07

74 10 0
                                    

WARNING TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
.
HAPPY READ SEMUAN:)

TAKDIR TERLALU BAIK PADA KITA HINGGA KITA DIPERTEMUKAN SEPERTI INI
WALAU INI SUDAH LAMA NAMUN MASIH MENYAKITKAN DAN BERBEKAS.
LUKA LAMA ITU SEKRANG MENJADI BARU TERLALU SAKIT UNTUK SAAT INI

TAKDI MEMANGLAH ADIL HARI INI IA TELAH MEMBUKTIKANNYA. TERIMAKASIH KAU TELAH MENJADI CAHAYAKU. TERIMAKASIH TELAH INGIN MEMBUKA HATIMU.

○/\/\/\○

Irene pov off

"Mingyu..." irene reflek mengucapkan mengucapkan nama itu ketika ia mengingatnya.

Gugup,, hanya itu yang terlihat dari irene. Ia seperti menghindari kontak mata dengan mingyu. Ia menyebut kan namanya namun tak ada seorangpun yang mendengannya.

Sementara wonwoo bersikap senormal mungkin didpam mereka berdua. Ia mulai memasuki ruangan itu dan berdiri agak jauh dari ranjang sang kakak. Ia terlihat canggung. Mingyu hanya menyengir melihat kelakuan adik kakak ini.

Mingyu melihat teman seulgi yang sama sekali ia tak mengenalnya. Tapi ia merasa ada sesuatu dalam dirinya entah apa itu. Ia terlihat gelisah,ada apa dengannya?

"Emh... sepertinya aku harus pulang sekarang." Ucap irene sedikit bimbang.

"Ada apa?" Tanya seulgi melihat sahabatnya yang terlihat gelisah bahkan sekrang ia berkeringat.

"Emm... itu ibuku menyuruhku untuk pulang." Ucapnya sembari berdiri dan mengarah keluar.

Ia sempat berhenti di saat ia berpapasan dengan mingyu. ' apa benar dia, itu mingyu?' Pikirnay dalam hati. Ia melangkah kan kakinya membuka pintu dan mengucapkan selamat tinggal.

Oke,, sekarang hanya ada wonwoo seulgi dan mingyu. wonwoo tampak gugup dan seulgi hanya membeku tak percaya. Dipandangnya adiknya yang tampan itu.

"Seulgi aku minta maaf atas perbuataku, jangan pikirkan yang lalu..." wonwoo berbicara dengan malas dan menunjukan raut muka yang sangat terpaksa.

Ia mulai berbalik dan pergi keluar. Mingyu tampak bingung dan harus melakukan apa dengan kelakuan wonwoo.

"Noona... saya minta maaf atas kelakuan wonwoo..." ucap mingyu formal.

"Hem..." seulgi menghela nafas beratnya.

" tak apa aku sudah terbiasa dengan sikapnya bahkan ia tak pernah bicara sehalus itu kepadaku." Lanjut seulgi sedih.

"Jinjja?"

"Ya,, entah kenapa ia sangat membenciku. Setiap kali aku kembali kerumah pasti ada saja kata kata yang lontarkan dengan begitu menusuk. Walau aku sering mendengarkan kata kata itu namun aku ingin sekali menangis."

Air mata seulgi mulai mengalir. Mingyu mendekat pada seulgi dan duduk di kursi yang ada disamping ranjang mewah yang seulgi miliki.

"Tenanglah nuna... aku yakin bahwa suatu nanti wonwoo pasti akan menghargaimu sebagai seorang kakak. Wonwoo pasti akan berubah,aku yakin." Ucap mingyu dengan mata yang berbinar binar.

Ia mengepalkan tangannya bersemangat. Itu membuat seulgi tertawa dalan tangisnya.

"Gomawo...mingyu-ya..kau yang terbaik." Seulgi mengancungkan jari jempolnya dan tersenyum.

It's My Story| JIMIN X SEULGITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang