6. Album Bu Birtanem

225 7 1
                                        

Cihuy! Balik lagi! Diatas itu fotonya Sevda sama Gözde (dibalik layar). Akur banget ye! Pelukan bareng! Ini dia

                   ~❤      ❤      ❤~

Seminggu kemudian...

"Lihat album bu Birtanem itu" Locko menunjuk tumpukan kaset lagu bu Birtanem di atas meja kantin. Semua teman-temannya melihatnya dengan heran.

"Ada apa?" Tanya Bariyer.
"Sudah seminggu lebih dijual tapi belum ada yang laku. Palingan cuma 5 biji atau 10 biji yang laku"

"Iya ya. Aku curiga, jangan-jangan suara bu Birtanem itu sebenarnya jelek" ujar Aragaz.
"Jangan berburuk sangka dulu. Siapa tahu memang bagus kan?" Tegur Sevda. Burak dan Koray sudah sekolah seperti biasanya.

"Aragaz benar anak-anak" Hayat menghampiri mereka.
"Bu Hayat? Kau disini? Silakan duduk" Emoji memberikan kursinya kepada Hayat.
"Terima kasih banyak Emoji"

"Jadi, maksud ibu apa kalau Aragaz benar?" Tanya Burak.
"Jadi, seminggu yang lalu produser rekaman lagunya datang ke sekolah"

"Serius?" Mereka nampak terkejut
"Yaa. Dia datang untuk menagih biaya produksi lagunya. Dan bagian yang paling mengejutkan adalah.." Hayat menunduk seperti ingin berbagi rahasia. Semua ikut menunduk di meja, penasaran.

"Apa bagian terbaiknya?" Tanya Gözde. Hayat memelankan suara.
"Suaranya ternyata sangat parah"
"APA???!" Mereka sangat terkejut.
"Benar!Jadi kalian sekarang harus berusaha meminta rekaman lagu aslinya dari produser lagu itu"

"Itu masalah kecil bu Hayat. Serahkan saja kepada kami!" Locko tersenyum. Yang lainnya mengangguk.
"Iya bu. Anggap saja sudah beres" dukung Emoji.

"Baiklah. Aku percaya kepada kalian semua. Semoga berhasil!" Hayat tersenyum lalu pergi.
"Pertama, kita harus memanggil produser lagu itu!" Seru mereka.

Gözde sedang berjalan terburu-buru di koridor kelas dan tak sengaja menabrak Burak.

"Ouh! Maaf Burak. Aku benar-benar tidak sengaja" katanya karena melihat Burak sedang membawa 2gelas kopi dari kantin
"Tidak Gözde. Justru akulah yang harus minta maaf karena sudah menabrakmu juga. Sebagai permintaan maafku, ini"

Burak memberinya 1 gelas kopi.
"Untukku? Terima kasih" Gözde tersenyum. Mereka tidak sadar kalau Sevda sedang mengamati mereka dari kejauhan.

"Oke. Kalau begitu aku pergi dulu" Gözde pergi. Tibalah Sevda.
"Aku pikir, kopi itu untukku" sindirnya. Burak bingung.
"Ya. Itu memang sebenarnya untukmu. Tapi karena aku menabrak dia, jadi kuberikan satu kepadanya"

"Tapi kau sudah bilang maaf kan? Apa perlu sampai seperti itu?"
"Sevda, kau ini sebenarnya kenapa? Akhir-akhir ini aku lihat kau banyak berubah? Ada masalah apa hm?"

"Aku yang seharusnya bertanya itu kepadamu Burak. Kau sendiri tidak sadar apa yang telah kau lakukan padaku!" Sevda pergi dengan kesal. Burak bingung. Dia itu anak yang sangat mandiri.

Dia tinggal bersama ibu dan adik laki-lakinya yang lumpuh dan duduk di kursi roda. Ia tidak mampu membiayai operasinya.

Dia juga menjadi tulang punggung keluarganya setelah ayahnya meninggal. Selain main bola dia juga bekerja di tempat pencucian mobil. Pokoknya apapun job yang datang dia pasti akan selalu menyanggupinya dan yang penting halal.

Malam harinya, Koray sedang duduk-duduk sambil bermain video game bersama Tarhan. Sedangkan Asya duduk dengan bosannya.

"Aku harap kau tidak merasa bosan Asya" ujar Koray tanpa melihat Asya dan serius kepada gamenya.

CINTA CANTIK [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang