Chapter 5: Weekend

433 56 1
                                        

Seminggu telah berlalu semenjak mereka masuk sekolah, dan sudah seminggu juga Kyuhyun menyadari betapa sedikitnya waktu yang ia habiskan dengan Sungmin. Hanya sebatas berangkat bersama, makan siang, dan pulang sekolah bersama. Makan siang pun  tidak mudah bagi mereka karena Kyuhyun memiliki jam makan siang yang sangat sebentar, 15 menit dan itu pun harus diganggu dengan fansnya yang tiba-tiba telah terbentuk. Sepulang sekolah Kyuhyun akan langsung terlelap tanpa menyentuh game nya sama sekali. Sulit dipercaya memang, tapi itulah yang terjadi. Menjadi murid sepesial tidaklah mudah, jadwal kegiatan dan belajar mereka jauh lebih banyak dari murid biasa.
Untunglah hari ini hari Minggu, dan Kyuhyun sudah bangun dari tidurnya sejak jam 9 tadi. Sekarang jam 11 dan ia sudah rapih dengan celana jeans dan kaos hitam dibalut jaket kulit coklat mahal. Rambutnya sengaja ia biarkan menutup kening, sepatu hitam canvas telah terpasang rapih dan pria jangkung itu telah keluar dari rumahnya sambil menunggangi mesin beroda dua miliknya. Kyuhyun tersenyum kala melihat Sungmin yang juga tengah keluar dari rumahnya dan sudah berpakaian rapih. Ia mengenakan celana jeans putih dan kaos lengan panjang berwarna hitam, ditangannya ia genggam jaket tipis berwarna merah dan tak lupa sepatu kets merah favoritnya. Begitu sadar bahwa ia tengah diperhatikan oleh putra Cho, Sungmin langsung menghampirinya dengan wajah cemberut dan memukul lengan Kyuhyun, “berhenti memandangiku, bodoh. Aku tau aku jelek, siapa suruh mengajakku pergi secara dadakan!” Yang menjadi objek marah hanya tertawa tanpa berdosa, Sungmin terus saja memasang wajah masamnya sambil mengenakan jaket.
“berhenti mengutukku, Lee Sungmin. Cha, naiklah.” Ujar Kyuhyun seraya memakaikan helm ke kepala Sungmin. Namja pirang itu hanya menurut, lekas naik ke motor besar berwarna biru milik Kyuhyun dan berpegangan dengan erat. Kyuhyun mengenakan helmnya, lalu menarik kedua lengan Sungmin yang mencengkram pinggiran jaketnya, dan melingkarkan lengan itu dipinggangnya. Sungmin terkejut, namun tersenyum kemudian menipiskan jarak diantara mereka sebelum motor itu melenggang pergi membawa mereka ke tempat yang dituju.

--
Mereka telah sampai di salah satu restoran Jepang dengan nuansa modern dimana lampu-lampu yang unik dan juga teknologi gadget dalam proses pay&order telah menjadi ikon restoran mahal tersebut. Sungmin dan Kyuhyun langsung duduk di spot andalan mereka, dekat dengan jendela dan hanya dengan 2 kursi. Ini jam makan siang, tapi restoran masih agak sepi dan membuat suasananya nyaman untuk mereka berdua. “ming, aku mau ramen” ucap Kyuhyun saat melihat tampilan menu ramen di layar order. Sungmin menggeleng, dan terus membaca menu-menu yang terdapat disana “kau boleh pesan ramen tapi tidak yang itu, kuahnya asin dan tidak baik bagi tubuhmu Kyu”.
“kita bisa memintanya untuk tidak terlalu asin”
“andwae. Pesan yang lain atau tidak sama sekali” ancam Sungmin dengan wajah serius. Oh ayolah, ia tahu betul bahwa Kyuhyun sangat low tolerance terhadap rasa asin. Terakhir kali Kyuhyun makan telur yang dimasaknya sendiri dan menambahkan garam seujung sendok, 5 jam kemudian tenggorakannya terasa sakit dan Sungmin harus menemaninya ke dokter malam-malam.
Mereka selesai meng order dan sedang menunggu pesanan. Kyuhyun menatap Sungmin yang sedang sibuk dengan handphonenya, ini saat yang tepat untuk berbicara dengan Sungmin sepuasnya. “ming, kenapa kau akhir-akhir ini berbeda?”
Sungmin terhenyak lalu mematung. Kyuhyun pun sebenarn ya terkejut kenapa ia mengungkapkan isi pikirannya segamblang itu. Tapi benar, Kyuhyun merasa ada yang berbeda dengan Sungmin dan mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menanyakannya.
Sementara itu Sungmin nampak kikuk, ia menunduk dan memainkan kuku-kuku jarinya, “apa maksudmu? Aku tidak..”
“ah, ternyata benar. Kau menyembunyikan sesuatu dariku.” Tukas Kyuhyun saat melihat kebiasaan buruk Sungmin. Kini Kyuhyun tidak lagi tersenyum, wajahnya nampak sekali terlihat kecewa dan Sungmin sangat takut dengan wajah itu. Namja berambut pirang tersebut langsung menggeleng cepat dan mencondongkan tubuhnya ke arah Kyuhyun, “aniya Kyu, keuge aniya. Aku hanya...hanya sedang banyak pikiran” Sungmin membuang muka saat menjawabnya, Kyuhyun tidak suka itu. Putra Cho itu semakin tau bahwa Sungmin menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin Kyuhyun tau.
“kau pikir aku tidak sadar ming? Cih. Aku tau, sejak aku pindah kelas kau sangat jarang tertawa. Tersenyum pun kadang sulit kelihatannya. Wae geurae, ming?”
Sungmin tidak tahu harus menjawab apa. Banyak sekali jawaban di kepalanya tapi rasanya semua tidak masuk akal. Ia pun menghela napas dan berusaha menatap mata Kyuhyun, “aku hanya merasa kesepian, Kyu-“
“Bohong”
Sungmin membelalak, ia tidak mengira bahwa Kyuhyun akan menebaknya dengan cepat. Untung saja pesanan mereka datang dibawakan oleh seorang pelayan dengan kacamata dan Kyuhyun ingat orang itu. Tentu saja, dia adalah teman sekelasnya dulu dan sekarang. “Kim Kibum?”
Pelayan itu berjengit, ia menoleh horror ke arah Kyuhyun dan langsung pergi tanpa basa-basi. Kyuhyun yakin dia benar. “bukankah sekolah melarang kita untuk bekerja paruh waktu?” tanya Sungmin setelah kepergian Kibum. Kyuhyun berdiri dan mencengkram lengan Kibum, membuat pria itu berbalik dan menatap nyalang ke arah Kyuhyun, “lepaskan” desis Kibum dan ditanggapi gelengan kepala oleh Kyuhyun, “ikut aku” balas pria yang lebih tinggi dan kemudian menyeret si pelayan keluar dari restoran.
Sungmin membeku, ini kali pertama  ia melihat Kyuhyun berurusan dengan orang selain dirinya di luar jam sekolah. Yesung yang telah lama mengenal Kyuhyun saja tidak pernah berbicara dengannya secara langsung di luar jam sekolah. Namja pirang itu tersenyum kecut, lalu memerhatikan dua orang di luar dengan tatapan kosong. Terlihat Kyuhyun yang masih mencengkram pergelangan Kibum, tanpa perlawanan berarti oleh si pria kacamata tersebut.

“kau tahu kalau sekolah melarang muridnya bekerja paruh waktu kan, kenapa-“
“sekolah tidak akan tahu kalau mulutmu tetap tertutup.” Sanggah Kibum dengan tatapan dinginnya. Ia sama sekali tidak takut, “lagian apa pedulimu? Kita kan tidak saling kenal” sambungnya seraya menghentakkan tangan Kyuhyun dan berhasil melepaskan cengkramannya. Kyuhyun menghela napas, kedua tangannya ia letakkan di pinggang dan kembali menatap Kibum yang berdiri di hadapannya dengan wajah dingin tanpa ekspresi. “aku ingat Kibum-ah. Aku sama sekali tidak lupa.” Bisik Kyuhyun seraya mencondongkan tubuhnya kedepan, lalu berdiri tegak lagi dan melanjutkan ucapannya, “tenang saja, rahasiamu aman. Temanku disana juga tidak akan membeberkannya.” Tatapan Kyuhyun berubah sendu, bersamaan dengan nada bicaranya yang semakin rendah, Kibum berjengit dan membeku di tempat. Gantian sekarang pria berkacamata itu yang menahan Kyuhyun saat hendak masuk kembali ke dalam restoran, membuat Kyuhyun memutar kepalanya, “besok kita akan bicara” ucap Kibum yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun, barulah ia melanjutkan langkahnya dan duduk dihadapan Sungmin yang sedang meminum jusnya.
“ramenmu sudah dingin” cibir Sungmin saat melihat Kyuhyun mengambil sumpit, hanya dibalas cengiran bodoh oleh pria berambut coklat tersebut. “apa yang kalian bicarakan? Apa itu temanmu? Aku ingat dia juga orang yang dipanggil kedepan saat di lapangan. Kau mengancamnya untuk berhenti bekerja?” tanya Sungmin bertubi-tubi, dan mampu menghentikan acara makan Kyuhyun, pria itu menggeleng dan menjawab peranyaan Sungmin di sela-sela kunyahannya  “tadinya aku niat begitu, tapi dia malah minta kita untuk merahasiakannya”.
Sungmin mengangguk, dan mereka pun melanjutkan makan dengan hening tanpa membicarakan topik penting sebelumnya. Sebenarnya pria manis itu ingat, tapi enggan untuk mengungkit topiknya kembali karena menurutnya itu memang layak untuk dirahasiakan. Ya, ia tidak mau Kyuhyun kecewa dan ia akan melakukan apapun untuk merahasiakan ini. padahal jawabannya sangat sederhana, Sungmin tidak mau Kyuhyun berada dikelasnya yang saat ini. ia tau bahwa pemikirannya egois, tapi Sungmin punya feeling yang tidak enak dan selalu terganggu dengan feelingnya. ‘gwaenchana, kau hanya berlebihan, mungkin kau hanya iri pada Kyuhyun’ ungkapnya dalam hati berusaha menenangkan diri sendiri. Diam-diam matanya menelisik ke arah datangnya para pelayan. Ia merasa ada yang aneh dengan pria berkacamata yang Kyuhyun panggil tadi.

--
Kibum terus bolak balik di ruang ganti karyawan dengan wajah panik dan kuku jarinya yang sedari tadi ia gigit. Kepalanya masih mengingat kejadian tadi, wajah orang itu terus terbayang dan Kibum makin dibuat frustasi olehnya. Ia meraih handphone di dalam sakunya dan menghubungi seseorang dengan tangan gemetar. Setelah beberapa saat, terdengar suara laki laki di sebrang sana menjawab panggilan teleponnya. Wajah pria berkacamata itu sedikit berubah, bibirnya tertarik sedikit membentuk sebuah senyuman saat mendengar suara di telepon. “Hyung, kau benar. Dia orang yang sama.” ucap Kibum kepada si penerima telepon. Terjadi keheningan sebentar, dan ia pun melanjutkan dengan cerita pertemuannya tadi. “aku takut Hyung. Tapi aku sudah terlanjur bilang akan bicara dengannya besok. Eottohke?” lanjutnya seraya memejamkan mata, ia memilih bersandar pada loker dan mendengarkan kata-kata menenangkan dari ‘hyung’nya lewat telepon, “aku akan menemanimu. Kau tidak perlu-“
“aniya. Aku akan melakukannya sendiri. Lagian semuanya adalah salahku”
“kau tidak salah apa-apa. Situasinya yang salah saat itu. Kau tidak boleh memaksakan diri”
“ne hyung. Tetap saja, aku yang berkhianat padanya” Kibum tersenyum pahit mengingatnya. Ia sangat bodoh dan akhirnya kebodohan itu lah yang membawakan karma padanya hingga saat ini. cih, menyedihkan sekali hidupnya.
“it’s okay Kibumie, kau tau aku akan selalu ada untukmu.”
“ne, gomawoyo Hyung”
Dengan begitu sambungan telepon terputus dan Kibum kembali berdiri. Ia tidak boleh berlarut dalam stress, ia harus bekerja.

--
Sementara itu Kyuhyun dan Sungmin telah sampai di destinasi kedua mereka yaitu sebuah game arcade. Mereka sering sekali kesini berdua sampai sang pemilik tempat pun hapal. Sungmin akan betah di deretan Claw Machine dan Kyuhyun akan bermain semua game yang ada satu per satu. Tapi kali ini Kyuhyun menamani Sungmin di satu Claw Machine yang berisi boneka. Sungmin menatap banyak boneka di dalamnya hendak memutuskan mana yang akan ia ambil, namun tersentak saat mesin capitnya bergerak sendiri ke arah boneka landak berwarna biru muda. Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dan melihat pria itu nampak fokus membidik. “jangan yang itu Kyu, sampingnya saja yang kelinci” rengek Sungmin sambil menarik-narik jaket Kyuhyun. Menurutnya landak itu jelek dan tidak imut sama sekali.
“diamlah ming, aku ingin yang landak. Kau coba sendiri saja nanti yang kelinci”. Balas Kyuhyun membuat Sungmin menatapnya tidak percaya. Oh tuhan menyebalkan sekali. Lihatlah, Kyu berhasil mendapatkan si landak jelek itu dan sekarang tengah tersenyum bangga seperti orang gila. Sungmin langsung mendorongnya menjauh dan gantian dia yang bermain. Namun sayang, percobaan pertamanya gagal.
Kedua nyaris.
Ketiga gagal.
Dan seterusnya sampai 5x mencoba, membuat Kyuhyun tertawa terbahak bahak karena kegigihan Sungmin. Lihatlah, pria manis itu sedikit lagi akan menempelkan matanya dengan kaca mesin untuk fokus. Bibirnya tidak berhenti mengumpat saat bonekanya terjatuh dan gagal. “ah eotteohke ini yang terakhir. Aku harus bisa!” semangat Sungmin belum luntur dan ia masih berusaha. Kali ini dia berdoa lama sambil memejamkan mata, dengan mengepalkan koinnya di tangan dan memejamkan mata, lalu memasukkan koin tersebut dan bersiap menggerakkan mesin capitnya. Tangannya baru menyentuh controller, matanya masih sibuk fokus saat ia merasakan tubuh hangat Kyuhyun yang menempel belakang tubuhnya, dan tangan besar itu berada di atas tangan Sungmin yang menggenggam controller. Astaga posisi merea saat ini bukankah sangat...dekat? wajah Sungmin langsung memerah dan fokusnya kembali buyar, apalagi saat Kyuhyun mendekati telinganhya dan berbisik “cha. Aku bantu agar kau mendapatkannya”.
Kyuhyun menggerakkan controller dengan tangan Sungmin di bawahnya. Wajah Kyuhyun yang Sungmin lihat dari ujung matanya sangatlah sempurna, hidung mancung dan bibir tebalnya sangat membuat putra Cho ini sempurna. Kyuhyun berhasil membawa bonekanya ke lubang mesin. Ia tinggal menekan tombol untuk melepaskan mesin capitnya namun matanya terbelalak kaget saat merasakan sesuatu yang kenyal dan basah di pipinya. Sungmin menciumnya dari samping dan sekarang ia membeku. Perlahan ia menoleh ke arah pria di sampingnya, wajahnya masih terlihat shock dan sedikit merona “Lee Sung-“
“cepat tekan tombolnya, bodoh” potong sungmin cepat sambil membuang wajahnya ke sembarang arah. Dia sama sekali tidak sadar dengan apa yang barusan ia lakukan. Astaga, wajahnya sudah merah padam ia ingin sekali kabur saat ini juga, tapi masih dalam kekungan Kyuhyun.
Senyum Kyuhyun merekah lebar, ia segera menekan tombolnya, mengambil boneka kecil itu lalu memeluk Sungmin sesaat mumpung pria itu masih berada di dekatnya. “Sungminie, neomu kiyowo” bisik Kyuhyun dalam pelukannya, dan berhasil membuat wajah Sungmin makin memerah hingga ke telinga.
“Kyunie, lepaaaaaas” jerit Sungmin di antara lengan Kyuhyun yang saat ini sedang menyeretnya keluar. Kyuhyun hanya tertawa bagaikan orang gila, “mwoya? Kyunie? Aigo kiyowooo coba panggil aku lagi” godanya sambil mendekatkan kepala ke arah Sungmin. Ayolah, wajahnya daritadi sudah memerah dan Kyuhyun terus saja menggodanya.
Sungmin risih dan ia pun menyerah untuk melawan, ia harus lepas dari lengan Kyuhyun yang menyiksanya. Tidak ada pilihan lain, Sungmin mendongak menatap Kyuhyun, membulatkan mata menggembungkan pipi kemudian menggerakkan bibirnya seperti bayi seraya berucap “Kyunie Kyunie Kyunie, lepaskan jutheyo~”.
Dan yap. Kyuhyun mengerang kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan spontan melepaskan Sungmin dari kekungannya. Ia berjongkok di samping motornya dan terus mengerang sambil menutup wajahnya. Sungmin tau wajah Kyuhyun pasti merah dan ia malu, makanya harus ditutupi kkkkk~ padahal telinganya jauh lebih meraah dan Sungmin tidak bisa untuk tidak tertawa melihatnya.
“aih Lee Sungmin awas kau-“
“ampun!” jerit Sungmin sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Kyuhyun berhasil mengendalikan diri dan memilih menaiki motornya untuk pulang . “Kyuhyun-ah” baru ia akan mengenakan helm, Sungmin memanggilnya dan membuatnya menoleh.
Namja blonde itu memberikan helmnya kepada Kyuhyun dengan kedua tangan, lalu kembali beraegyo seperti tadi seraya meminta “pakaikan aku helm jutheyo~” dihadapan Kyuhyun. Oh astaga, Kyuhyun lemah sekali dengan aegyonya Sungmin, tapi Sungmin senang sekali menggodanya.
“ya. Palli naik. Kajja kita cari gereja dan segera menikah”

-tbc-

 One Hell Of A Neighbour [KyuMin] BxBTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang