9. Koray Ditusuk!

214 7 2
                                        

Comment ya! Jangan jadi silent readers oke? Siapa sih yang tega nusuk Koray?! Baca aja deh! 😣😣

           ❤❤❤❤❤❤❤

"No,no. Jangan mengkhayal di siang bolong Sevda" Sevda menepuk kepalanya. Jadi.. itu semua cuma imajinasi doang??

"Sevda jangan diam saja!" Koray masih menggenggam tangannya. Ternyata bukan mimpi!!

"Kau bilang apa barusan?"
"Aku mencintaimu" ulang Koray.
"A..aa..aku..tidak yakin. Maksudku kita bekerja sama untuk mendapatkan kembali orang yang kita cintai. Kau, tidak mencintai Gözde lagi?"

"Ya. Aku tidak mencintainya Sevda. Sekarang aku hanya mencintaimu!" Kata-kata itu keluar dari lubuk hati Koray yang paaaling dalam.

"Aku harus pergi" Sevda berlari keluar disaat teman-temannya yang baru habis dari kantin ingin masuk ke dalam kelas.

"Sevda kenapa?" Tanya Zeynep.
"Tidak tahu. Ayo masuk" balas Gözde lalu mereka semua masuk.

Malam harinya Sevda hanya bisa menangis di kasurnya diam-diam. Hatinya bingung harus memilih siapa. Hatimu, yang terpilih.. (lagunya Rossa kali ah! Ost. Cinta Suci) 😅😂😁

"Siapa yang harus aku pilih?" Pikir Sevda amat sangat bingung. Bingung yang dia alami justru menyakiti hatinya.

Di satu sisi ada Burak. Cinta dan impian masa kecilnya. Di sisi lain ada Koray. Pria yang baru dia kenal dan rekan dalam rencananya memisahkan Burak & Gözde justru mencintainya sekarang.

"Apakah aku harus tetap mempertahankan Burak?" Sevda menyeka air matanya dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.

The Next Day on the Market.

"Aku tidak mengerti. Kenapa bu Hayat membawa kita ke tempat kumuh dan bau seperti ini?" Asya menutup hidung dan menatap jijik sekelilingnya.

"Masih mendingan kita dibawa ke pasar pakaian daripada pasar ikan!" Seru Loçko.
"Kakak, apa-apaan ini?" Gözde membuntuti Hayat yang sedang berjalan dengan cepat diikuti murid-murid yang lain.

"Kepala sekolah sudah setuju. Lantas kenapa kau ribut?" Omel Hayat sambil terus berjalan.
"Kalau kakak mau beli baju kan bisa ajak aku saja. Kenapa harus sampai satu kelas dibawa juga?"

"Sudah, jangan cerewet! Ikuti saja. Anak-anak! Ayo cepat!" Hayat menoleh ke belakang. Pasar pakaian sangat ramai hari itu. Ditambah jalannya sempit lagi!

Yang paling terbiasa dengan kondisi ini sudah pasti Burak dan Sevda. Mereka kan berasal dari keluarga kelas menengah. So, pasar ini sudah sangat biasa.

Beda cerita dengan Asya, Tarhan, dan terutama si rambut hitam pirang itu, Koray. Mana pernah dia menginjakkan kaki di pasar?

Ogah. Baju aja asisten yang belikan. Ini sih manja lebay ya!😟
"Hei!!" Seru seorang lelaki tua berjanggut saat ditabrak Koray.

"Maaf" Koray buru-buru menjauh.
"Bu, kenapa ibu membawa kami semua kesini?" Tanya Loçko.
"Apa ibu ingin membelikan kami baju?" Mata Emoji berbinar-binar.

"Tepat sekali!! Silakan ambil baju sesuka kalian!!" Seru Hayat memberi aba-aba.
"Serius???" Tanya mereka kaget. Hayat mengangguk.

"Yeeey!!!" Mereka semua langsung sibuk keliling lapak demi lapak mencari pakaian yang cocok untuk mereka kenakan.

"Apa?! Kakak kau sakit ya? Ada apa denganmu?? Hari ini kau ataupun aku tidak berulang tahun. Dan tidak ada hal spesial hari ini!" Seru Gözde kaget.

"Ini hadiah karena kalian sudah menjadi murid yang baik di kelas dan tidak lagi membuat onar seperti sebelumnya" Hayat melirik Koray yang sedang berdiri mematung menyaksikan pemandangan di sekelilingnya.

CINTA CANTIK [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang