Chapter 9

717 42 17
                                        

"Ngh..."

Suara lenguhan menyadarkan Kara dari lamunannya. Sentak pemuda berkulit tan itu, menoleh ke arah ranjang tempat Yuuto berbaring. Detik itu juga, Kara menghela nafas panjang.

Akhirnya orang yang dia tunggu selama hampir 4 jam, sudah sadar.

Yuuto mengerjapkan mata, mengumpulkan kesadaran yang sempat menghilang. Setelahnya, ia mencoba bangun meski pandangannya masih kabur, dan kepalanya terasa nyeri luar biasa.

"Dimana ini?" gumamnya sembari memegangi kepala.

"UKS." Sahut Kara.

Yuuto sedikit tersentak ketika mendapati Ookurikara yang duduk di jendela samping ranjangnya.

"K-kau kenapa-"

"Kau tadi pingsan. Lalu, aku membawamu ke sini. Apa ada masalah?"

Kara menyela dengan cepat. Jangan lupakan wajah over datar, serta tatapan -tak berniat akrab dengan siapapun- andalannya.

Yuuto tercenung, bingung. Kalau dia memang pingsan, lantas kenapa Kara yang menunggunya disini? Maksudnya... Kenapa bukan teman satu kelas atau salah satu anggota komitenya, mungkin?Ah, apakah-

"Apa aku pingsan di gedung A?"

Yuuto memastikan. Seingatnya, dia tidak mengunjungi gedung A sejak-- Entahlah! Yuuto tak ingat.

"Tidak."

Kara mengalihkan pandangannya dari Yuuto. Kini matanya fokus menatap langit biru tak berawan di atas sana. Sementara pemuda pendek itu mengernyit. Mencoba menganalisa jawaban singkat Kara. Andai dia tak ada di gedung A, berarti sekarang--

"Apa yang kau lakukan disini, wakil Ookurikara?"

-Well, sepertinya Yuuto tak mengingat kejadian di ruang kedisiplinan tadi pagi.

"Menunggumu siuman."

"Tsk! Tak bisakah kau berbicara lebih dari lima kata?" Yuuto kesal, karena lawan bicaranya menghemat kata-kata. "Aku heran, bagaimana Aihikari bisa tahan denganmu sejauh ini?"

"Karena dia tidak pernah mempermasalahkan sikapku yang seperti ini."

Kara menjawab lagi. Dan kali ini agak panjang, namun entah kenapa malah membuat Yuuto semakin kesal.

Cemburu?

Mungkin...

"Geezzz! Lupaka itu!" Yuuto menatap nyalang pemuda bertato itu. "Katakan! Apa kau melakukan ini atas perintah, Aihikari?"

Kara diam sepersekian detik. Ia dan rekan-rekannya datang ke gedung B untuk berdiskusi. Dan itu inisiatif mereka sendiri. Bukan perintah dari ketuanya yang sedang cuti beberapa hari.

"Tidak." Kara turun dari jendela dan menghampiri Yuuto. "Aku dan yang lain, sengaja datang ke gedung B untuk menemuimu. Mendiskusikan permasalahan di sekolah. Mau bagaimanpun, selama Aihikari meliburkan diri, kau adalah ketua sementara kami."

"Ah... Begitu rupanya."

Yuuto menghela nafas berat. Untuk saat ini -dan beberapa hari ke depan-, ia harus menekan kebenciannya pada Kara sedalam-dalamnya. Setidaknya sampai Aihkari kembali aktif di sekolah.

Yamanbagiri StepBrother Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang