Frankenstein sangat terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Bahkan kalimatnya belum selesai di ucapkan.
Brughhh...
Tubuh Myrna kini terbaring di tanah. Dengan darah yang mengalir deras di kepalanya."Hahaha... kini sudah mati satu. Tak akan ku biarkan ada keluarga Pasha yang masih bisa hidup tenang mulai sekarang!" kata seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka.
"James, apa yang kau lakukan? Apa salahnya?" ucap Frankenstein.
"Salahnya? tentu saja karena telah bersekutu dengan orang di belakangmu," jawab laki-laki yang dipanggil James.
Chalcondilas terlihat tenang dengan wajah tuanya. Ia hanya diam memandangi apa yang terjadi barusan. Walaupun sebenarnya pikirannya sedang kacau. Sedangkan Milton sudah menyalakan apinya.
"Berani sekali kau membunuh saudaraku," wajah Milton sangat mengekspresikan kemarahan. Bagaimana tidak, adik dan keluarga satu-satunya baru saja mati di depan matanya.
"Oh, jadi kau keluarganya? Bagus sekali, karena artinya aku tak perlu repot untuk mencarimu," jawab James.
Milton sudah bersiap menyerang James. Sedangkan James, tidak berniat untuk menolak tantangan Milton. Chalcondilas tak bisa menghentikan Milton karena sekarang suasananya sudah berbeda.
Tepat ketika James dan Milton sama-sama mengeluarkan serangan, Frankenstein menghentikan mereka.
"Sudahlah kalian berdua. James, ku pikir kau kesini bukan hanya untuk menyerang keluarga Pasha," kata Frankenstein.
"Hahaha... bukan Frankenstein kalau tidak pintar sepertimu. Aku di perintahkan oleh tetua union satu untuk membantumu. Kami mendapat kabar dari Dr. Fedd kalau kau di tahan oleh seorang kepala keluarga," jawab James.
"Kalau begitu, mari kita kembali,"
"Baiklah,"
Milton yang mendengar hal tersebut tidak terima. Menurutnya James harus mati sebagai balasan membunuh adiknya.
"Kau lemah sekali rupanya. Pertarungan kita belum di mulai, tapi kau telah mengalah,"
Setelah kalimat tersebut selesai di ucapkan Milton, Frankenstein dan Chalcondilas terkejut. Chalcondilas tau bahwa baginya, mustahil Milton dapat mengalahkan James. Seorang tetua ketiga Union. Hal yang sama juga di pikiran oleh Frankenstein. Padahal tadinya ia memang ingin menyelamatkan Milton dengan mengajak James kembali, sekarang malah Milton yang menantangnya.
"Wah, nyalimu besar juga rupanya. Frankenstein, kita tak perlu buru-buru kembali. Aku akan memberikan sebuah peringatan sebentar."
James menyeringai. Menatap remeh kepada Milton. Dari semua keluarga, memang keluarga Pasha yang terlemah.
Milton mengeluarkan kekuatannya. Sekarang ia dan James di kelilingi oleh lingkaran api.
"Tak kusangka kau bisa membuat lingkaran setan seluas ini, kau boleh juga."
"Jangan terlalu awal, ini baru pembuka,"
James sebenarnya cukup terkejut dengan apa yang baru di lakukan Milton. Ini berbeda dengan keterangan yang di katakan oleh Dr. Fedd padanya. Sekarang terlihat di langit banyak meteor menuju kearahnya.
James menghindar kesana kemari. Ketika James sedang menghindar tiba-tiba datang sebuah meteor lagi kearahnya, membuatnya tak bisa menghindar karena sekarang ia sedang meloncat.
"Hahaha... kau boleh juga," kata James.
Kini penampilannya tak serapi tadi. Satu serangan tadi rupanya cukup untuk membuatnya merubah dirinya.
"Seharusnya aku yang mengatakannya," jawab Milton.
Sebenarnya bukan hanya James yang cukup terkejut. Chalcondilas adalah orang yang sangat terkejut di sini. Tadi Myrna dan sekarang Milton. Bagaimana bisa keluarga Pasha berkembang secepat ini pikirnya. Yang lebih membuatnya syok adalah, bahwa selama ini ia tinggal bersama mereka namun tak mengetahui perkembangan mereka. Begitu pula dengan Frankenstein. Namun keterkejutannya bukan karena kekuatan Milton. Namun karena ia tahu, sebenarnya James mampu menghindar tadi, namun ia tak melakukannya.
"Baiklah, katakan lah setelah kau menerima balasanku," kata James sambil menyerang Milton dengan serangan yang bertubi-tubi. "Bagaimana?" lanjut James setelah menyerang Milton.
James bisa menjadi tetua union karena terkenal dengan kemahirannya menyerang menggunakan panah dan kekuatanya yang bisa menghilang. Bahkan ketika musuh terus menerima serangannya, bisa membuat musuh terdiam beberapa saat.
Milton merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia ingin menghindar serangan James namun kalau ia menghindar maka lingkaran api yang di buatnya akan menghilang. Akhirnya ia tetap menerima dan menahan serangan James.
"Jadi kau pemanah ya," hanya kalimat bodoh seperti itu yang keluar dari mulut Milton.
"Hahaha, entah kau bodoh atau apa, sebenarnya aku tau kau bisa menghindar."
Chalcondilas tahu kalau Milton memang tak bisa menghindar. Begitu juga Frankenstein, ini terdengar dari suara Milton yang bergetar, terdengar gugup.
"Kenapa aku harus menghindar dari serangan bodoh seperti ini," jawab Milton.
James yang mendangar ucapan Milton tak marah sedikitpun. Ia tetap santai dan tersenyum.
"Kau tau, kau bukan keluarga Pasha pertama yang ku lawan. Untuk apa kau tetap mempertahankan lingkaran ini yang bahkan hanya membuat kesulitan untukmu."
Bola mata Milton melebar. Ia tak berpikir sampai kesana. Kalau lawannya sekarang bahkan sudah memperkirakan kekuatannya, ia sudah jelas akan kalah telak.
"Kau masih punya banyak waktu untuk belajar. Kau cukup menarik untuk menjadi lawanku." lanjut James.
James berjalan keluar dari lingkaran api Milton dengan mudah. Milton pun terkejut. Jadi sebenarnya James bisa dengan mudah mengalahkannya. Milton membiarkan James pergi di ikuti oleh Frankenstein.
"Milton, ayo kita bawa Myrna ke kembali."
Chalcondilas berjalan melalui Milton menghampiri tubuh Myrna. Milton tersandar dari lamunannya lalu segera membantu Chalcondilas membawa Myrna.
------------------------
Frankenstein sebenarnya penasaran kenapa James membiarkan Milton hidup tadi. Entah apa yang sebenarnya direncanakan olehnya.
"Apa yang kau lakukan selama di sana Frankenstein?" tanya James pada Frankenstein.
"Hanya menyembuhkan keluarga mereka yang telah ku rubah," jawab Frankenstein.
"Di mana kau mengembalikannya? Bukannya laboratorium kalian telah hancur?"
"Kau tak akan tertarik mendangarnya," jawab Frankenstein lalu berjalan mendahului James.
Frankenstein tidak berniat memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi saat di kediam keluarga Queen. James tersenyum mendangar jawaban Frankenstein. Mereka berdua terus berjalan menuju kediaman tetua union. Frankenstein tak merasa curiga sedikitpun ketika mereka telah sampai. Ia tetap berjalan dengan santai hingga ketika melalui gerbang, ia tersandar. Tersandar bahwa sekarang ia telah sendiri. James kini tak berada di belakangnya lagi.
"James!" teriak Frankenstein.
"James, di mana kau?"
"James, ini tidak lucu sama sekali."
Tidak ada jawaban. Frankenstein seperti orang gila yang bicara sendiri.
"James!"
Teriak Frankenstein lagi. Kali ini ada jawaban, namun yang menjawab sepertinya bukan James. Seseorang yang sudah pasti punya niat tak buruk terhadap Frankenstein.
Bersambung....
Aku sebagai author minta maaf karena sekarang tak bisa Update sesuai jadwal. Makasih, kalau bisa kasih bintang ya, biar aku makin semangat. Hohoho...
.
.
.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
Frankenstein and the Dark Spear
FantasyKisah hidup seorang ilmuan jenius sebelum bertemu dengan vampire bangsawan yaitu Raizel sang Nobless. Ketika orang-orang yang ia percayai berhianat dan tak ada satupun yang berpihak kepadanya, ketila itulah Frankenstein mendapatkan suatu kekuatan ge...