1| Gravitas High School

74.5K 2.6K 585
                                        

Selamat membacaaa ❤❤

•••

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

1. Gravitas High School

Suara bising kuda besi itu terdengar dari kejauhan, memasuki gerbang, dan area pekarangan yang cukup luas. Dia memarkirkan motornya di sisi gedung yang lain, ketika melihat telah banyak kendaraan yang terparkir di sisi satunya. Cowok itu tidak langsung turun, melainkan mengamati sekelilingnya yang sepi hingga terasa mencurigakan.

Dia tidak tahu bangunan 2 lantai di depannya berfungsi sebagai apa, yang pasti ini adalah sarang musuh. Dan cowok itu mungkin telah mengantarkan dirinya ke dalam bahaya.

Kakinya menapaki teras depan sebelum membuka pintu berukuran besar yang membawanya masuk ke ruang tengah. Tempat itu cukup luas dengan langit-langit yang tinggi, tapi kosong tanpa properti apapun. Dinding putih polos, lantai yang bersih, dan ada jendela besar dengan gorden di salah satu sisi. Ini pasti bukan tempat yang disewa hanya untuk menjebaknya saja.

Pintu di seberangnya dibuka oleh seorang laki-laki berkemeja flannel. Dia langsung tersenyum melihat keberadaan orang yang ditunggunya. “Wah, cepet juga. Seharusnya gue ngelakuin ini sejak awal. Lebih praktis untuk bikin seorang Yama langsung datang sendiri ke hadapan gue,” katanya.

Yama memandang bengis ke arah lawan bicaranya. Dia melangkah cepat dan langsung mencengkram kerah kemeja lawan bicaranya. “Kalau sampai Koral terluka sedikit aja, gue pastiin malam ini bakal jadi malam terakhir lo, Galton,” ancamnya.

“Gak sopan ngancem tuan rumah kayak gitu.” Galton terkekeh, membuat Yama menahan diri untuk tidak langsung meninju wajahnya. “Lo mau ini diselesaikan dengan cara baik-baik sesuai kesepakatan, kan? Sekarang turunin tangan lo.”

Ada sedikit rasa sesal ketika dia berpikir seharusnya Galton mendapat paling tidak satu tinjuan darinya. Yama terpaksa menjauh ketika Galton mengetikkan sebuah pesan di layar ponselnya. Dia tidak bisa bersikap asal-asalan atau Koral akan terancam. Yama tidak akan merasa sefrustasi ini jika yang Galton incar adalah dirinya, tapi Koral adalah orang yang seharusnya tidak terlibat.

“Kalau lo mau Cerberus menang dengan cara kayak gini, gue pastiin kalau ini cara yang paling curang dan memalukan,” tegas Yama dengan penuh penekanan.

Galton memandangnya sebentar sebelum tertawa. “Enggak, enggak, lo salah paham. Ini bukan soal Cerberus menang dan Cybertron yang hancur. Astaga, apa kata temen-temen gue kalau gue pake cara kayak gini untuk menaklukan Cybertron?”

Yama tidak membalas, hanya menunggu orang di depannya melanjutkan bicaranya. “Ambisi gue untuk ngehancurin Cybertron emang besar. Tapi ambisi terbesar gue itu adalah untuk membuat lo hancur. Bukan Cybertron, tapi lo. Kalau lo hancur, secara otomatis Cybertron juga…”

CYBERTRON: A Raider Is The BosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang