Tikung Pt.2

446 82 8
                                        

⇱ Ada beberapa hal yang harus kau waspadai, salah satunya teman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ada beberapa hal yang harus kau waspadai, salah satunya teman.



ANNOUNCEMENT : 30 VOTE TO UNLOCK








Jinyoung Pov

Sejak mengenal Yewon saat Woojin membawanya membuatku senang bukan main, aku pernah mendengar dari kebanyakan orang jika Yewon pernah menyukaiku.

Aku senang, tapi kebahagiaanku harus kutelan karena nyatanya ia berpacaran dengan sahabatku sendiri, Park Woojin.

Jika boleh egois aku harap Yewon berpaling kepadaku meskipun statusnya masih milik Woojin. Tapi aku tak bisa seperti itu,

Setelah pulang sekolah aku berjalan kedalam halaman rumahku tapi sebelum langkahku masuk kedalam, Aku mendengar seorang siswi SMP yang berbincang-bincang menarik perhatianku untuk berdiam untuk menguping pembicaraan mereka.

"Kau tahu? Felix dan Chaewon putus karenaku.. Aku tidak tahu mengapa mereka menyalahkanku nyatanya aku hanya menemani Felix ketika mereka bertengkar hebat.. aku tidak tahu jika Felix ternyata menyukaiku Yujin,.." curhat salah satu siswi SMP bertubuh tinggi,

Ahk aku tidak percaya jika mereka murid SMP nyatanya mereka sangat tinggi.

"Kau yakin mereka putus karenamu?" tanya gadis berambut pendek namun yang berambut panjang malah merengut dan menggidikkan bahunya.

"Intinya jangan pernah mendekati seseorang yang tengah bermasalah dengan pacarnya.. jika putus kau akan disalahkan.." ucap si rambut pendek,

"Dalam kasus tertentu mungkin iya," Akhirnya mereka pun berlalu dari sekitar rumahku.

Sepertinya aku mendapat pencerahan, Mungkin akan terdengar jahat tapi ini satu-satunya jalan agar mereka berpisah.















Author Pov

Yewon dan Woojin kini berada disalah satu warteg terdekat sekolah, karena ini adalah kebiasaan mereka sepulang sekolah makan diwarteg tempat mereka mengobrol sambil bercanda.

Tak lupa juga sikap Woojin yang selalu membuat Yewon tertawa dan gemas, nyatanya pria dihadapan gadis itu tak lebih seperti anak SD.

"Setelah makan kau ikut aku ya, kita sekolahan SD.." ajak Yewon dan itu membuat Woojin tersedak,

"Ngapain?"

"Tempatmu memang disana kan?" Woojin cemberut sambil memakan lauknya dengan kesal.

"Hahaha aigoo ya, Cepat habiskan makananmu kita benar-benar akan ke sekolah SD.."

Woojin mengangguk "Baikl.." ucapannya terhenti ketika ponselnya berdering karena panggilan masuk.

"Sebentar.." Pria itu mengangkat teleponnya dengan nada kesal,

"Ada apa?"

"Kau ini kenapa huh?"

"Apa?.. Aku sedang bersama pacarku sekarang.. kenapa tiba-tiba ingin bertemu?"

"Yaampun kau memaksa.. "

"Baiklah baiklah aku akan kesana.."

Begitulah percakapan yang Yewon dengar, setelah menyimaknya gadis berpipi gembil ini menghentikan acara makannya.

Moodnya hilang ntah kemana, "Kau mau kemana?" tanya Yewon serius.

"Aku harus menemui temanku, Dia baru saja sembuh.. Mianhe," jelas Woojin, kemudian Yewon mengangguk.

"Perempuan?"

"Tidak! Laki-laki.."

Senyum Yewon mengembang, "Baiklah.. Temui dia.. Aku akan ke sekolah dasar sendirian saja.." Woojin menatapnya khawatir. "Kau yakin tak apa?" Yewon membalasnya dengan anggukan.

"Sudahlah! Aku akan selamat sampai tujuan! Bye Chamsaeku.." Pamit Yewon sambil mencium pipi Woojin sekilas.

"Yak! Mulai nakal ya sekarang!" teriak Woojin ketika Yewon sudah keluar dari rumah makan itu.


























Yewon menepati kata-katanya, ia sekarang berada di sekolah dasar, lebih tepatnya dihutan belakang sekolah dasar ini.

Ia ingin mengunjungi peliharaannya, Mbul. Gadis itu sangat merindukan kucingnya itu dan berniat untuk meminta izin agar mengadopsi kucing baru.

Ditengah-tengah hutan, Yewon melihat seseorang yang juga sedang berjalan ditengah hutan. bedanya ia seperti mencari sesuatu,

"Ah.. Ternyata aku punya teman.." gumam Yewon lalu menghampiri orang itu, "Anyeong?" sapa Yewon ketika sudah berada didekatnya.

Orang itu berbalik untuk melihat Yewon namun dengan wajah terkejut, "Kau? Kenapa kesini lagi?"

Senyum pun luntur dari bibir Yewon, "Ah.. Ternyata kau Jinyoung.. Sedang apa disini? Kenapa dari kemarin kau selalu bertemu denganku disini? Kau mengikutiku ya?!"

Jinyoung tertawa lepas, "Mwoya? Untuk apa mengikutimu.. Keponakanku sekolah disini bodoh, Lihatlah! Aku sedang mencari serangga.." ucap Jinyoung sambil menunjukan kandang kecil khusus serangga.

Yewon melirik kearah lain karena malu, "Oh.. Kukira kau mengikutiku.." Jinyoung tersenyum, "Kau kesini karena kucingmu kan?" tebak Jinyoung dan Yewon mengangguk.

"Aku ingin meminta izin untuk mengadopsi kucing baru," ungkapnya, namun Jinyoung malah tertawa kencang.

"Hahaha! Kau ini aneh,"

"Waeyo?! Mbul sudah kuanggap anakku sendiri.. aku harus meminta izin padanya.."

"Kenapa menganggap seekor kucing sebagai anak sementara aku bisa memberimu anak, Hm?" Yewon terkejut sambil menutup mulutnya.

"YAK MESUM!"

Bug!

"Ahk Appa!" Ringis Jinyoung saat Yewon memukul kepalanya,

"Kau benar-benar mesum! Bae Jinyoung!" teriak Yewon geram dengan pria dihadapannya ini.

"Yak! Yak! Hentikan!" Jinyoung menahan lengan Yewon dan mendorongnya kepohon lalu menghimpit gadis itu.

"B..Bae Jinyoung.." Yewon tersentak sambil menatap mata dalam milik Bae Jinyoung, terlihat menyeramkan.

"Sudah selesai? Tenagamu itu seperti anak kecil.. Kau terus menggelitikku Kim Yewon," ucap Jinyoung sambil mendekatkan wajahnya didepan wajah Yewon.

Nafas Yewon semakin tersendat dengan jantung yang berdegup kencang dan jangan lupakan perasaan gugupnya saat memandang wajah Jinyoung.

"B.. Bae.. Jinyoung.." gadis itu terus melafalkan nama Jinyoung ketika Jinyoung memiringkan kepalanya sambil memejamkan mata.




















To Be Continude.

UMJI STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang