bab 52: menangisi tawaan

934 30 0
                                        

mengamati orang-orang yang kehilangan; pahlawannya, orang tercintanya, kepala keluarganya. tiga buah hati yang ditinggali, masih berangka sebelas, itupun yang terbesar.

pada koridor rumah sakit, semua tangis pecah, tidak termasuk anaknya. belum tahu jelas arti kehilangan, sampai rumah duka pun, mereka masih bisa tertawa.

manis tawanya, hingga semua mata yang melihatnya berair. mereka menangisi tawaan bocah, yang ditinggali ayahnya.

Mengadu saat SenduTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang