7| Serenade Hati

35.5K 1.6K 323
                                        

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa supaya aku semangaddd update lagi. Happy Reading ❤❤❤

•••

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

7. Serenade Hati

“Yang merasa di jam istirahat tadi ikut main judi ke kelas 12 IPS 2, maju sekarang!”

Tak ada yang berani menjawab gelegar suara dari guru kesiswaan itu. Sosoknya yang terlihat sangar dengan tubuh tinggi besar, kumis tebal melintang di atas bibirnya—menyiutkan nyali anak-anak kelas 12 MIPA 1. Pak Sutejo memandang wajah ke seluruh muridnya, seolah menguliti mereka hidup-hidup.

“Saya sudah tahu siapa aja yang ikut judi di sana. Sekarang, kalian mau maju sendiri atau saya seret?!”

Yama melirik Marva yang duduk di meja seberang. Ekspresi kawannya itu tak terbaca, tapi Yama tahu dia sudah sangat pasrah. Di sebelah Pak Sutejo, ada Maorer dan Badai yang berdiri sambil menunduk-nunduk. Tapi yang Yama lihat, mereka bukannya takut, tapi saling tertawa-tawa entah hal lucu apa yang dibicarakan keduanya.

Dermaga yang berdiri di sebelah Badai, sibuk berkomat-kamit sambil memejamkan mata, seperti melafalkan mantra atau mungkin berdoa. Ketiga kawannya itu sudah tertangkap, tersisa 3 lainnya yang masih belum mau mengaku.

“Gak ada yang mau mengaku, atau satu kelas ini saya hukum?” Ancaman itu berhasil membuat Yama berdiri dari bangkunya, diikuti Marva. Dalam hati Yama berpikir, ke mana Zico pergi? Apa dia berhasil kabur dari amukan Pak Sutejo?

“Pak, duit kami belum sampai hilang kok,” bela Yama yang dia tahu sepertinya akan percuma.

Di antara mereka ber-enam, yang murni tidak ikut main hanya Zico dan Marva, mereka hanya menonton. Sementara Yama dan Dermaga awalnya memang cuma nonton, tapi sempat ingin ikut mencoba setelah dipengaruhi oleh duo setan Maorer dan Badai. Namun, belum sempat mencoba, kelas 12 IPS 2 keburu digrebek Bu Tuti—guru Ekonomi yang akan mengajar di sana.

“Yang suruh kamu ke luar kelas di jam kosong siapa?! Itu sama aja mengganggu kondusifitas!”

“Ya udah, Pak. Berarti saya dihukum karena ke luar kelas, ya, bukan karena judi.”

“Enak saja kamu, Yama! Saya pikir udah tobat tapi bandelmu masih sama saja!”

Keenamnya mengikuti langkah Pak Sutejo menuju ruang BK. Tidak hanya ada mereka yang sedang menanti hukuman, sebagian besar siswa laki-laki dari kelas 12 IPS 2 juga ikut.

Di perjalanan, mereka berpapasan dengan Zico yang baru ke luar dari toilet. Cowok itu memandang bingung ke arah kawan-kawannya di belakang Pak Sutejo. Raut wajahnya seolah bertanya ‘kenapa?’ pada Yama yang juga ikut terseret.

“PAK! PAK! Ini dia juga ikutan main judi! Yeee, pake sembunyi di kamar mandi, mau kabur ya lo?” seru Badai membuat perhatian Pak Sutejo teralih pada Zico yang mukanya langsung berubah syok, belum sempat mencerna apa yang terjadi.

CYBERTRON: A Raider Is The BosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang