Detik menuju menit yang beralih menuju jam dan berganti hari yang terus berjalan menuju minggu yang akan beralih menjadi bulan dan berganti tahun. Hidup terus maju tanpa dapat mengulang atau diberhentikan.
Hari ini aku kembali pada rutinitasku. Sebagai seorang pelajar SMA. Aku menghampiri Amel untuk berangkat bersama. Menunggu angkutan, dan rela berdesak-desakan. Yah, aku sengaja menolak ajakan Gilang, sebab aku tak ingin meninggalkan Amel.
Kami tiba lebih awal. Suasana sekolah yang masih belum dijamah oleh para siswa. Kami memasuki ruang kelas, melihat meja kelas yang sedikit berdebu. Aku memutuskan untuk membersihkannya, dan menyapu lantai yang agak kotor karena ditinggalkan oleh para penghuninya.
Amel ternyata tertidur. Ingin sekali aku ke kantin, ternyata aku masih lapar, walaupun aku telah sarapan.
"Mel, ke kantin yuk." Ajakku.
"Duh Ta, lo gak lihat gue ngantuk gini?" Ucapnya yang masih merem.
"Jadi gak mau nih? Padahal lewat kelasnya bang Dion lho." Aku memancingnya.
"Eh apa, ah yaudah ayo." Dia langsung bangun dan menarik tanganku."
"Cuci muka dulu neng, bau iler itu." Kataku.
"Bawel lu ah."
Aku dan Amel beranjak menuju kantin. Melewati kelas bang Dion, incaran Amel yang kebetulan satu kelas sama bang Dzaki.
"Eta! Bang Dion itu." Amel menunjuk teras yang diduduki oleh Dion.
Amel terkadang memanggilku dengan sebutan 'Eta'
"Oh iya Mel, mau lurus apa belok?" Tanyaku.
"Duh Ta, ya lurus dong, yakali buang kesempatan emas gini huh." Ucapnya.
"Hmm."
Aku dan Amel berjalan lurus melewati bang Dion yang sepertinya lagi menyanyi dengan terpejam dan duduk di teras kelas.
"Pergi saja engkau pergi dariku .... " Dion bersenandung lagu dari fiersa besari- waktu yang salah.
Amel berhenti tepat disamping Dion saat lirik lagu tersebut dinyanyikan.
"Eh Bang Dion! Orang lewat bukanya disapa malah diusir, huh." Kata Amel.
'Sungguh gila kau Mel, bang Dion mah nyanyi weh'
Dion terlonjak kaget, "Kampret ah! Ngagetin aja,"
'Omaigat jadi gue disini cuman berdiri diem aja nih, sungguh malangnya nasibku'
"Hehe abisnya bang Dion itu gimana sih, orang lewat malah diusir," Ucap Amel.
Dion berfikir dan kemudian tertawa, "Salah paham kamu, aku lagi nyanyi kok,"
"Gitu ya? Yaudah aku minta maaf bang, udah ganggu nyanyinya," Ucap Amel menahan malu.
'Aciaan, malu kan lo haha'
"Gapapa, btw kamu mau kemana? Sengaja ya nyamperin abang?" Tanya Dion menggoda Amel.
Amel menepuk jidatnya kemudian menengok padaku, "Aduh! Sampai lupa sama tujuan awal. Yang dibelakang sabar ya haha,"
Dion menengok ke arahku, "Oh Tita,"
"GITA BANG, BUKAN TITA," koreksiku.
Dion terkekeh,"iya-iya, kalian mau kemana?"
YOU ARE READING
People From The Past
Roman d'amourHigh rank - 4 #lucu 16-4-2019 - 4 #masalalu 23-5-2019 - 1 #gita 23-5-2019 "Berarti kita jodoh dong, hahaha ...." "Serius nih akunya!" "Aku duarius Ta." Ucapnnya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah, mi...
