Ke Dua Belas: Terbalaskan WARNING! 18+++++

2.7K 169 53
                                        

~ Secret Director And Assistant ~

Danger! Typo!

Yuju memangku Jeno masuk ke dalam pangkuan tangannya, menimang-nimang punggungnya dengan tepukan lembut.

Jeno masih saja menangis, Yuju menidurkan kembali di ranjang.

Ia segera membuatku susu untuk Jeno, setelah memakan waktu yang cukup lama.

Dot bayi yang ia genggam mulai di susukan ke dalam bibir Jeno yang mungil, bayi itu terlihat tenang dan menikmati.

Buih keringat yang menempel di area kening si bayi, Yuju mengusap pelan dengan telapak tangan halus nya.

Bayi itu merespon dengan senyuman murni yang terbentuk secara alami, membuat Yuju mempunyai kebahagiaan tersendiri.

Ia memasukan jari telunjuk tangan kanannya ke dalam genggaman tangan sang bayi, Jeno mengeratkan jari jemari tangannya menggengam erat.

"Kenapa pegang jari Ibu, kamu tidak rela ibu pergi hm...." ucap Yuju dengan suara gemesnya

Bayi Jeno hanya tersenyum dan tersenyum mendengar setiap ucapan Yuju yang terus mengajaknya berbicara.

Tak berapa lama suara pintu tertutup menjadi sebuah pengacau yang membelah suasana hangat.

"Jungkook." Yuju sedikit mendongak wajahnya, karena posisi berbaring ke samping yang sedang menghadap ke tubuh bayi

"Apa anak itu sudah mendapat perhatianmu?" Jungkook terlihat kesal, senyum yang tak terlihat dengan gerakan jalan yang nampak malas berjalan

"Kau merajuk pada seorang bayi yang tidak bisa melawanmu, lupakan dendam," balas Yuju setelah memperhatikan tingkah sebal suaminya

"Pergi begitu saja... apa pantas kau meninggalkan suamimu, ketika kita sedang berhubungan. Apalagi...." curahan kekesalan Jungkook di cerca Yuju

"Kita tidak bisa melanjutkan percintaan dengan tenang kalau bayi kita sedang menangis meminta perhatian, kamu sudah dewasa kan?" Yuju sedikit membuka mulutnya, menyatakan pertanyaan pada sang suami

"Iya." jawab Jungkook sambil menggerakkan alis turun ke bawah, mengatakan kalau pernyataan Yuju benar adanya

"Berarti kamu harus mengalah, sudah menidurkan bayinya kita lanjutkan lagi." Yuju menurunkan kepalanya ke atas bantal, ia kembali dengan tenang dan memandangi sang bayi

Jungkook kalah berbicara oleh Yuju, akhirnya ia mengalah berdiri diam di depan ranjang.

Namun kediaman nya semakin menimbulkan rasa bosan dan gundah, ia segera naik ke atas kasur berbaring di samping tubuh Yuju.

Melingkarkan tangan kanannya memeluk pinggang Yuju, hembusan napasnya menyebar sampai menusuk-nusuk bulu kuduknya menimbulkan hawa merinding di sertai rasa takut.

"Yuju!"

Suara parau dari seorang Jungkook yang terdengar halus menyayat jantung Yuju, tak kalau dirinya harus bergelut dengan perasaan yang bimbang.

Secret Director And Assistant (Jungkook - Yuju) *Selesai*Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang