(bercerita)
- Dalam tulisan aku merenungkan mu datang -
***
Apakah semesta akan mempertemukan kita?
Tidak lagi dalam bayangan semu, tidak lagi dalam ingatan masa lalu kamu nyata ada di depan ku. Lalu aku cuma menatap punggung mu, Jangan kan menyapa, mendekat saja aku tak bisa.
Bila nanti kamu datang padaku suatu hari, pasti dalam sekejap aku akan berdiri. Dengan cepat pula aku begegas pergi. Sekuat tenaga aku akan melangkah kaki sambil berusaha menenangkan diri.
Dan bila nanti kamu memanggil namaku suatu hari, menatap ku dengan berani dan menahan ku untuk tinggal disisi, sungguh malang. Tidak cukup sekali, aku bisa jatuh cinta dengan mu dua kali.
Tapi, tidak ada. Tidak ada alasan untuk kita bertemu. Pertemuan pun tidak membantu menyembuhkan hati yang selama ini pilu. Lupakan soal rindu, badai itu tidak pernah habis dan berlalu. Aku pergi pun, bagimu aku cuma debu.
_'epilog
sekarang, buku harian ku semakin tipis
karena nggak cuma kamu yang aku tulis.