Assalamualaikum semuanya hehe.. Maaf baru bisa kasih coretan di cerita ini😅 maaf ya yang ini part nya emang sedikit jadi cuman khusus buat Adit aja hehe. oiya part yang awal ada yang mau diperbaiki ya🙏😅 vote dan masukan kalian sangat berguna banget buat kelanjutan cerita ini. tolong tinggalkan jejak ya, insyaaAllah balasannya pahala😅💙
------------------------------------------------------
“ lo keren dit, tapi lebih keren cewe yang duet sama lo” Handi tertawa sembari menepuk bahu Adit
🍃🍃🍃
gugus 2 dengan nomor 06 silahkan naik keatas panggung
“fyuuh, ini gue” dercak Adit kesal saat dilihat nomer undiannya lah yang terterakan nomer 06
“silahkan untuk gugus 2 nomer 06 naik sekarang diatas panggung” ucap kakak mentor yang mengatur jalannya masa orientasi siswa
Adit yang menyadari nomernya sudah dipanggil berkali kali segera melangkahkan kakinya menuju atas panggung entah kali ini apa yang akan diberikan untuknya dari kakak mentor yang jelas kali ini penampilannya akan di pandang banyak siswa siswi yang mengikuti MOS karena hari ini hari terakhirnya mereka menjalani MOS
“Saya kak” Adit menyodorkan kertas miliknya kepada kakak mentor
“Sekarang kamu ambil lagi secara acak nomer dari gugus yang lain sebagai pendamping kamu di atas panggung” arah kakak mentor kepadanya, ternyata untuk hiburan yang kali ini bukan hanya dirinya sendiri yang akan menjadi bahan tontonan untunglah ada orang yang akan menemaninya di sini
“Gugus 4 dengan nomer 14” kakak mentor membacakan kertas yang diambilnya barusan dengan gugus dan nomer yang telah tertera.
“Saya kak”ucap seseorang yang naik ke atas panggung
“okee, pas bangeet nih” ucap salah satu kakak mentor dengan diiringi tawaan dari kakak mentor yang lainnya“jadi kakak disini bakal kasih hukuman buat dua temen kalian yang ada didepan ini, ya sekalian buat penutup diacara MOS ini ya”
“gausah panik, kita gaakan kasih hukuman yang macem macem. Karena ini acara yang terakhir kita cuman mau yang happy happy aja. Iya ga kakak kakak”“betuul” dijawab serentak oleh kakak kakak mentor
“nama kamu siapa?”
“saya Adit kak” ucap adit malu dengan kepala tertunduk dan seragam putih biru yang masih dikenakannya“dan kamu?
“nama saya Dara Elina ertangsyah” ucapnya dengan santai tanpa tertera rasa malu sedikitpun dia berdiri dengan percaya diriAdit yang melihat tingkah wanita di sampingnya hanya menatap dari arah samping tubunya
“oke, sekarang kakak bakal kasih kalian tantangan duet nyanyi sekalian praktekan dengan gerakan tubuh kalian oke”
Adit hanya diam mendengar tantangan dari kakak mentornya entah dia akan menyanggupi atau tidak yang jelas dia tidak suka dengan moment memalukan ini
“baik kak”
‘Perempuan pemberani yang gue tau’ Adit menatap kagum kearah wanita yang sekarang menjadi lawan duet nya sungguh demi apapun dia tidak berani untuk menatap lurus kedepan karena dapat dia bayangkan banyak mata yang sekarang sedang menatapnya tapi berbeda dengan gadis ini yang merasa santai dengan semua yang terjadi“gimana sama kamu Adit, siap? Dia aja udah nerima tantangan dari kita” tanya kak vino salah satu mentor MOS nya
“baik kak”
⭐⭐⭐
“untung hari ini terakhir MOS” ucap Adit kepada Handi salah satu temannya di Gugus“tapi lo keren dit, tapi lebih keren cewe yang duet sama lo” Handi tertawa sembari menepuk bahu Adit sedangkan yang ditepuk hanya bergeming seperti mengiyakan ucapan dari Handi karena dia merasa jika dibanding Dara gadis yang duet dengannya barusan memang dia kalah telak, dia seperti tidak memikirkan keadaan seakan akan posisinya bukan sebagai murid baru disini tanpa merasa malu sedikitpun itu yang dapat Adit gambarkan saat melihat Dara
Sejak saat itu nama Dara elina ertangsyah menjadi nama yang selalu adit fikirkan sosok gadis yang membuatnya kagum untuk pertama kali bahkan saat mereka jarang bertemu karena perbedaan kelas itu tidak menjadi akhir Adit berhenti mencari tahu tentang Dara, kejadian MOS terakhir membuat Adit menyukai sosok Dara tidak ada yang mengetahui hal itu termasuk Andre dan Dito sahabatnya sendiri.
“Adit, lagi apa lo, sendiri aja”
Adit yang mendengar ucapan Andre seketika menghentikan vidio yang sedang diputarnya, vidio yang mengingatkan dia dengan masa masa MOS kala itu termsauk dengan sosok Dara yang mungkin dia lupa bahwa Adit yang dulu pernah menjadi teman duetnya saat MOS“eh, engga Ndre. Ada apa?”
“jam istirahat nih, kantin yuk”
“kapan bel? Ko gue gadenger bel ya” tanya Adit kepada Andre
“yaiyalah orang dari tadi lo sibuk sama handphone lo” celetuk Andre kepada Adit setelah mendengarkan ucapan Andre adit hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan bangkit dari tempat duduknya untuk menuju kantin"Dito ga lo ajak?" tanya Adit saat diri nya dengan Andre sudah menuju halaman sekolah dan dia baru sadar bahwa tidak ada keberadaan Dito disini
"Dia udah duluan katanya udah laper banget nunggu lo kelar lama jadi dia bilang nunggu dikantin aja"Adit diam tak menjawab sepatah kata apapun ternyata dia menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mengingat kembali sosok Dara gadis yang berhasil membuatnya kagum untuk pertama kalinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mihrab Cinta
Teen Fictionpanggil saja namanya Dara orang orang pasti akan memgenalnya. Gadis cantik, pintar yang sudah menjadi sorotan para guru dan siswa siswi disekolahnya. dalam kesehariannya gadis itu hanya berurusan dengan alat alat musik yang dapat membuatnya tenang d...