↱Tikung↰

757 101 4
                                        

Staring Of.

⇱ Mencintai seseorang yang bukan hak kita bukan sebuah kejahatan, tapi jika kau berani merusak hubungan orang yang kau cintai itu sebuah kejahatan besar                             ⇲

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mencintai seseorang yang bukan hak kita bukan sebuah kejahatan, tapi jika kau berani merusak hubungan orang yang kau cintai itu sebuah kejahatan besar                             ⇲

ANNOUNCEMENT : 30 VOTE TO UNLOCK❱









Aku menangis didepan pohon tua tepat sore hari setelah pulang sekolah, meratapi kepergian peliharaanku yang sudah ku anggap sebagai anakku sendiri.

Namanya Mbul, Kucing kesayanganku yang meninggal karena tertabrak siang tadi. Hatiku hancur, ini lebih menyakitkan dari diputusi pacarmu.

Kau tahu? Jika hari-hari dan seluruh hidupmu membebanimu, selalu ada teman yang akan menghiburmu.

Seperti Mbul, Ahk.. Aku tak tahu bagaimana kelanjutannya jika tak ada dia.

"Ekhem.." Deheman keras membuatku terkejut dan mengalihkan pandanganku kearahnya.

"Kau membuatku terkejut !" ketusku tanpa melihat kearah pria itu, aku masih dalam emosional yang tinggi.

"Apa kau akan berdiri disitu hingga larut malam?" tanya pemuda menyebalkan ini.

"Lagipula apa pedulimu jika aku masih disini huh?! Mbul lebih baik dari manusia sepertimu.."

Ia berdecih sambil mendekatiku, "Kau yakin?" tanya pria itu dengan suara deepnya kepadaku.

"Bae Jinyoung, Jika kau masih menggangguku akan kupastikan Woojin menghajarmu nanti.." ancamku dengan nada serius, namun pria bermarga Bae ini malah tertawa.

"Aigoo Lucunya.. Baiklah, Karena kau memaksa.." Jinyoung berbalik arah dan berjalan meninggalkanku sendiri disini.

Padahal aku hanya bercanda, Melirik makam Mbul sekilas membuatku sedih. Namun berdiam diri di hutan yang seram ini membuatku ketakutan.

"Mbul, Aku harap kau tenang disana.. dan maafkan aku, Kuharap penghuni disekitar sini tidak menggangguku.. Aku harus pulang Mbul! Dadahh!" pamitku sambil berlari meninggalkan tempat ini.

Jujur saja aku benar-benar ketakutan terlebih lagi hari mulai malam dan Jinyoung sudah pergi entah kemana.

Aku masih berlari hingga sebuah tangan keluar dari balik pohon membuatku berteriak dan terkejut.

Tangan itu menarikku hingga menampakan pemiliknya, "Jinyoung !" pekikku menahan marah.

"Hahaha.. Lihatlah, Aku sudah duga kau akan berlari ketakutan.." tukasnya sambil memelukku.

Eh apa?

Memelukku? Jinyoung?

"B..Bae Jinyoung?" gumamku saat Jinyoung memelukku erat dan mengusap kepalaku dengan lembut.

"Ayo kita pulang.." ajaknya kemudian.

























Jinyoung adalah cinta pertamaku saat SMP, tapi sayang dia sama sekali tidak melirikku. Sudah berbagai cara ku lakukan untuk mendapatkan perhatiannya namun aku malah terpincut dengan temannya. Park Woojin,

Saat itu Woojin adalah temanku ketika SMP, dia tidak mudah bergaul namun ia cepat akrab denganku karena kami memiliki hobi yang sama.

Yaitu balap keong, ya.. Hahaha itu benar-benar kekanakan tapi aku sangat menyukai hewan dan dia pun sama.

Akhirnya lambat laun aku dan Woojin semakin dekat hingga rasa itu muncul. Woojin menyatakan cintanya padaku, dan tentu aku menerimanya dengan senang hati.

Karena aku pun mencintai Park Woojin,

Woojin tidak tahu jika aku pernah menyukai Bae Jinyoung dan ia mengenalkanku dengan Jinyoung. Disaat itulah aku merasa jika aku membenci pria bermarga Bae itu.

Dan aku lebih membenci Woojin karena dia selalu mengajakku untuk bermain bersamanya dan Jinyoung, Mm.. lebih tepat disebut Teman-temannya.

Sejak itu pula aku dan Jinyoung akrab seperti aku dan Woojin dulu, Jinyoung maupun Woojin tidak tahu bahwa aku pernah menyimpan rasa pada Jinyoung.

Tapi itu hanyalah masa lalu, aku sudah bahagia dengan Woojin sekarang tenang saja.

"AIYAAKK!" teriak Woojin saat datang kearah kantin mengejutkan kami (Re: Aku dan Teman-temannya) karena suara cemprengnya itu.

"Kau ini kenapa sih?" tanya Jinyoung sinis, "Aku lapar Eoh.. palli! Pesankan aku makanan.." timpal Woojin dan duduk disebelahku dan tak lupa merangkulku didepan teman-temannya.

"Yak! Hargai perasaan Jomblo!" gerutu pria berpipi gembil didepanku, Park Jihoon.

"Mungkin dia ingin pamer.." Dia Kang Daniel,

"Bukankah dia selalu pamer?" dan ini, Sepuh bergosip yaitu Lee Daehwi.

Mereka semua sangat kompak jika membully pacarku, Haha dia memang bullyable.

"Sirik bilang.. Yewon, Kau tidak keberatan kan jika aku memelukmu didepan mereka?" Yaampun Woojin, Aku menatapnya dengan khawatir. "Jangan!"

"Daripada kucium? Hm?" bisiknya ditelingaku,

Ah Ayolah Woojin,

Ttak!

Aku memukul kepalanya menggunakan sendok makan dan tak memperdulikannya saat ia meringis kesakitan.

"Kau kejam Kim Yewon !" Semua orang tertawa karena adegan tadi.

"Nyatanya pacarmu lebih galak daripada seekor bulldog hahahaha.." ledek Daehwi namun aku langsung mengangkat sendokku.

"Mau kupukul juga?"

"A.. Anniya!" Daehwi menggelengkan kepalanya takut,

"Jinyoung buka mulutmu, jangan diam saja.. Nanti mulutmu bau ahahahaha.." ekspresi wajah Jinyoung datar sambil menatap Woojin yang meledeknya.

"Dia sedang tidak mood bercanda Woojin.." bisikku, dan Woojin pun terdiam.

"Woojin benar.. Kenapa kau diam saja Jinyoung?" tanya Jihoon, "Aku tidak apa-apa, Hanya saja selera makanku hilang.."

"Ah baiklah.. Tapi jangan telat makan Jinyoung, Tak baik.." aku memberinya nasihat tapi Woojin malah mencubit lenganku hingga aku memalingkan wajahku kearah Woojin.

"Kenapa?!"

"Jangan perhatian padanya.. Kau milikku, Aku cemburu tau!"

"Ahh lebih baik kita pergi saajjjaaa.." ucap Daniel sambil membawa nampannya diikuti Jihoon, Daehwi dan Jinyoung.

"Tuhkan! Mereka semua pergi karenamu Woojin!" aku memarahi Woojin, namun responnya membuatku naik darah.

"Itu bagus ! kita bisa makan berdua.. Ayo suapi aku.."

Aigoo Jinjja Park Woojin.













To Be Continude.

UMJI STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang