Sudah beberapa menit seorang gadis dengan jaket hitam berdiri di halte dekat SMA Pelita. Ia sedang memperhatikan suatu pertunjukan yang sebentar lagi akan dimulai.
Ainuha Suraya Marisela. Gadis yang menjabat sebagai panglima perang di geng BriSet. Geng terbesar yang menyandang geng terkuat dari tahun ke tahun. Tak mudah bagi gadis yang sering dipanggil Sela -di gengnya- untuk menduduki jabatan tersebut.
Perhatian Raya tiba-tiba teralihkan saat melihat gerombolan lain dengan seragam sekolah yang berbeda. Jumlah mereka sangat banyak bahkan tak bisa terhitung. Ia yakin pasukan yang menyerang SMA Pelita akan kalah walau mereka membawa senjata sekalipun.
Raya melipat tangannya di depan dada. Ia duduk di halte dengan satu kaki kanan berada di atas kaki kiri. Arsal, batinnya.
Sebenarnya kedatangannya kesini hanya ingin menghentikan Marcel agar mundur dari pertarungan kali ini. Karena ia tau bahwa Marcel melakukan pertarungan tanpa memberitahu Axel. Namun ia ingin melihat bagaimana pertarungan ini berlangsung.
Pertunjukan dimulai!
Suara pukulan dan gesekan senjata tajam terdengar sampai telinga Raya. Dia tidak bisa tinggal diam, jika pertarungan kali ini diketahui oleh Axel maka Marcel akan terkena masalah.
Raya berdiri lalu mengenakan kupluk jaketnya untuk menyembunyikan identitasnya. Dia berjalan menuju area tawuran. Ia tau bahwa ini sangat berbahaya namun ia tidak peduli.
Dia terus berjalan hingga sampailah dia si tengah pertarungan. Tanpa aba-aba, dia melayangkan pukulan tepat di rahang Marcel. Marcel pun jatuh tersungkur di aspal jalan.
Kesempatan itu Raya gunakan dengan mengambil samurai di sampingnya. Dia mengarahkan samurai itu tepat di depan wajah Marcel.
Terlihat Marcel yang terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu. Namun ia tidak bisa melawannya karena ia tau sangat fatal jika ia melawan orang yang di depannya itu.
"Pergi. Atau lo disidang", Raya mengucapkannya dengan tegas. Ia pun melempar samurai itu di samping tubuhnya dan pergi dari tempat tawuran.
Dia tau setelah ini identitasnya akan terbongkar.
🔪🔪🔪
" Jelaskan!" suara yang bersumber dari seseorang yang sedang duduk di kursi dengan kaki yang ia naikkan ke atas meja di depannya.
Dia adalah Axel. Pemimpin di geng BriSet. Dia memiliki kekuasaan hampir di setiap sekolah di Jakarta yang rata-rata mempunyai kekuatan di setiap siswanya.
Di ruangan ini dengan pencahayaan yang minim, Raya sedang memperhatikan Marcel menunggu penjelasan. Namun hanya keheningan yang terjadi.
"Jawab bangsat! Punya mulut gak lo?!" Axel kembali bertanya.
"Udahlah gak usah diperpanjang lagi. Buang-buang tenanga lo aja," Raya berkata sambil menyilangkan tangannya di depan dada. "Ayo ngomong! Jelasin kejadiannya".
Marcel melirik Raya sekilas, terlihat dari sorotnya bahwa ia sangat membenci Raya.
"Gue.. Gue sama anak-anak nyerang Pelita", Marcel menundukkan kepalanya, dia tidak berani untuk melihat wajah Axel. "Anak Pelita ada yang main api di belakang kita. Salah satu mereka merebut pacar dari anggota gue. Kita gak terima, makanya kita serang mereka buat kembaliin tuh cewe".
"Bukannya mantan?" tanya Raya.
Marcel mengangkat kepalanya menatap tajam kepada Raya. "Iya, tapi sebelum mereka putus tuh cewe udah selingkuh duluan", jawab Marcel.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARISELA
Novela JuvenilDanial Arsalan Syahreza. Sesuai namanya yang berarti anak laki-laki seperti singa yang selalu bertahan dan melawan musuhnya. Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ainuha Suraya Marisela. Gadis yang memiliki tujuan hidup hanya untuk membalas d...
