aku adalah debu
di perempatan pasar florida
terhempas kesana-kemari saat kendaraan melintasi diriku, atau
terbang tatkala langkah buru-burumu mengepakkan udara
aku adalah debu
yang tujuan awalnya hanya untuk menemani atom mengisi bumi, tapi
di hari rabu legi
gerimis diam-diam turun menjaili
dan semesta membiarkanku melihatmu melengang pergi
aku adalah debu
yang berani bermimpi saja dibilang tabu
lantas di bawah pendaratan air yang semakin keras itu,
tuhan memberiku satu permintaan, dan aku menjawab tunggu
aku adalah debu
pada hari minggu di depan toko kelontong ujung pasar florida
semesta menampilkan dirimu lagi dengan setelan rapi juga senyuman menawan
lantas aku teringat tuhan
aku adalah manusia
di bawah jembatan ibu kota,
tua renta, yang
m a r a h p a d a t u h a n .
KAMU SEDANG MEMBACA
Gajah yang Lapar Atensi
Poesíatulisan amatir dari jiwa yang prematur. Dipublikasikan: unknown Disarankan: (a-) serif
