Maaf jika ini sedikit mengecewakan, hope you like it guys...
Don't forget to vote!
××
.
Apa yang terjadi setelahnya hanya kebingungan.
Keadaan di sana semakin ramai, kelihatannya seluruh kota berada disana. Namun Lisa tetap kekeuh ditempatnya, gadis itu bersikeras tidak ingin turun. Lalu ayahnya muncul disana, tuan Brüschweiler berbicara pada anggota pemadam apa dia bisa meminjam tangga untuk naik ke tempat sang Putri dan berbicara padanya.
"Sayang, sudah waktunya turun"
Manik Lisa berkaca-kaca, tatkala pria yang paling dikaguminya dalam hidup sang gadis muncul di ujung tangga itu dengan ekspresi kalut luarbiasa. Ia mengulurkan tangannya pada sang Putri, namun Lisa menggeleng lemah ditempatnya. Ia mulai terisak, berbisik lirih dengan permohonan penuh atas sang ayah.
"Dad please, jangan biarkan mereka melakukannya"
"Sayang"
"Ayah lihat! Kau bisa melihat segalanya! You can see the whole world from here!"
Lisa bersikeras namun ekspresi wajah sang ayah berubah keruh, ketakutan dan perasaan cemas itu meliputi sang ayah. "Tak ada pemandangan yang lebih berharga dari keselamatan putriku. Ayo turun!". Gadis itu menggigit bibirnya, menggeleng pelan bersama setetes liquid bening yang menyusuri wajahnya.
"I can't"
"Lalisa, sudah waktunya untuk turun"
Hatinya sakit, tangan gadis itu mencengkeram erat dahan pohon tempatnya berpegang. Melepaskan pegangannya berarti menyerah, dan menyerah berarti mereka harus berpisah. Hati nya telah terikat pada pohon itu, bukan sekedar wahana bermain atau apa. Lisa bahkan merasa, seolah pohon itu telah menjadi teman baiknya. Orang-orang takkan mengerti, mereka yang mendelik aneh padanya.
"Please daddy". Suaranya mengalun perih, menyakitkan. Seolah harapan terakhir Lisa bergantung di ujung lidah gadis itu, namun air mata Lisa tak berarti apapun.
"It's time"
Lisa kalah...
Segalanya berakhir begitu saja, ia menangis selama dua minggu berturut-turut. Tentu Lisa tetap bersekolah, ia melakukan segala hal sebisanya. Namun apapun itu, seolah segalanya sudah tak berarti...
"Lalice"
"Uh? Huh?"
Pemilik surai emas itu tersentak dari lamunannya, manik rusanya menatap lurus ke arah miss Harriet. Wanita itu tersenyum padanya, mungkin menyadari si murid yang melamun. Diam-diam Taehyung mencuri pandang, menyadari dengan jelas perubahan drastis dari sikap gadis aneh itu.
Tentu saja semenjak insiden pohon sycamore itu Lisa tak pernah lagi terlihat di pemberhentian bus pagi, mereka tak lagi pernah bertemu di jalan menuju ke halte ataupun duduk berseberangan di dalam bus. Tidak sehari setelahnya, atau seminggu setelahnya. Meski gadis itu tetap terlihat di sekolah, kau takkan mengetahuinya.
"Kau tahu jawabannya?"
"Uhm... Perang Peloponnesian?"
Untuk sejenak miss Harriet menghela nafas, ia kemudian berujar cepat mengundang tawa dari teman-teman sekelasnya. "Aku yakin itu adalah jawaban untuk sesuatu... Tapi aku mencari jawaban luas jajaran genjang". Vernon terbahak di sampingnya, namun Taehyung yang tak ingin terlihat aneh mencoba terbahak seolah itu adalah hal yang lucu.
KAMU SEDANG MEMBACA
🎥 FLIPPED [END]
Teen FictionThe mysterious end of that season I think, did I really love you? Somewhere, all those times that we were together I look back to those times, as if I could touch it, as if it was yesterday You never forget your first love. Keluarga Taehyung baru s...
![🎥 FLIPPED [END]](https://img.wattpad.com/cover/172979292-64-k318187.jpg)