Empat Puluh Delapan: Jalan Terbuka Lebar

825 95 12
                                        

~ Secret Director And Assistant ~

Warning!!!typo!!!

Author pov

Yuju berhasil naik ke atas punggung Jungkook, tawa mereka menghidupkan suasana di dalam rumah.

Yuju menarik rambut Jungkook dengan jari tangannya, suaminya melirik ke atas menatap istrinya dan tersenyum.

"Lepaskan Yuju!" Jungkook pura-pura merasa sakit

"Tidak!" Yuju malah tertawa, ia di bawa berjalan ke arah ruang tamu

Di atas gendongan Jungkook, ia merasa bahagia.

Jungkook bercanda ria dengan Yuju, tanpa di sadari ada seroang wanita tua tengah duduk di sofa ruang tamu memperhatikan tingkah mereka.


"Yuju turun atau aku jatuhkan kamu?"

"Tidak, hehehe...." tawa Yuju kedua tangannya masih mencengkram rambut suaminya

"Kamu sedang hamil besar, ingat itu!" ucap peringatan Jungkook

"Maka nya jangan pergi, temani aku di sini," balas Yuju tak mengindahkan peringatan Jungkook

Di saat Jungkook bertatapan hangat dengan sang istri, di situlah wanita itu merusak suasana romantis mereka.


"Apa setiap hari itu yang kalian lakukan," tegur si wanita tidak tahan melihat tingkah pasangan suami istri di depannya

Jungkook melihat ke sumber suara, iya pun kaget dengan kedatangan wanita yang tengah menatap ganas padanya.

"Nenek," panggilan Jungkook membuat Yuju mengikuti arahan mata suaminya, segera turun dari punggung nya

Yuju merapikan pakaian nya yang sangat berantakan, lalu berdiri di samping tubuh Jungkook.


"Dia siapa," bisik Yuju pelan, agar tidak terdengar oleh wanita tua itu

"Nenek ku, cepat pergi mandi pakai baju yang sopan," balas bisik Jungkook

Yuju langsung mematuhi perintah suaminya, ia pergi masuk ke kamar.

Jungkook mengambil napas panjang, sembari berjalan menghadap sang nenek.

Patuh dan pendiam Jungkook duduk di hadapan neneknya, sebagai seorang cucu yang baik ia perankan dengan apik.

"Masih pagi sudah buat keributan, apa kau belum juga dewasa. Anak mu akan segera lahir, tinggal menghitung Minggu saja," ceramah sang nenek di mulai

"Hmm...." jari telunjuk Jungkook menggaruk bagian belakang kepalanya, tersirat rasa canggung di hatinya

"Membahagiakan istri tugas seorang suami, aku sedang menghiburnya Nek, sudah 3 Minggu lebih aku tidak memperhatikan kondisinya," ucapan pembelaan Jungkook mengapa ia berbuat seperti tadi yang nenek nya lihat

"Nenek sudah mengatur pekerjaan mu di handle oleh paman mu, kenapa masih saja pergi ke kantor," greget si nenek pada sang cucu yang tidak mendengarkan kata-katanya

"Jungkook ingin menambah masa libur satu bulan setelah Yuju melahirkan, jadi terpaksa ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas," sahut gerogi Jungkook

"Tindakan mu memang selalu beda, ya sudah... laksanakan sesuai rencana mu, tapi ingat!!" Nenek mengembuskan napas lelah

"Kamu tidak boleh mengabaikan istrimu, dukunglah dia dan terus dampingi!" pesan si Nenek

Secret Director And Assistant (Jungkook - Yuju) *Selesai*Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang