4| Crown Prince

42.1K 1.8K 345
                                        

Happy Reading ❤❤ jangan lupa komennya yaaa supaya aku makin semangad update~

Maapkeun atas keterlambatan update-ku ini. Sebagai gantinya, hari ini Cybertron double update yaa!!

 Sebagai gantinya, hari ini Cybertron double update yaa!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4. Crown Prince

Yama membalikkan lembar copy-an laporan keuangan perusahaan untuk satu kuartal di tangannya. Sambil membacanya, dia menumpu siku pada pegangan kursi kemudian memijat dahinya yang cenat-cenut membaca deretan angka tersebut. Tak hanya angka, ada pula data statistik yang harus dianalisa.

Tidak pernah ada kata terbiasa meski memeriksa laporan keuangan sudah menjadi rutinitasnya sejak awal masuk SMA, membayangkannya saja tetap membuat cowok itu ingin muntah.

Sesekali tangan Yama memencet angka di kalkulator untuk memastikan setiap transaksi yang ada di sana masuk akal, kemudian menuliskan sesuatu di atas kertas kosong sebagai orat-oret. Semuanya harus dilakukan dengan manual olehnya agar mengerti dari mana semua angka itu didapatkan.

Hampir 30 menit dia berada di ruangan itu, diminta untuk menunggu karena seseorang yang akan dia temui sedang menghadiri rapat. Ruangan kerja ini didesain mewah dan elegan, persis seperti selera pemiliknya. Ada kaca jendela besar yang dilengkapi gorden berwarna coklat, membingkai langsung pemandangan kota di siang hari ini. Lantainya terbuat dari kayu yang menampilkan serat-serat halus, kemudian ada sisi dilapisi karpet di area diskusi yang terdapat meja dan sofa.

Yama duduk di depan meja panjang yang di sisi berlawanan tampak kursi kebesaran berwarna hitam. Di belakang kursi tersebut, ada rak dengan susunan buku yang Yama sendiri belum pernah membacanya. Mungkin berkaitan dengan perusahaan.

Pintu ruang kerja itu dibuka oleh sosok pria berdarah Latin-Indonesia yang sudah Yama tunggu kedatangannya. Cara jalan orang itu selalu tampak tegap dan berwibawa, sama seperti ketika terakhir Yama bertemu dengannya. Wajah tegas yang maskulin, alis tebal, serta sorot mata yang mengintimidasi. Yama dapat menilik adanya ambisi di balik iris hazel green milik pria tersebut. Rambutnya coklat gelap dengan uban di sisi-sisinya, selalu rapi dan disisir ke belakang.

“Hm, did you get smarter since the last time we metor is it just a trick of the light?” komentarnya ketika Yama berdiri dan menjabat tangannya. Dia menepuk pundak pemuda di depannya itu.

Wellmaybe you just weren’t paying attention to me last time,” balasnya mengejek.

Bagaimana seseorang menilai kepintarannya di saat Yama belum bicara sepatah kata pun?

“Kabar Papa, gimana?” tanya Yama. Sementara pria tersebut melepas jas hitam yang digunakan dan menyampirkannya di sandaran kursi miliknya.

“Biasa aja.” Jawaban itu selalu sama setiap Yama bertanya.

CYBERTRON: A Raider Is The BosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang