Aku tidak tahu, sejak kapan 'keanehan' ini terjadi? Seingatku, aku mulai 'mengalami semua ini' setelah menyelesaikan ujian akhir tingkat sekolah menengah pertama.
Aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku. Aku selalu mendengar bisikan-bisikan aneh. Dan setiap kali bangun tidur kepalaku pasti terasa sakit. Aku merasa bermimpi dalam tidur, namun setelah bangun aku tak mengingat apapun.
Namun, satu hal yang ku yakini. Itu bukanlah mimpi indah.
Kadang, aku merasa seperti kehilangan sesuatu. Tapi, aku tak tahu apa itu? Apakah itu benda, atau seseorang? Aku tidak tahu.
Aku pikir itu hal wajar. Oleh karena itulah, aku mengabaikannya. Selama orang di sekitarku masih bersikap normal padaku. Aku rasa tak ada yang berubah dariku.
Aku harap begitu...
Tapi, setelah masuk SMA... Sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi, dan aku mulai merasa lebih aneh. Terutama setelah bertemu dengan 'orang itu' di ruang loker. Aku tak ingat siapa namanya, dan aku tak ada keinginan untuk mencari tau.
Satu hal yang ku tahu tentangnya, dia bernama 'Yamanbagiri.'
Awalnya, semuanya berjalan normal. Aku bisa bersosialisasi dengan lancar. Memiliki teman dekat. Bahkam aku menjabat sebagai ketua petugas perpustakaan. Dengan begini, aku lebih yakin dengan keadaanku.
Aku baik-baik saja.
Mungkin...
Setidaknya, satu bulan awal di SMA tak ada yang aneh. Karena aku membatasi pergaulanku. Namun, di bulan selanjutnya...
Tiba-tiba, aku di bully oleh sekelompok anak perempuan yang tidak ku kenal. Salah satu dari perempuan itu, tampak begitu membenciku.
Ralat! Dia seperti menyimpan dendam padaku.
Ketika ku tanya, 'Apa kesalahanku?' Dia... Perempuan bermata hijau itu menjawab, bahwa aku telah merusak citra seorang siswa populer di gedung B. Siswa itu bernama 'Yamanbagiri'.
Ya, aku tahu itu. Karena dia sangat suka menggangguku.
Tapi, aku tak peduli. Lagi pula, orang bodoh macam apa yang begitu populer di gedung B? Aku berasumsi, mungkin perempuan itu pacarnya? Atau teman dekat siswa populer itu? Atau penggemarnya?
Entahlah, aku tak peduli!
Awalnya mereka hanya mengejek, menghina, dan melempariku dengan apapun tak terkecuali sampah. Aku tetap mengabaikannya, dan membiarkan mereka melakukan itu. Toh, tujuanku datang ke sekolah bukan untuk meladeni tingkah bodoh mereka.
Hingga suatu hari perbuatan mereka mulai di luar batas.
Samar-samar aku masih mengingat kejadian di jam istirahat pada hari itu. Aku yang baru kembali dari perpustakaan, tiba-tiba diseret ke toilet. Geng perempuan itulah yang melakukannya.
Mereka mendorongku hingga punggungku beradu dengan dinding. Setelah itu, mengguyurku dengan air kotor. Memukulku dengan gagang sapu. Menamparku. Menjambak, dan kekerasan lainnya.
Banyak yang melihat aksi penganiayaan ini, tapi mereka semua tampak tak acuh. Dan membiarkan para perempuan gila itu mengadiliku sampai mereka puas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yamanbagiri StepBrother
FanfictionYamanbagiri Chougi dan Yamanbagiri Kunihiro. Dua makhluk yang tak pernah akur ini terpaksa bernapas dan hidup satu atap karena pernikahan orang tua mereka. Bukan pernikahan, sih. Tapi hanya acara pemberkatan atas hubungan dua sahabat yang telah lama...
