Day 10

698 79 121
                                    

Happy satnight 😏
Semoga Day 10 ini bikin kalian...
Sambil dengerin lagu di atas ya.. 👆
So, happy reading 😊

(Vote dulu bisa? Soalnya lumayan panjang day 10 ehehe)

📝📝📝

"Cause you've been hurt before
I can see it in your eyes
You try to smile away, some things you can't disguise
Don't wanna break your heart
Baby, I can ease the ache,
So let me give your heart a break."

📝📝📝

Alis Charisa bertaut saat membaca satu pesan masuk dari grup Line yang selalu ramai setiap saat itu, “Again?” gumamnya pelan,

“He’um.” Friden menyahut, cowok itu tengah membuka handphonenya juga sembari menatap Charisa sebentar, lalu ke layar handphonenya lagi.

“Kok tiba-tiba begini ya?” Heran Charisa,

Friden pun mengendikkan bahunya, “Gue cuman denger sedikit sih dari kakel, yah you know lah siapa, ibu Tina lagi ngurus berkas. Katanya buTin jadi saksi kunci, eh apa ya bahasanya, pokoknya ibu Tina bakal ada dipersidangan nanti.”

What? Wait.. Persidangan? Maksud lo—“

“Ya,”

Charisa mengigit bibir bawahnya, setelahnya ia bergegas untuk kembali ke suatu tempat setelah tadi membaca pesan singkat dari grupnya, ya grup KTS-nya yang diisi dengan teman-teman satu organisasinya, Joa dan Ibu Tina.

Baru beberapa menit yang lalu pesan masuk dari ibu Tina yang mengabari kalau materi akan diterangkan lagi minggu depan, ibu Tina hanya menjelaskan ada urusan yang harus dilakukannya. Tidak dijelaskan lebih lanjut apa urusannya guru BP yang kelihatan selalu sibuk itu.

Dan ketika Friden mengatakan kalau ada rumor kalau ibu Tina terlibat dengan persidangan akan dilaksanakan awal bulan nanti semakin membuat Charisa harus mempercepat pencariannya. Ia sudah muak dengan semua rahasia yang seperti memiliki kode satu sama lain.

Charisa hanya tersenyum kecut saat ia berjalan menuju ruangan, ia melihat dari jauh cowok itu. Iya, benar-benar cowok itu, dan ia diacuhkan begitu saja.

Kenapa juga gue harus kecewa?” gumamnya pelan saat tadi mata mereka berpandangan dan cowok itu memilih untuk menghindari kontak mata mereka.

Charisa semakin tidak mengerti dengan cowok aneh itu, dia benar-benar membuat Charisa harus berpikir banyak dan gadis itu paling malas berpikir. Yah, setidaknya untuk urusan yang menurutnya tidak penting seperti itu. Tapi entah kenapa, memikirkan cowok itu jadi penting untuknya.

📝📝📝

“Nggak ada tempat yang bagusan dikit buat ngedate di sekolahan?”

Deven terkekeh pelan mendengarnya, lantas ia menarik tangan kekasihnya itu untuk duduk di sisinya. Di antara tumpukan berkas yang harus diseleksinya lagi. Benar-benar kerjaan yang membuatnya lelah, setidaknya untuk satu minggu ke depan hingga masa pergantian jabatan nanti.

“Kenapa sih, misuh-misuh mulu?” Ucapnya sembari menyelipkan rambut Anneth ke belakang telinga gadis itu,

Anneth menghela nafas beratnya, ia berusaha untuk memberikan senyum termanisnya. Lalu matanya mengarah pada tumpukan berkas-berkas, data orang-orang yang mencalonkan diri untuk jadi calon ketua osis.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The RevealedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang