Pertemuan

70 5 2
                                        

Setelah memasuki camp pelatihan para peserta didik dikumpulkan di satu ruangan dengan 4 pegawai kepolisian dengan peralatan pangkas rambut di hadapan mereka. Ya mereka harus memangkas rambut mereka semua agar terlihat lebih rapih dan lebih mencerminkan seorang perwira.

Woo jiho berdiri didepan salah satu calon siswa yang sedang di pangkas rambutnya dengan menyernyitkan dahinya. Sang siswa yang bernama hyoseob hanya memandangnya santai dan menjalani proses pemangkasan rambut dengan tenang, dia hanya duduk diam dan selesai. Selanjutnya giliran jiho tiba.

"Ah, sebentar" menghentikan aksi petugas yang ingin memotong rambutnya

"Bisakah kau sisakan sedikit saja jambangku, jangan pangkas jambang ku karna itu akan sulit tumbuh, butuh waktu setahun untuk memanjangkannya kembali" memohon kepada sang petugas, yang di ajak berbicara hanya menghelakan nafas dan lanjut memotong rambutnya, bahkan ia tak menghiraukan rengekan jiho tentang jambangnya yang sulit tumbuh.

"Yak Yak jambang ku tolong" jiho masih memohon kepada petugas tetapi petugas itu malah dengan sengaja memangkas jambangnya jiho.

"Yah, tolong potong dengan rapi pak" dengan suara pelan, pada akhirnya jiho menyerah dan membiarkan petugas itu melakukan tugasnya.

Jiho hanya dapat menatap teman di depannya yang akan mendapat giliran selanjutnya dengan tatapan memelas, yang ditatap membalasnya dengan mengucapkan "bodoh" dengan gerakan bibir.

"Apa!! Ya kau bilang bodoh" sambil tetap berada ditempatnya dan menunjuk kearah hyuk dan diabaikan oleh yang ditunjuk.

Kini giliran hyuk yang dipotong rambutnya. Dia duduk disana dan melepas kacamatanya.

"Ah, apakah kalian tidak mensterilkan alat pemangkasnya? " hyuk menghentikan petugas itu

"Tidak" jawab sang petugas dengan singkat

"Ya, tidak mensterilkan alat berarti disana terdapat kotoran-kotoran dari pemilik kepala sebelumnya yang akan menyebabkan infeksi kulit" jelas hyuk dengan panjang lebar kepada sang petugas, seolah kebal dengan penolakan-penolakan seperti itu sang petugas hanya tertawa remeh dan melanjutkan memangkas rambut hyuk.

"Ah infeksi kulit, infeksi kulitnya gimana" hyuk masih merancau tidak jelas tentang dampak tidak mensterilkan alat pemangkasnya dan berakhir dengan duduk diam dan pasrah.

Setelah acara pemangkasan rambut, para siswa selanjutnya diberikan peralatan dan seragam siswa mereka, mereka masuk kedalam asrama yang satu kamar di huni oleh beberapa orang siswa, karna ini masih pelatihan yang mana apabila tidak lulus tes dalam pelatihan ini dinyatakan tidak dapat diterima di Universitas Kepolisian, sehingga mereka belum memiliki kamar pribadi. Sekarang waktunya istirahat, waktu istirahat mereka habiskan di dalam kamar sambil berbagi cerita

"Ya kau tau apa motivasi ku masuk kepolisian?" Kata hyoseob memulai ceritanya, yang lain menggeleng kepala mereka.

"Ayahku mantan polisi, aku di besarkan dalam lingkungan militer, kepala kepolisian disini juga mengenal ayahku, dia sangat keren, maka dari itu aku ingin jadi polisi yang keren seperti ayahku. Kalau kalian apa motivasi kalian kesini?" Hyoseob bertanya apa hyuk dan jiho yang kebetulan ada didepannya. Baik hyuk dan jiho hanya berpandangan dan menggedikkan bahu mereka masing-masing tanda tidak yakin.

"Ya, kalian tidak punya tujuan kemari? Kalian hanya ingin bermain-main disini?" Ujar hyoseob dengan nada tak percaya sambil menggelengkan kepalanya.

TBC






Cerita ini terinspirasi/remake dari movie korea berjudul sama Midnight Runners (2017) dengan sedikit penambahan cerita dan karakter.

Midnight RunnersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang