Teettttt....
Bel istirahat pun berbunyi.
"Len lo mau ikut ke kantin ga?" Tanya Dinda.
"Hemm gue ikut deh Din, daripada disini boring juga." jawab Alena.
"Yaudah ayo."
Alena dan Dinda pun keluar dari kelas dan langsung menuju ke kantin. Ketika mau menuju ke kantin, Alena melihat seorang cowo berpostur tinggi dan tegap lagi duduk dengan menyenderkan tubuhnya sambil mendengarkan earphone miliknya. Alena pun teringat, jika cowo itu adalah yg tadi pagi ia tabrak waktu mau ke ruangan kepala sekolah tadi.
"Eh Din , tuh cowo siapa si?" tanya Alena kepada Dinda.
"Ohhh cowo itu ya? Dia namanya Alden Leon Wesley kelas XII MIPA 1. Dia adalah seorang Most Wanted disekolah ini, dan dia anak dari pemilik sekolah ini. Banyak si cewe-cewe disini yg suka sama Dia. Tapi ga ada satupun yg diresponnya. Karna dia juga kalo ngomong irit banget , Dia sering mendapat julukan Cold Boy." Jawab Dinda.
"Ohh gitu, iya udah." jawab Alena singkat.
Okee seperti yg Dinda bilang, cowo tersebut adalah Alden Leon Wesley, anak dari pemilik sekolah ini. Dengan ciri-ciri yg ganteng, cool, pinter, dingin, cuek namun Dia sangat jauh dari kata Bad Boy. Dia selalu taat dan mematuhi peraturan yg ada di sekolah ini.
"hemmmm tuhh orang kenapa mukanya kusut bangett kek kaneboo kering." batin Alena.
Teeeetttt... Teeetttt.....
"Hufttt akhirnyaa pulang juga." ucap Alena.
"Yaudah ayok pulang." Ajak Dinda.
"Ehh btw lo dijemput Len?" tanya Dinda.
"Iya nih gue dijemput sama sopir gue." jawab Alena.
"Ohh yaudah, gue duluan ya Len. Byee." pamit Dinda.
"Okee Byee."
Tak Lama kemudian sopir gue pun datang jemput gue.
"Pulang sekarang non? Apa mau mampir dulu barangkali ada yg pengen dibeli?" Tanya pak sopir.
"Eh gausah pak langsung pulang aja, saya capek." jawab Alena.
Ya memang hari ini , hari dimana sangat melelahkan, dimana tadi juga di tambah ketemu sama cowok bermuka kanebo kering itu.
"Mamaaaaaaa... Alena pulanggggg. Yuhuuuuu..." Teriak Alena sesampai dirumah.
"Yaampun sayangg Alena, gausah pake teriak-teriak dong, ini rumah bukan hutan. Lagian telinga mama masih normal." jawab mama kesal.
"Hehehe iya Ma, maaf dehhh." kata Alena.
"Yaudah gih kamu mandi, terus makan. Ntar Mama tunggu di bawah. Ada hal penting yg Mama sama Papa akan omongin ke kamu." ucap Mama.
"Okeee Ma."
Selesai mandi, Alena langsung turun kebawah dan berkumpul di meja makan seperti apa yg diminta sang Mama tadi.
"Ada apa sih Ma kok tumben-tumbenan banget mau ngomong kek nya penting banget ya?" tanya Alena.
"Emmm.. Begini nak, kan kamu tahu sendiri, Papa disini sibuk kerja, dan Mama juga sibuk dengan urusannya. Disini Papa mau ngejodohin kamu dengan anak sahabat papa serekan kerja papa." ucap Fredy sang Papa.
"Uhukkk... Uhukkk..."
Tiba-tiba , ketika Alena sedang menikmati makannya harus tersedak ketika mendengar omongan Papa tadi.
"Kok gitu Pa? Lagian aku masih sekolah." Jawab Alena.
"Iya sayang, Papa tahu. Tapi kan setidaknya kalo kamu sudah menikah bakal ada yg ngejaga kamu tiap hari. Kan ga mungkin Papa jagain kamu. Lagian orang yg mau dijodohin kamu anaknya baik kok." Ucap Fredy menjelaskan.
"Udahlah nak sayang, turutin aja omongan Papa kamu itu. Toh itu juga buat kebaikan kamu." Ucap Mama sambil mengelus punggung Alena untuk menenangkannya.
"Tapi Ma..." Rengek Alena kepada sang Mama.
"Oke, sekarang kamu pilih. Terima perjodohan ini atau---" Papa menggantung ucapannya.
"Atau apa Pa? Papa mau ngancem aku?"
"Atau semua fasilitas yg Papa kasih ke kamu Papa sita semua." ucap Papa.
"Hm oke lah." Jawab Alena pasrah.
Ditempat yg berbeda, seorang laki-laki yg berparas tampan dan juga sudah rapi dengan seragam sekolahnya yg menutupi dengan sempurna tubuh atletisnya tersebut.
"Aku berangkat dulu." ucapnya pamit kepada kedua orang tuanya.
"Alden duduk dulu. Papa dan Mama mau ngomong hal penting sama kamu." Ucap Wijaya Papa Alden.
"Ada apa?"
"Papa sama Mama akan menjodohkan kamu sama anak sahabat Papa." ucap Papa to the point.
Jujur ia kaget mendengar penjelasan dari sang Papa. Bagaimana tidak ia masih duduk di bangku SMA dan sekarang di jodohkan dengan paksa.
"Bagaimana?" tanya Papa.
"Hemm harus gimana lagi, sebagai seorang anak harus nurut. Mau gamau ya terserahlah." Jawab Alden dengan sikap dingin.
Dengan raut wajah yg masih kesal, kemudian dia langsung berangkat kesekolah.
Sesampainya di sekolah, ia langsung di sambut dengan ketiga sahabatnya yg memiliki sifat rada-rada gila lah wkwk.
"Woyyy Bro, diem-diem baekkk." Teriak Arkan.
"Iya nih tumben banget lo tuh muka kusut banget. Lagi ada masalah?" tanya Arsen.
"Bacot lo semua." ucap Alden ketus.
"Wah wahh nihh orang aneh, kita tanya baik-baik malah di jawab gitu." Ucap Aldo.
Ditempat yg berbeda kini Alena berada di Kantin bersama Dinda. Dinda yg dari tadi kebingungan dengan sikap dan raut wajah Alena yg aneh.
"Lo kenapa sih Len?" tanya Dinda.
"Gapapa kok Din. Sans aja." jawab Alena santai.
Hai haiiii gaesss. Segini dulu ya ceritanya. Maaf yups baru up lagi. Author lagi UTS soalnya. Padet banget lagi jadwalnya. Oiyaaaa jangan lupa gaess vote+ komennya💞💖💕
Maaf kalo ceritanya agak gaje😅😂 insya allah part selanjutnya lebih baik😊 Doain ya semoga Authornya sukses UTS.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Husband
Teen FictionDijodohkan? Rasanya agak aneh gimana gitu ya gaesss apalagi impossible banget buat cowok yang bernama Alden Leon Wesley si most wanted SMAN Garuda Jaya, yang dijuluki "Cold Boy" karena saking dinginnya sikap si Alden ke semua orang. Dan selalu cuek...