9

46 3 0
                                    

Pemandangan yang kali ini dilihat Wormy menambah stress pikirannya. Terlalu banyak kejadian yang terjadi hari ini. Milton yang rupanya juga melihat merasakan apa yang dirasakan oleh Wormy. Bagaimana tidak, kepala keluarga mereka sedang menghunuskan pedangnya ke perut Janice. Keluarga Queen terakhir. Padahal beberapa hari yang lalu mereka semua berusaha menyelamatkannya. Sekarang malah ketua mereka sendiri yang membunuhnya.

"Jangan terkejut, tetapi bersiaplah. Perang sudah di mulai."

Kalimat yang diucapkan Chalcondilas meyakinkan Wormy dan Milton bahwa yang dilakukannya adalah yang terbaik. Tapi kenapa? Pertanyaan alasan kenapa Chalcondilas membunuh Janice masih membuat mereka penasaran.

"Aku tau tuan ingin bicara denganmu, aku akan membereskan tubuh Janice dan kotoran lainnya," kata Milton melihat keadaan. Ia tau, Chalcondilas membutuhkan Wormy.

"Tuan, ada perkembangan pada Adelle, mari kita melihatnya," ajak Wormy pada Chalcondilas.

-----------------------

Lorentz dan Heinrich telah menunggu kedatangan Frankenstein di ruangannya. Lorentz duduk di singgasananya sedangkan Heinrich dan beberapa pengawalnya berjejer rapi di samping kiri dan kanannya.

Tak berapa lama, James dan Frankenstein berjalan melalui para pengawal lalu membungkuk ketika telah berdiri di depan Lorentz.

"Salam tuan, saya kesini ingin berterima kasih karena tuan telah mengirimkan James untuk membantuku," kata Frankenstein.

James yang berdiri di sampingnya juga ikut memberikan salam.

"Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi sampai kau bisa di tahan oleh mereka?" tanya Lorentz.

"Banyak hal yang terjadi. Kalau tuan tak keberatan, aku ingin istirahat dahulu. Nanti pagi akan ku ceritakan setelah sarapan."

"Baiklah. Istirahat lah."

Frankenstein kembali berjalan keluar ruangan tetua union. Ia berjalan menuju ruangannya sendiri.

Ketika Frankenstein tak terlihat lagi, Heinrich tertawa.

"Bahkan sekarang ia sudah berani menolakmu," kata Heinrich melihat wajah kesal Lorentz.

"Aku akan membunuhnya nanti," seringai licik terpampang di wajah Lorentz.

"Tak semudah yang kalian pikirkan. Ayo kita kembali membuat rencana," ucap James lalu berjalan keluar dari ruang tersebut.

Lorentz dan Heinrich mengikuti James yang sudah berjalan lebih dulu. Mereka kembali memasuki ruangan diskusi mereka.

"Baik, aku mulai. Rencana pertama berhasil. Kita telah mengetahui kemajuan apa yang dialami oleh Frankenstein. Juga membuat Spencer tidak lagi ikut campur rencana kita. Selanjutnya bagaimana?" James berkata ketika Lorentz dan Heinrich duduk di depannya.

"Kita perlu seseorang untuk memata-matainya," jawab Heinrich.

"Bagaimana dengan Dr. Fedd?" saran James.

"Itu sama saja meminta bantuan Spencer," sanggah Heinrich.

"Aku tau siapa yang bisa menempati posisi tersebut," jawab Lorentz.

----------------------------

"Aku akan menghancurkan union," ucap Chalcondilas pada Wormy.

Mereka berdua tengah berdiri di tepi danau. Rupanya Wormy berhasil membujuknya bicara.

"Kita pasti menghancurkannya tuan," jawab Wormy.

"Tapi bagaimana Wormy, Adelle sedang sekarat, Milton dan Myrna tak bisa kita harapkan. Aku tak bisa membuat mereka terluka."

Wormy berdiam tak menjawab perkataan Chalcondilas. Apa yang ia katakan benar adanya.

"Tuan, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Wormy hati-hati.

Chalcondilas menghembuskan nafas. Mengingat apa yang baru saja dilakukannya.

"Dia bukan Janice. Ketika ia ingin bicara denganku tadi, di memberikan kita sebuah peringatan. Setelah berbicara seperti itu, ia ingin membunuhku. Mungkin efek pengobatan Frankenstein tidak terlalu bekerja, sehingga ia merasa dirinya masih pelayan Frankenstein yang di ciptakan untuk membunuh kita."

"Seperti itu ya," jawab Wormy.

---------------------------

Frankenstein sedang berganti baju di kamarnya. Pikirannya masih berada di Telasonica. Memikirkan tentang lukisan ayahnya. Diambilnya batu dan surat yang keluar dari dalam guci waktu itu. Batu itu berwarna unggu gelap. Lalu ia membuka surat itu.

"Kalau kau sedang membaca surat ini, sudah pasti kau adalah Frankenstein. Karena hanya kau yang bisa membuka segel kunci yang kubuat.

Frankenstein, aku adalah ayahmu. Terlalu banyak hal yang harus kuberitahu. Aku ingin kau pergi mengunjungi kediaman keluarga Van Velt. Temui seseorang yang bernama Betelgues dan Aldebran. Kau harus menjaga batu itu, tak boleh seorangpun tau kau memilikinya.

Frankenstein aku menyayangimu. Setelah kau menemui mereka kau akan lebih mengetahui tentangku."

Setelah selesi membaca surat tersebut Frankenstein menyimpannya kembali.

"Keluarga Van Velt?"

Frankenstein mengingat apakah ada keluarga Van Velt. Ia baru mendangar Klan tersebut. Cukup lama ia berpikir ia tak menemukan apapun.

"Chalcondilas!"

Ucap Frankenstein tak sengaja ketika ia teringat Chalcondilas. Frankenstein langsung bersiap pergi tak perduli walau hari telah malam. Ia juga ingin memeriksa keadaan Myrna, Adelle, dan Janice. Frankenstein mengambil beberapa ramuan dan peralatan. Di luar telah sepi. Diam-diam Frankenstein keluar. Ia tidak ingin tetua union tau ia pergi. Dengan cepat ketika sudah di luar Frankenstein menuju Telasonica.

Setelah Frankenstein melewati perbatasan Bocanne, senyum mengambang di bibirnya. Namun ia salah kalau menduga tak ada yang mengetahui kepergiaanya. Seorang laki-laki mengikutinya sejak ia keluar dari ruangannya. Namun ketika Frankenstein melewati perbatasan, laki-laki itu tak mengikutinya lagi. Ia hanya berdiri melihat kepergian Frankenstein.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Hayo siapa yang ngikutin Frankenstein tadi ya? Mata-mata tetua union atau Siapa? BTW tentang keluarga Van Velt sudah pernah muncul ya di epsode 3, oke jangan lupa kasih bintang ya.

✨🌸🌸✨🌸🌸✨
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
✨🌸🌸🌸🌸🌸✨
✨✨🌸🌸🌸✨✨
✨✨✨🌸✨✨✨

Frankenstein and the Dark SpearTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang