Ekskul yang dinanti-nantikan Charisa akhirnya membuka pendaftaran. Ekskul konseling teman sebaya, di mana setiap siswa direkrut untuk menjadi konselor teman sebaya yang dibawahi oleh guru BK. Para siswa yang berhasil masuk ke ekskul tersebut dibina...
Suasana pagi hari di sekolah begitu sepi, tidak ada terlihat satu pun orang. Yah, kecuali satpam depan yang memang sudah berjaga. Setelah melewati sapaan pak satpam, mobil yang dikemudikannya pun melaju menuju parkiran khusus mobil. Dan lagi, tidak ada satu pun mobil yang terparkir, baru mobilnya yang ada.
Charisa, gadis cantik dengan rambut yang diikat satu layaknya ekor kuda itu menengok ke sekitar parkiran dengan posisinya yang masih betah di depan stir mobil.
“Ini gue yang terlalu bersemangat ke sekolah atau ada libur dadakan?” Gumamnya sembari mengambil tasnya yang ia taruh di kursi di sampingnya.
Kemudian gadis itu membuka pintu mobil, berjalan keluar dengan masih menoleh ke kiri dan kanannya. Lalu ia memandang langit pagi yang nampak masih diselimuti awan gelap. Ya karena subuh tadi itu hujan. Wajar saja kan langit masih terlihat mendung, iya kan?
Charisa pun terlihat panik ketika ia mulai berjalan menuju lorong sekolahnya, benar-benar tidak ada satupun siswa yang berada di sekolah. Dan kemudian ia baru tersadar saat melihat jam di pergelangan tangan kirinya.
“Oke, gue diboongin nyokap, lagi.” gerutunya kesal setelah sadar ini masih jam setengah enam pagi.
Mamanya memang usil sekali, sudah beberapa kali ia percaya dengan teriakan mamanya di pagi hari. Oke ralat, subuh hari. Dan terjadi lagi pagi tadi, salah dia juga tidak melihat ke arah jam lagi dan buru-buru mandi serta menghabiskan sarapannya tanpa mengecek lebih dahulu sudah jam berapa.
Biar lah sudah pikirnya kalau begini keadaannya. Pantas saja jalanan terlihat sangat sepi, ya masih subuh begitu. Baiklah, besok-besok dia harus ingat kalau mamanya memaksanya bangun pagi dia harus mengecek lebih dahulu jam berapa yang benarnya. Kecuali, dia lupa lagi.
Charisa pun meneruskan jalannya menuju kelasnya yang ada di lantai dua, namun sebelum itu langkah kakinya sempat terhenti ketika melihat mading sekolah. Mading itu tetap seperti biasa, penuh dengan selebaran pengumuman, kadang ada nilai ulangan di tempel, berisi poster hasil pemenang lomba, dan oh! Ada pengumuman yang baru ditempel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“AKHIRNYAA!!” Pekik Charisa girang setelah melihat kalimat pembuka dari pengumuman itu.
Gadis itu meneliti dengan serius setiap kalimat yang tertera, dan berakhir pada persyaratan yang sangat disyukurinya karena untuk persyaratan itu sendiri dia sudah lolos, dan dipastikan untuk seleksi berkas dia berhasil melewatinya. Lalu ada ujian tertulis dan tes wawancaranya. Oke, tenang, dia pernah juga melewati seperti itu pada saat SMP dulu.
Pengumuman baru yang tertempel di mading itu menyebutkan bahwa ada pendaftaran bagi seluruh siswa kelas 11 untuk ekskul Konseling Teman Sebaya. Ekskul KTS memang lumayan banyak diminati karena bisa sekalian mendekati cowok-cowok ganteng yang dinilai badboy sekolahan sekaligus mendapatkan ilmu mengenai konseling yang benar. Yah, begitu lah kata teman-teman seangkatan Charisa yang banyak menginginkan masuk ke ekskul tersebut.