3| Cewek Udik

48.4K 2.1K 355
                                        

Happy Reading 🔥🔥🔥
Semoga rajin update ku ini bisa konsisten sampai Epilog ❤❤
Minta tolong vote dan komennya yaaa supaya aku zemangadd update~~

Happy Reading 🔥🔥🔥Semoga rajin update ku ini bisa konsisten sampai Epilog ❤❤Minta tolong vote dan komennya yaaa supaya aku zemangadd update~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

3. Cewek Udik

Tara melangkahkan kakinya dengan santai menyusuri trotoar. Kepalanya terasa sedikit sakit, mungkin karena efek libur panjang kemudian sekarang kembali sekolah membuatnya menghabiskan banyak energi. Apalagi ketika dia harus berada di antara banyak orang untuk waktu yang lama. Rasanya baterai sosialnya langsung lowbat.

Telinga kanannya tersumpal earphone dengan alunan lagu random dari playlist-nya. Dia sedang menuju drop point bus atau halte terdekat yang dia tahu berjarak cukup jauh dari SMA Gravitas. Tara mendapat informasi itu setelah bertanya pada salah seorang teman sekelasnya. Pikiran ngawurnya berkelana, kenapa tidak membangun halte di depan SMA Gravitas saja, bukankah itu menguntungkan. Halte yang dia tuju saat ini justru dekat dengan sekolah tetangga.

Jika bukan karena ingin tidur sebentar di bus karena kelelahan, sudah pasti Tara pulang naik ojek online saja. Bisa saja dia memesan ojek mobil atau semacamnya, jika saja uang di dompetnya tidak menipis. Bermodalkan kartu pelajar SMA Gravitas, dia mendapat tarif yang lebih murah untuk naik bus.

Di sebuah warung pinggir jalan yang dia lewati, Tara melihat beberapa kendaraan terparkir. Melongok sedikit ke arah warung, rupanya ada anak-anak SMA Angkasa yang sedang nongkrong—SMA swasta yang katanya sih bersaing ketat dengan SMA Gravitas. Orang-orang itu menyadari kehadiran Tara, tapi cewek itu tak ambil pusing dan terus berjalan menuju halte yang mulai terlihat.

“Halo, cantik. Mau ke mana?”

Catcalling murahan. Tidak perlu ditanggapi, nanti juga pasti diam sendiri.

“Kok bisa ada anak SMA Gravitas yang berani datang ke sini? Pasti anak baru, ya?”

Tara tetap diam.

Namun selanjutnya dia menyadari sesuatu. Sekelompok laki-laki itu tidak hanya menggodanya dari kejauhan saja, tapi sekarang justru membuntutinya.

“Waktu Cerberus culik Koral, Cybertron langsung dateng. Kalau kita sandera nih cewek, mereka bakal ngelakuin hal yang sama gak, ya?”

“Ya enggak, lah! Emang dia siapa?”

Cerberus? Cybertron? Tubuh Tara menegang, tapi dia berusaha untuk tetap berjalan dengan tenang. Dia melirik ke jalanan. Entah bagaimana tempat ini benar-benar sepi, hanya sekali dua kali ada kendaraan yang lewat, itu pun bisa dihitung dengan jari. Tara mulai memikirkan apa lebih baik dia minta tolong pada penjaga warung tadi.

CYBERTRON: A Raider Is The BosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang