"Berangkat dulu,ma. Assalamualaikum." Pamit Galen setelah mencium tangan Mamanya. Leta Jovanka.
"Waalaikumsalam, hati-hati ya." Balas Leta dengan senyuman.
Galen mengangguk dan langsung melajukan mobil nya.
***
"Pagi brey." Sapa Ansell pada Galen yang baru datang.
"Ya." Jawab Galen ketus.
"Pagi El." Sapa Ansell pada Elvan.
"Ya." Jawab Elvan ketus meniru gaya Galen.
Ansell ketawa kecil. "Tumben berangkat bareng? Kapan janjiannya?"
"Gaklah, males banget berangkat bareng dia. Tadi ketemu di koridor." Ucap Galen.
"Siapa juga yang kepingin bareng sama lo!" Balas Elvan.
"Gue sebenarnya udah dari tadi nyampe. Cuma ada panggilan alam." Sambungnya.
"Oh." Ansell mengangguk.
"Dengar-dengar ada anak baru seangkatan kita lo." Ucap Elvan.
"Tau darimana?" Tanya Galen.
"Anak kelas lain waktu gue boker." Elvan cengengesan.
Teng...Teng..teng..
Bel berbunyi, jam pertama di mulai.
"Gue balik ke tampat gue dulu, semangat sama gebetan nya yak." Ucap Ansell menggoda Galen sambil mengarahkan pandangannya pada Aileen.
Galen menoyor kepala Ansell. Tapi langsung di tepisnya.
Bu Yonna masuk ke kelas.
"Baiklah, ada yang ingin ibu sampaikan. Daftar piket ada sedikit perubahan,Kalian bisa lihat di dinding belakang nanti...." Bu Yonna memulai pembicaraannya.
Galen tak memperhatikan pembicaraan Bu Yonna, ia lebih memilih untuk membaca novel.
Beberapa saat kemudian, Galen terkejut mendengar nama seseorang. Orang yang se SD dengannya dulu. Orang yang menjadi bahan bully teman-temannya.
"Perkenalkan nama saya Nadine grizelle. Biasa dipanggil Nadine. Salam kenal semua." Ucap siswa baru tersebut.
Mata Galen langsung tertuju pada Nadine.
Bu Yonna mempersilahkan Nadine untuk duduk.
Nadine berjalan menuju kursi kosong yang berada di samping Galen.
Nadine tersenyum, Galen membalasnya.
Galen tak menyadari kalau Aileen memperhatikannya.
"Na..." Galen kembali menutup mulutnya. Galen ingin menyapa Nadine tetapi terhambat oleh Nadine yang keburu memakai earphone nya.
Galen melanjutkan membaca novelnya.
Saat Bu Yonna memberitahukan bahwa masih ada murid pindahan, Galen tak memperdulikannya sampai mendengar sorakan kagum para siswa cewek di kelasnya.
Galen mengalihkan pandangannya pada Aileen yang juga ikut-ikutan kagum dengan anak baru itu.
"Lo suka?" Galen membatin.
Galen terdiam melihat tingkah Aileen yang matanya selalu tertuju pada anak baru itu. Raka Mahaprana.
Galen kembali melanjutkan kegiatannya.
Saat Bu Yonna memberitahu kalau dia tidak meninggalkan tugas, Galen tak memperdulikannya.
"Bro." Seseorang menepuk pundak Galen dari belakang.
Galen menoleh kebelakang.
"Apa?" Tanya Galen pada Raka.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Feeling
Teen FictionJangan menilai dari awalnya saja. Kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Entah itu menyenangkan,membosankan,ataukah menyedihkan. Ini cerita tentang rasa yang kesadarannya sangat lambat. Butuh orang-orang untuk menyadari perasaan ini. Berawal...
