"jongin, pokoknya aku tetap ingin bekerja."
"Sayang, kumohon.. kau dirumah saja biar aku yang mencari nafkah"
Saat ini jongin sedang membujuk istrinya yang tetap ingin bekerja di kantornya.
Jongin ingin sehun mengurus rumah, menjaga anak-anaknya kelak dan hanya tinggal menunggu dirinya pulang bekerja. Intinya jongin tidak ingin sehun kelelahan.
"Aku ini sekretarismu, kau bisa menjagaku juga kan saat di kantor." Sehun tetap kukuh ingin bekerja
Bukan apa-apa, ia hanya tidak ingin nanti yang menjadi penggantinya adalah seseorang yang centil dan ganjen kepada suaminya. Tentu ia tidak mau suaminya digoda orang lain.
"Memangnya kenapa kau ingin tetap bekerja? Aku akan mencari banyak uang, aku janji kita tidak akan kekurangan"
Tentu saja karna jongin adalah pemilik perusahaan tersebut.
"Ini bukan masalah uang"
"Lalu apa?" Jongin mengacak rambutnya frustasi
Posisi mereka sekarang sedang duduk di sofa yang berada di ruangan jongin. Tadi pagi sehun tetap kukuh ingin ikut untuk bekerja, jongin hanya menghela nafas pasrah.
"Aku.." sehun menggigit bibir bawahnya
"Kenapa baby?" Jongin dengan sabar menunggu penjelasan istrinya
"Aku tidak mau nanti kau digoda oleh sekretaris barumu" ucap sehun pelan, sangat pelan.
Tapi jongin mendengarnya. Jongin melebarkan matanya, ia terkejut tentu saja. Ternyata istrinya yang kukuh dari tadi hanya tidak mau suaminya digoda orang lain, posesif tapi aku suka.
Jongin menangkup wajah cantik istrinya, ia menatap lembut ke dalam matanya. Istrinya berkaca-kaca sekarang, ah ingin sekali jongin membawa sehun ke ranjang sekarang tapi pasti ia akan diamuk oleh sehun nanti.
"Sayang, kau tidak perlu khawatir. Aku akan menyerahkan semuanya padamu, kau yang nanti akan memilih siapa yang akan menjadi sekretarisku. Aku tidak akan memilih orang yang sekiranya kau tidak suka."
Sehun memang menahan tangisnya dari tadi, ia akhirnya menitikkan air matanya saat jongin berbicara.
"Kau tau, kau adalah pria yang paling cantik yang pernah ku temui. Perilakumu, hatimu, wajahmu, tubuhmu, semua yang ada pada dirimu aku jatuh cinta. Aku tidak mungkin pindah ke lain hati kalau hatiku sudah sepenuhnya direnggut oleh mu."
Jongin menarik sehun kepelukannya, ia mengusap lembut rambut istrinya. Sehun mulai menangis di pundak jongin.
"Aku mencintaimu, hanya itu yang perlu kau ingat. Aku sangat mencintaimu, kim sehun"
Sehun mendongakkan kepalanya menatap ke dalam mata hitam legam suaminya yang sangat memikat
"Maafkan aku.." lirih sehun
"Heii, tidak perlu minta maaf sayang. Kau tidak salah, justru aku sangat senang karna itu tandanya kau mencintaiku dan tidak ingin kehilanganku. Apa aku benar?" Jongin tersenyum tampan dan mencubit pelan pipi sehun
"Hm, kau percaya diri sekali" sehun menyerukkan kepalanya di pundak jongin, karna wajahnya sudah semerah tomat sekarang
"Uuh, kemana perginya istriku yang sangat keras kepala tadi?"
"Yakk! Kau ini..." Sehun mencubit pinggang jongin agak keras sampai empunya mengerang kesakitan
"Aw baby kau menyakitiku"
"Rasakan itu."
Sehun melepaskan pelukannya dan bersedekap sambil memicingkan matanya
"Ngomong-ngomong, baby.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Secretary Oh || [COMPLETE]
FanfictionOh sehun adalah seorang fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan. Ia melamar menjadi Marketing di salah satu perusahaan ternama di Seoul tetapi apa jadinya kalau staff perusahaan tersebut salah menaruh surat lamarannya? [Topkai]
![Secretary Oh || [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/180825657-64-k183738.jpg)