Sudah menjadi pemandangan musim kemarau
Bunga-bunga indah menjadi layu
Kuning kering kelopak berhambur
Celah tanah menganga berhiaskan guguran daun
Kabut gersang berdebu
Rasa sesak menyapa ku
Rerumputan tak melambai pada ku
Bahkan telaga kering memalingkan wajah dari diriku
Lihatlah segerombolan bambu
Mereka menertawakan ku
Menggesekkan tubuh seolah bersiul
Langit dan bumi tak pernah bisa bersatu
Matahari dan bulan tak mungkin bisa bertemu
Tapak bekas telapak dipenghujung musim hujan terhapus
Segalanya kering kerontang tiada yang tersisa satupun
Waktu berlalu saja begitu
Tiada lagi mimpi yang bisa ku nikmati selagi tidur
Tidak mimpi indah ataupun mimpi buruk
Segalanya terlihat datar dan halus
Namun sesungguhnya tiada yang berjalan mulus
Diriku kembali menjadi rapuh
Apapun itu kesempurnaan yang ku tuju
Tetap tiada buah yang bisa ku temu
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Puisi
Short StoryKata yang tak mampu terucap tergoreskan oleh tinta yang tertuang diatas lembaran
