Wormy yang telah selesai mengobati Adelle kembali di repotkan saat melihat Milton yang membawa Myrna. Ketika melihat keadaan Myrna, yang mereka pikirkan sama. Kalau Myrna tak mungkin selamat.
"Milton, kenapa Myrna bisa sampai seperti ini?" tanya Wormy.
Milton tak menjawab. Ia terus memandang Myrna yang terbaring lemah.
"Wormy, aku ingin bicara berdua denganmu."
Wormy menatap Chalcondilas yang keluar dari kamar Myrna. Wormy berpikir pasti akan ada berita buruk. Setelah punggung Chalcondilas menghilang, Wormy menatap Milton prihatin lalu berjalan keluar.
"Ada apa tuan?" tanya Wormy ketika memasuki ruangan Chalcondilas.
"Mulai sekarang kita harus bersiap untuk perang," jawab Chalcondilas.
Wajah Wormy terkejut.
"Kenapa? Ada apa tuan?"
Chalcondilas menghembuskan nafas berat. Berdiam cukup lama lalu menceritakan apa yang terjadi dan kenapa Myrna bisa sekarat. Saat Chalcondilas dan Wormy sedang bercerita, Janice datang keruangan mereka.
"Ada apa Janice?"
"Aku ingin bicara berdua dengan tuan"
Wormy menatap Chalcondilas sebentar, Chalcondilas mengangguk. Mengartikan bahwa pembicaraan mereka di tunda dulu rupanya. Wormy berdiri lalu keluar meninggalkan Chalcondilas dan Janice berdua.
----------------------
Bocanne,
Kegelapan telah merajai.
Frankenstein bahkan belum sempat menemui tetua union, namun sekarang sudah di hadang oleh seorang laki-laki."Kau Frankenstein?" suara laki-laki di sana membuatnya cukup bergidik.
"Ya, aku Frankenstein. Ada apa?"
Laki-laki itu tak menjawab. Hanya menyeringai sambil menatap Frankenstein dari atas sampai bawah.
"Ikuti aku, para tetua telah menunggu kita,"
Laki-laki itu kembali masuki kegelapan. Frankenstein sebenarnya ragu untuk mengikutinya. Tapi rupanya tubuhnya tak merespon dengan baik karena langsung berjalan mengikuti laki-laki itu.
Mereka memasuki sebuah ruangan yang menurut Frankenstein ini tak ada sebelumnya. Ruangan baru di ujung kediaman para tetua.
Blammm...
Pintu yang mereka lewati tadi kini tertutup sempurna. Suara dentumannya yang keras membuat Frankenstein tau, kalau ide mengikuti laki-laki di depannya adalah ide buruk.Sekarang laki-laki di depannya menatapnya tajam. Frankenstein hanya membalasnya dengan senyuman. Seperti yang di lakukan James tadi.
"Kita tentukan sekarang, siapa yang akan keluar dan menemui para tetua. Aku menantangmu bertarung."
"Jadi ini mau mu, kalau kau ingin bekerja dengan para tetua union, yang seharusnya kau lakukan adalah melakukan sebuah eksperimen yang hebat, bukan malah bertarung denganku."
Frankenstein berjalan kembali menuju pintu yang sudah tertutup. Ketika ia berniat membukanya, pintu itu terkunci.
"Buka pintu ini sekarang," kini suara Frankenstein mulai terdengar tak sabar.
"Tentu akan ku buka, tapi setelah kau mati," jawab laki-laki itu lalu segera menyerang Frankenstein.
"Kau tau, aku baru melakukan penelitian kemarin. Mungkin akan ku coba kekuatan baruku ini padamu. Kau seharusnya merasa terhormat."

KAMU SEDANG MEMBACA
Frankenstein and the Dark Spear
FantasyKisah hidup seorang ilmuan jenius sebelum bertemu dengan vampire bangsawan yaitu Raizel sang Nobless. Ketika orang-orang yang ia percayai berhianat dan tak ada satupun yang berpihak kepadanya, ketila itulah Frankenstein mendapatkan suatu kekuatan ge...