GADIS ITU LAGI

6 4 0
                                        

13.09

Namaku Muhammad Farhat, biasa dipanggil Farhat. Aku salah satu mahasiswa yang sedang menyusun skripsi untuk kelulusan ku. Aku adalah anak dari Abi  Ammar, seorang dokter sekaligus pemilik pondok pesantren an-nur dan Umi Anum, seorang IRT dan otomatis menjadi pengurus pesantren an-nur. Aku mempunyai seorang abang bernama Yusri yang berbeda 2 tahun dengan ku. Aku besar dilingkungan yang sangat kental dengan ajaran agama islam, yang selalu menjadi pengarah dan pembina dalam hidupku.

- - -

"Oi Farhat, milih jadwal rapat yang bagus sikit kenapa, jangan ganggu gue main game mulu" Dimas datang dengan mimik wajah yang penuh dengan rasa protesnya karna ia terpaksa menghentikan game online nya karna ada rapat untuk acara universitas.

"Haha kenapa emang Dim?" tanya ku sambil terkekeh melihat kelakuannya yang tak kunjung dewasa.

"Timingnya itu loh Hat, gak pas banget, percuma punya temen ketua panitia tapi tetep aja ganggu gue main game" lanjutnya sambil duduk disamping ku diruang rapat himpunan.

"Oh gitu yaa? Jadi temenan sama gue karna ada manfaatnya aja? Manfaatin gue nih ceritanya?" candaku sambil membuka dan memeriksa lembar perlembar bahan untuk rapat nanti.

"Yaiyalah, ngapain berteman tapi gaada manfaat, kalo berteman malah bikin rugi, mending gausah berteman, kalo saling menguntungkan kan lebih bagus Hat" jelasnya dengan nada angkuh yang dibuat buat.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar jawaban dari Dimas.

- - -

"Ahh akhirnya selesai juga rapatnya, kantin yuk Hat" ajak Dimas tepat setelah para panitia meninggalkan ruangan seperti tak sabar ingin memberi makanan pada perutnya yang sudah kosong.

"Balen, OTW" jawabku-yang langsung direspone Dimas dengan kerutan di keningnya-sambil membereskan lembaran kertas yang berserekan di meja.

"Canda Dim canda, selo ajalaa" sambungku sebelum keluar suara repetan khas emak-emak ala Dimas sambil bangkit dari tempat duduk ku.

Aku berjalan berbarengan dengan Dimas yang sibuk mengotak-atik handphone nya karna sedang bermain game PUBG.

Terdengar sayup-sayup suara nyanyian dari ruang kelas musik, membuatku melirik sekilas ke ruang tersebut, namun melihat seseorang yang tak asing membuatku menunda langkahku untuk melihatnya sedikit lebih lama lagi.

Seribu kata menggoda
seribu sesal di depan mata
seperti menjelma
saat aku tertawa
kala memberimu dosa
ooo...maafkanlah
ooo...maafkanlah

reff: rasa sesal di dasar hati
diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari
kenyataan ini
pernah kumencoba tuk sembunyi
namun senyummu
tetap mengikuti.

Mataku tak henti menatap wanita itu, wanita yang sedang bernyanyi sambil bermain gitar itu, wanita yang sama dengan wanita yang berdiri di bawah pohon bersama dengan sebongkah emosinya. Bukan hanya raganya saja yang sama, namun juga aura yang ia pancarkan, mata yang penuh dengan emosi yang tak bisa ku tafsirkan, semuanya begitu sama, seperti aku mengulang kembali waktu pertama melihat gadis itu.

"We bro, ngapain sih?" Dimas menepuk pundak ku. Melihatku tak merespon, Dimas mengikuti arah pandangku, menemukan gadis yang ku pandang sejak tadi.

"Widih, manis banget, yang begini toh selera kamu, hat" kata Dimas sambil menyenggol lenganku.

Astaghfirullah. Batinku

"Paan sih Dim, jangan sok tau deh" aku memutuskan untuk pergi sebelum Dimas mengada-ngada dengan prasangkanya.

Aku nenyusuri lorong kampus, berjalan lurus menuju kantin. Terlihat 3 gadis berhijab yang sedang berdiri dipinggir lorong kampus.

"Eh Farhat tu sa" salah satu gadis menyadari keberadaanku dan Dimas.

Pandangan Annisa mengikuti arah pandang temannya itu.

"Mas" tegurnya dengan senyuman lebar diwajahnya.

Aku membalas senyumannya sambil menganggukan wajah ku sedikit dan melewati kelompok gadis yang sedang menggoda Annisa-melanjutkan langkah ku ke kantin.

Bersambung...

—————
Siapa ya Annisa? Ada hubungan apa Annisa dengan Farhat?

Terus baca cerita Pick Up Happiness untuk menegetahui jawabannya yaa ><

Update: every Sunday

Sausan butuh kritik dan saran readers ni, bisa comment apa yang kurang atau ada opini yang membangun yaa ><

Jangan lupa tap ⭐️ kalau kalian menyukai cerita ini, dan share ke teman-teman kalian yaaa 🥰

-sausan-

Pick Up HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang