PART 4

204 20 0
                                    

Mantra apa yang kamu berikan kepadaku? Sehinnga aku tak bisa berpaling dan menggantikan mu di hatiku.
                            - Milla

♡♡♡♡♡

Kringgg....

Bunyi alrm membangunkan seorang gadis cantik dengan segera gadis itu belari ke kamar mandi untuk membetsihkan mukanya terlebih dahulu, setelah itu dia belari pergi ke dapur untuk membuat cake.

srakk tranggg

" siapa disana?" Ucap Desi sambil berjalan menuju dapur.

" ....." tak ada jawaban

"Siapa?" Ucapnya sekali lagi dan saat di depan pintu dapur dia melihat anaknya sedang melakukan sesuatu.

"Milla?" Ucapnya meyakinkan bahwa itu anaknya.

"Eh bundaa..."

" sedang apa?"

"Milla mau buat cake bunda"

" untuk siapa?"ucapnya mengintograsi milla

"Temen" ucap milla sambil senyum senyum

"Yakin temen?"

"Iya bundaaa"

"Iya deh terserah kamu, mau bunda bantu?"

"Boleh bunda?"

"Ya boleh dong"Ucap desi sambil tersenyum kepada anaknya.

30 menit

"Akhirnya beres juga" ucap milla

"Terima kasih bundaa" ucap milla sambil memeluk bundanya

"Iya sayang" ucap bundanya

♡♡♡♡♡

Pagi ini Milla telah berdiri di depan kelas X1 ipa 1 menunggu seseorang yang sejak kemarin malam menguasai pikirannya dan malam tadi baru ia temui tanpa sengaja. orang itu adalah Darren.

Milla duduk di meja depan kelas darren dengan menjinjing sebuah toples, toples yang berisi cake buatannya sendiri. Saat Milla menatap lorong kelas 11, ia melihat seseorang yang dari tadi dia tunggu.

Darren berjalan dengan earphone yang selalu di pasang di kedua telinganya entah lagu apa yang selalu di dengarkan oleh dia dan kedua tangan yang selalu di masukkan ke dalam saku celananya sehingga menambah ke tampanan dia apalagi sifat nya yang cool, sehingga wajar saja jika banyak perempuan-perempuan yang selalu memperhatikan Darren termasuk Milla.

Milla sadar dengan lamunannya karena orang yang dia tunggu dari tadi pagi ternyata sudah berada di depannya.

"E..eh Darren?"Ucap Milla membuat darren mengeryitkan alisnya.

"Ini buat lo"Ucap Milla meberikan toples yang dari tadi ia jinjing.

"Ini gue buat sendiri loh"

"...." tak ada jawaban dari Darren

"di makan ya" Ucap milla sembari mengembangkan senyumannya.

"Gk" singkat jelas dan padat

"Maksudnya?"

"Makan"

"Apa sih lo ngomongnya jangan singkat singkat elahhh"

"gw udh makan" ucapnya sambil memberikan toples itu kepada milla

"Buat lo makan pas istirahat aja!"

"...." Darren masih memegang toples yang di berikan Milla

"lo makan ya dan jangan lu kasih ke temen temen lo karena ini khusus buat lo" Ucap Milla
sambil tersenyum

Darren pun meninggalkan Milla, saat mata Milla mengikuti arah jalan Darren, dia melihat Darren menuju tempat sampah yang jaraknya berada di depan kelasnyanya. Dann

Brakk

Toples itu masuk ke tong sampah di depan kelas Darren dan Darren masuk ke dalam kelasnya dan ternyata semua siswa/i kelas X1 ipa 1 melihat semua kejadian itu.

Milla menatap tong sampah itu dan tak lama itu ia belari pergi meninggalkan kelas Darren dengan air mata yang tak bisa Milla tahan.

♡♡♡♡♡

Seorang gadis tengah tertunduk di bawah pohon belakang sekolah dengan pundak yang terus gemetar dengan pikiran yang masih mengingat kejadian tadi, itu membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikan gadis itu membuat dia geram.

"Milla?.." ucap orang yang sedari tadi memperhatikan milla

"Ya?" milla menengok dan mendapatkan sosok yang sedari dulu ia rindukan.

"KEVIN????" Tanya milla dengan terkejutnya

" iya iya ini gue, segitu kangennya lo sama gue? Sampe lu gk ngedip." Goda kevin, ya dia adalah sahabat milla yang mungkin pernah menjadi bagian dari hidupnya.

"Ye lu ke geeran banget, gue cuma kaget karna lu gk pernah kabarin gue lagi selama 5 tahun ini."

"Maaf...." lirih kevin

"Ya sudah lah mau gimana lagi semuanya udh terjadi. Yang penting sekarang lo udh ada di sini dan bisa teraktir gue SEPUASNYA."ucap milla senang sampai melupakan kejadian tadi.

"Dari dulu ya lo, masih aja yang di pikirin makanan."

"Ya kan hidup gue hampa tanpa makana"

"Alay lo"

"Biarin aja"

"Idihhh"

"Apaan? Hah?"

"G"

"Cielahhh lu so cool"

"Bdmt"

"Tau ahhh jyjyk gue liat lo kaya gitu." Ucap milla berjalan pergi meninggalkan kevin

"LU NGAMBEK MILL?" teriak Kevin sambil lari mengejar milla

"Lu ngambek mill? Ulangnya lagi tp tidak dengan teriakan seperti tadi karna dia telah berada di sampingnya.

"Kalo iya kenapa?"ucap milla ketus.

"Ohh.. ya gpp sih"ucapnya santai
Sambil lariii dan sebelum itu dia mencubit idung mancungnya milla, membuat muka milla memerah.

" DASAR KEVIN SETAN, KAMPRETT, TAIK. TUNGGU BALESAN DARI GUEE" teriak milla yang masih terdengar oleh kevin.

"GUE TUNGGU"

tanpa di sangka sangka ternyata dari tadi ada seseorang yang tengah melihat dan menyimak kejadian tersebut.

updet lagi, maaf ya kalo aku jarang updet tapi makasih buat yang baca cerita aku kalo alurnya atau ceritanya agak aneh maklumi aja ya soalnya ini kali pertama aku nulis tapi aku yakinin kalo cerita ini akan beda dari cerita lainnya.
Sekali lagi terimakasih untuk pembaca setia darren jangan lupa follow akun aku, dan beri aku dukungan suara biar ngetiknya agak panjangan hehe.

DarrenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang