09

62 6 0
                                    

HAPPY READ SEMUAN

JANGAN MENYUSAHKAN DIRIMU
BUATLAH ITU MENJADI MUDAH, MENGERTI?

1...2...3...

TYPO ADA DIMANA MANA!

_/\_
(×_×)
(            )
\_/\_/

JIKA SAJA AKU TAU SEMUA AKAN BERAKHIR
TAK AKAN AKU BERSAMAMU DALAM HUJAN INI

APA ITU YANG KAU SEBUT DENGAN TEMPAT KEBAHAGIAAN?
APA KAU BISA MEMPERCAINYA SEBAGAI TEMPAT PELAMPIASAN?


JANGAN BODOH!
DIA BISA SAJA MEMBOHONGIMU
AKU TAK TAU PASTI TAPI AKU SUDAH MERASAKANNYA.

mian

)=/\=(

IRENE HOME

Tok...tok...tok....

Aku mengetuk pintu irene dengan pelan. Tak lama kemudian keluarlah seorang paruh baya yang masih terlihat fahsioneble  diumurnya sekarang.

"Ah...seulgi-ya Apa irene menyuruhmu tuk kemari?" Tanya ibunya padaku.

"Nde..ahjumma.." aku menganggukan kepalaku.

"Ah... anak itu selalu saja merepotkan orang lain. Jika Seperti itu mari masuk..."

Aku hanya menyengir dan masuk kedalam rumah irene. Rumahnya tak begitu besar dan mewah,namun terkesan luas dan modern. Sangat mengehemat ruang.

"Irene-ah... bagaimana keadaanmu? Apa masih demam?" Tanya ku setelah memasuki kamar irene.

Aku melihatnya berbaring diatas kasurnya. Kamarnya masih sama seperti dahulu. Kamar bernuansa ungu dan dihiasa foto fotonya waktu kecil.

"Hem...gwenchana. aku sudah sembuh..." jawabnya  lemas.

"Aigo...sahabatku ini masih sakit apa perlu aku hubungi tae agar hilang panasmu?" Rayuku padanya.

Wajahnya memerah ketika aku merayunya. Wajahnya begitu lucu dan imut.

Aku berjalan menuju meja yang berada diujung ruangan. Melihat satu persatu foto yang terpajang diatasnya dan juga di dinding. Aku berkata sambil menyentuh foto seorang namja yang berwajah imut "foto itu...."

"Hem.....apa kau berfikiran yang sama?"

"tidak mungkin, jika itu dia mengapa dia bukan bersamamu irene-ah..." ucapku tak percaya.

"Itu...mungkin terjadi, tempo hari appa dan namdongsaeng ku terlibat kecelakaan. Kukira Appaku dan dia sudah tiada... tapi kemarin ia membuktikan bahwa semua kejadian itu tidak benar...."

Irene menangis saat ia mengatakannya. Aku segera menghampirinya dan memeluknya. Air mataku juga ikut keluar bersama pelukan kami, pelukan yang begitu hangat.

"Ini pasti yang membuatmu jatuh sakit dan shock ya..." ucapku perlahan dan lembut.

"Hiks...sekarang aku harus apa seulgi-ya?" Isaknya dalan pelukanku.

It's My Story| JIMIN X SEULGITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang