5 : i'm here with you

7.1K 702 6
                                        

Jimin tertidur dan dibawa kekamar tamu, jungkook berkumpul berkumpul bersama keluarganya diruang tamu dan membahas acara pernikahannya dengan jimin.

"Aku ingin menikah secepatnya dengan jimin"ucap jungkook membuat hyungsik dan seojoon kaget bukan main, bukannya ia tak senang malah senang sekali jika jimin menikah secepatnya akan tetapi entah kenapa mereka berdua belum bisa melepaskan jimin begitu saja apa lagi dengan masalah chanyeol yang belum clear.

"Saya setuju dengan anakku ,bagaimana kita nikahkan secepatnya? Aku yakin jiminie pasti menerimanya kok"seru nyonya jeon kepada jungkook, seojoon menghela nafas pelan lalu menatap hyungsik yang terdiam.

"Kami akan setuju jika jimin setuju"ucap seojoon pelan.

.

.

.

Sebenernya jimin gak ikut pulang dikarenakan ia tertidur pulas dikamar tamu, ia terbangun jam 6 dan tenggorokannya terasa kering mungkin efek ia menangis kemaren. Jika diingat-ingat jungkook sangat lembut memeluknya ,menyalurkan sebuah perasaan yang belum pernah jimin rasakan semenjak kejadian dia masih kecil. Jimin ingat terakhir kali ia suka adalah dengan boneka kesayangannya Chimmy yang berakhir ikut terbakar bersama mobil kedua orang tuanya.

"Kamu sudah bangun nak?"

Jimin mendengar suara wanita yang dikenalnya, nyonya jeon menghampiri jimin dan duduk disampingnya.

"Apa jiminie butuh sesuatu?"tanya nyonya jeon sambil mengusap kepala jimin pelan dan entah kenapa itu terasa seperti tangan ibunya yang sudah lama pergi.

"Jimin mau minum nyo--"

"Tidak jimin ,kau akan menjadi mantuku jadi panggil aku eomma."

Jimin menganggukan kepalanya pelan sementara itu jungkook mengintip dari luar kamar. Jungkook tersenyum tipis melihat wajah calon istrinya itu

"Ayo eomma bantu ,kita makan bersama"seru nyonya jeon lalu menuntun jimin untuk sarapan. Jungkook mengikutinya dan membuat jimin menghentikan langkahnya sambil tersenyum

"Aku tau kamu disana jungkook" jungkook kaget lalu terkekeh ia mengambil alih tangan jimin, entah kenapa saat jimin memegang tangan jungkook . Tangannya sangat besar dan hangat cocok untuk melindungi sesuatu sementara nyonya jeon tersenyum lalu jalan terlebih dahulu kedapur.

Jungkook dengan lembut menuntun jimin untuk duduk dikursinya, jimin meraba sendok namun tangannya ditahan.

"Biar aku suapin ya" seru jungkook lalu dianggukan oleh jimin, namja tampan itu dengan telanten menyuapi jimin . Tuan dan nyonya jeon sangat senang dengan kedua pasangan tersebut, terlihat ketulusan dari anaknya yang menyuapi calon istrinya tersebut. "Haaa.. Soonyoung-ah ,apa kau bahagia melihat kedua anak kita" batin nyonya jeon kepada mendiang Ibunya jimin.

.

.

.

Seojoon menghela nafas pelan, sudah 4 hari jimin memilih dekat dengan keluarga jeon dan 4 hari juga ia merasa kesepian dirumah. Ya walaupun ada hyungsik namun tetap saja ia sangat merindukan adik kesayangannya tersebut

"Tuan muda, ini kopinya" seojoon menoleh menatap ahra yang meletakan secangkir kopi di meja kerjanya. Seojoon menghela nafas pelan lalu menganggukan kepalanya pelan

"Ne.. apa sudah dapat telpon dari keluarga jeon kapan jimin pulang?" Ahra hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum tipis melihat tuannya sangat mengkhawatirkan tuan jimin.

"Tuan kesepian ya?" Tanya ahra lagi membuat seojoon menoleh menatap lurus kekolam lalu menganggukan kepalanya pelan."aku sangat merindukannya ra, adik kesayanganku yang selalu aku jaga sampai saat ini. Mungkin ini egois tapi aku belom siap melihatnya menikah namun aku yg menawarkan perjodohan kepada jimin" ahra menganggukan kepalanya pelan lalu memegang pundak tuannya pelan

"Tuan kakak yang hebat, tuan jimin pasti sayang sekali dengan tuan" seojoon memilih diam lalu memegang tangan ahra dan menoleh menatap asisten adiknya tersebut.

"Terima kasih"

.

.

.

Chanyeol memukul samsaknya cepat dan brutal, ia tak perduli jika tangannya cedera nantinya. baekhyun menatap chanyeol khawatir ,ya walaupun grup mereka lagi menjalani istirahat untuk beberapa minggu namun chanyeol masih keras kepala dan memilih melampiaskan emosinya kepada samsak tersebut.

"Chan sudahlah ,kau sudah kelelahan" bujuk baekhyun memegang tangan chanyeol pelan, nafas namja tampan itu terputus-putus lalu menarik baekhyun ke pelukannya. Baekhyun kaget karena tubuhnya ditarik hingga dipeluk oleh lelaki jangkung tersebut.

"C..chan"

"Aku ingin meminta maaf kepada jimin ,aku gak mau kehilangan jimin baek .aku gak mau kehilangan dia" lirih chanyeol pelan, baekhyun menghela nafas pelan lalu mengusap punggung kekasihnya pelan. Ia tau jika chanyeol sangat menyayangi jimin melebihi siapapun termasuk kakak-kakak nya.

"Semua akan baik-baik saja chan "ucap baekhyun menenangkan chanyeol yang menangis dipundak sempitnya.

.

.

.

Tbc

Miracle | KOOKMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang