Soonyoung atau yang sekarang di kenal sebagai hoshi terlihat sedang memandang lukisan Tuhan yang berada di depan jendela rumah yang sudah sangat lama dia tinggalkan. Tempat dimana semua kenangan manis bersama orang tuanya yang sudah tiada dan juga sang kakak perempuan yang sangat dia cintai.
Rumah sederhana yang dibeli oleh ayahnya saat setelah menikahi ibunya rumah sederhana yang damai, namun sayang itu cerita lama sebelum mereka di panggil oleh Tuhan yang maha kuasa dan hanya menyisakan soonyoung dan kakak nya soehyun. Dia tersenyum membayangkan masa kecil nya di rmh ini, namun senyumnya hanya sementara karena ingatan tentang seseorang yang sangat tidak ingin dia ingat kembali masuk dalam otaknya.
Soehyun yang melihat punggung tegap adiknya hanya mampu menghembuskan nafas secara perlahan paham betul apa yang adiknya pikirkan beban yang selama ini berusa adiknya tutupi dan hindari.
Dia jelas tau bahwa adiknya masih sangat terluka, sama seperti 5 tahun yang lalu masa paling kelam dalam hidup adiknya. Soehyun berjalan menghampiri adiknya dan menepuk pelan bahu kokoh itu " hey sedang memikirkan apa?", soonyoung berbalik menghadap kakaknya dan berkata "tidak ada kak, hanya beberapa ingatan masa lalu" . Soehyun tersenyum kemudian memandang mata adiknya " termasuk dia ?"
Soonyoung mendengus dan berkata "bisakah tidak menghubung-hubungan apa yang terjadi dalam hidupku dengannya lagi kak? Ini sudah 5 tahun lebih kakak masih saja bertanya" sebal soonyoung soehyun mencibir " 5 tahun katamu huh?! Kita kembali kesini juga karena ulah siapa?! Coba beritahu aku? Kenapa kalian jadi begini menyebalkan" tanpa mendengar jawaban adiknya soehyun berbalik dengan menghentikan kaki. Soonyoung hanya bisa mendengus dan berbalik kembali menatap keluar "salah ku kak karena masih menjadi orang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa".
..............
Dilain tempat
Disebuah mension yang sangat besar bergaya Eropa bercat putih gading, semua terkesan mewah dan mahal dan juga berpuluh-puluh pelayan berseragam yang bekerja sangat profesional. Dalam sebuah ruangan kerja sangat besar duduklah seorang pemuda tampan namun manis dengan laptop menyala dan tumpukan dokumen berserakan di atas mejanya.
Pemuda tersebut sedang sangat serius membaca laporan yang di berikan anak buahnya. Tidak berselang lama pemuda tersebut menutup dokumen tersebut kemudian memijit pangkal hidungnya kemudian menyenderkan kepalanya pada sederhan kursi kerja mahalnya dan menutup mata lelahnya. Sekitar 10 menit menutup mata dia mengambil telpon yang berada di sisi kanan pojok meja dan menekan tombol 1 kemudian berbicara " masuk lah " dingin. Tak berapa lama pintu ruangan tersebut terbuka dan masuklah seorang
Berpakaian jas rapi dan terkesan mahal . Dia langsung menghampiri meja yang berada di tenggah-tenggah ruangan itu." Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya laki-laki tampan itu.
"Tidak perlu seformal itu bukan hyung?" Balas jihoon malas pemuda tampan yang mendengar hanya memberikan senyuman terbaik yang dia punya dan berkata"ada apa jihoon?ada yang mengangu mu lagi". Jihoon melirik sebentar dan berkata "apakah dia sudah sampai jun hyung". Jun atau wen junhui hanya bisa menghembuskan napas pelan dan berkata "sudah , tadi anak buah ku sudah memastikan mereka mendarat dan mengikuti mereka sampai di kediaman lama mereka".
Jihoon langsung tersenyum sumringah namun tak lama menjadi seringai dan berkata" kini kau tak akan pernah pergi lagi dari ku soonyoung, dan kau tidak akan pernah ku lepaskan kecuali jika kau mati dan akan ku pastikan itu, you still mine". Jun yang mendengar itu hanya bisa berkata dalam hati " soonyoung aku hanya bisa berdoa semoga kau baik-baik saja dan kuat menghadapi jihoon yang seperti ini ".
TBC
Hallo Here bagian pertamanya semoga suka☺️
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Stop
Fiksi PenggemarPernah merasa ingin berhenti berjuang?lelah dan ingin beristirahat? Ini adalah apa yang aku rasakan sekarang ini. Setidaknya aku sudah berusaha semampu ku meraih mu, tapi buat apa aku berusaha jika cuman diri ku saja yang menginginkan mu-soonyoung K...
