung makan yang ada di depan kantor. Tapi dia turun ke lantai tiga untuk menemani temannya yang akan bertemu dengan team leader. Ia menunggu bersama temannya yang lain di lobi lantai tiga, tempat yang strategis untuk menunggu Jungkook lewat karena ruangan trainer ada di lantai ini.
Sesuai dugaan, Jungkook jalan ke arah lobi untuk naik lift. Jungkook hanya lewat begitu saja tanpa menyapa Yein yang pura-pura bermain ponsel. Aslinya ia ingin disapa oleh pria itu. Sayangnya, Jungkook malah menyapa teman yang duduk di sebelahnya. Sakit gak sih? Tapi tak lama pria itu datang lagi.
“Kenapa Kak?” tanya teman Yein.
“Liftnya mati,” katanya dongkol.
“Hahaha.. Kesian!” ejek teman Yein.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tissue [END]
Fanfiction"Butuh tissue gak? Kalo butuh aku mintain nanti" "Boleh deh, yang banyak ya kalo bisa" Hanya sepenggal cerita Jungkook dan Yein dalam dunia call center.
![Tissue [END]](https://img.wattpad.com/cover/157534505-64-k930735.jpg)