Terkadang,
diam dia punya
seribu kata,
sejuta makna,
dan bahkan
bermilyaran arti.
Tidak tahu baik,
atau buruk.
Tidak tahu sedih,
atau senang.
Tidak tahu juga,
otaknya sedang memikirkan
apa dan siapa.
Mungkin, yang lain?
Lalu,
saya ikut terdiam.
Saya hanya punya
dua kata,
satu makna,
tanpa arti.
Dua kata buruk;
memikirkan dia.
Satu makna;
saya cemas.
Tanpa arti; ya,
tidak perlu arti
untuk menjelaskan
kecemasan saya 'kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengadu saat Sendu
Randomhanya mengadu saat sedang tersedu dan langit pun ikut sendu
