Chougi menatap jengah tiga manusia yang duduk bersebrangan dengannya. Beberapa saat lalu semua yang ada di gazebo itu mengatur ulang posisi duduk mereka.
Anggota komite kedisiplinan duduk bekumpul di tempat duduk yang sama.
Chougi duduk sendirian. Dia sengaja memisahkan diri dari para siswa teladan itu. Lagi pula, tujuannya ikut kesini hanya untuk menonton saja. Pengecualian, andai Yamanbagiri ada disana juga.
Sedangkan kedua ketua dan wakil ketua duduk bersebrangan dengan Chougi. Posisi Aihikari saat itu ada di tengah-tengah mereka.
Aihikari sudah bersikap normal, dan mulai membahas inti dari rapat dadakan itu. Namun, tidak dengan dua pemuda yang memiliki selisih postur tubuh yang sangat kentara. Mereka jelas-jelas tidak terlihat akur sama sekali.
Lihatlah, tatapan mata mereka! Begitu tajam, lengkap dengan aura mengancam yang menguar dari tubuh masing-masing.
Yang satu memberi tatapan, 'Jangan macam-macam dengan ketua kami!'
Yang satu lagi memberi tatapan, 'Jauhi gebetanku, sialan!'
"Kalian berdua, tolong berdamailah selama rapat ini berlangsung ?" Shishiou menegur Yuuto dan Kara yang saling bertukar tatapan maut.
Hotarumaru mengangguk setuju. Pemuda berbadan mungil itu lumayan jengah melihat kilatan emosi imajiner yang keluar dari mata Yuuto dan Kara. Ingin memukul kepala mereka dengan tongkat baseball, tapi takut tongkatnya patah.
Yuuto mendengus sebal, lalu fokus menatap layar laptop di meja. Sementara Kara, langsung memalingkan wajah dari pemuda pendek tersebut.
Oke! Abaikan mereka berdua!
"Kashuu-san, apa kau sudah mendapatkan bukti-buktinya?" tanya Aihikari.
Kashuu mengangguk, lalu mengulurkan ponselnya pada Aihikari. "Itu, adalah bukti terbaru yang kami punya."
Aihikari menerima ponsel Kashuu. Dahinya mengerut saat melihat tanda 'play' di layar datar itu.
"Video?" gumamnya, sembari menyentuh folder berjudul, 'profesional spy' itu, dan meneliti isinya. Ada 10+ video dan foto-foto terpampang jelas disana.
"Uhm! Hari ini kami sedang beruntung bisa melihat, memotret, sekaligus merekam-"
"Dan memberi mereka pelajaran," Hotarumaru menyela ucapan Yasusada.
Sekarang tidak hanya Aihikari saja yang mengernyit. Dahi Yuuto dan Kara juga ikutan mengerut penasaran. Mereka bertiga langsung menoleh pada Hotarumaru yang mengelus mesra tongkat baseballnya.
"Pukulan strike-ku pagi ini berhasil membuat seseorang mendapatkan memar di dahinya. Dan siangnya, aku berhasil menjatuhkan salah satu dari 'mereka' dengan tongkat baseball-ku~" Ucapnya bangga.
Aihikari tersenyum kaku.
Kara dan Yuuto facepalm.
Kashuu dan Yasusada auto mengurut dahi.
Hahh... Padahal tadi sudah sepakat, akan mengakui perbuatan mereka, saat di sekolah nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yamanbagiri StepBrother
FanfictionYamanbagiri Chougi dan Yamanbagiri Kunihiro. Dua makhluk yang tak pernah akur ini terpaksa bernapas dan hidup satu atap karena pernikahan orang tua mereka. Bukan pernikahan, sih. Tapi hanya acara pemberkatan atas hubungan dua sahabat yang telah lama...
