Brazil

5.3K 278 70
                                    

Perjalanan ke Brazil cukup memakan waktu yang lama dah hal itu membuat Luna muak di dalam Jet pribadi Richard dan 20 menit yang lalu mereka sudah melakukan olahraga malam dan seperti biasa sang pemilik kuasa selalu memaksa tanpa peduli penolakan

"tumben kau belum memakai pakaian mu luna? Apa kau masih menginginkan ku lagi?" Luna menatap sinis Richard yang duduk di sofa sambil menonton di laptop nya

"bukankah kau suka melihat ku telanjang? Kenapa sekarang kau peduli dengan pakaianku!" Richard tertawa remeh melihat Luna yang menjawab dengan ketus entah mengapa akhir-akhir ini cukup menyenangkan mengganggu Luna "ohh baiklah kalau kau memang ingin ku buat tak bisa berjalan untuk 3 hari nanti. Apa kau sanggup?"

"oke oke aku akan pakai baju!" dengan cepat luna memakai kaos pemberian Richard yang dia yakini kaos itu milik Richard karna kaos tersebut cukup dalam bagi tubuh mungil nya ..

***%%%***

Hotel
23:15

"hm Richard" Richard menghentikan gerakan membuka kemejanya saat Luna memanggil nama nya

"ada apa?"

"lapar.. Perut ku lapar" Luna seperti anak kecil yang merengek meminta makan kepada Daddy nya

"cium aku baru makan" ini kesempatan yang langka bagi Richard dan harus di manfaatkan dengan baik

Luna berdecih sebal melihat Richard yang sesalu ada mau nya "dasar sialan!"

"oh terserah pada mu, kau tahan saja rasa lapar hingga besok"
Richard tersenyum tipis sangatt tipis melihat luna yang tampak menggemaskan "ayolah Richard jangan curang! Tadi di pesawat kita sudah melakukannya hingga kau lupa memberi ku makan!"

"kau tau bukan di dunia ini tidak ada yang gratis, aku memberimu makanan tapi kau harus cium aku dulu!

"fine! Kemarilah aku malas beranjak dari ranjang yang empuk ini"

Richard melangkah kan kaki nya untuk mendekat ke arah tempat tidur, empat kancing kemeja nya sudah terbuka memperlihatkan tubuh sexy nya yang membuat kaum hawa menahan nafas.
Sedangkan luna sudah memposisikan dirinya untuk mencium richard i@ berdiri di atas tempat tidur dengan kaki sedikit di tekut

Cupp

"sudah! Sekarang ayo kita makan!" Luna memalingkan wajah merah nya jujur saja ia sangat gugup jika berdekatan dengan Richard

"wtf! Kau mempermainkan ku Luna! Mana ada ciuman yang sesingkat itu bahkan tidak sampai 5 detik!"

"jadi mau mu seperti apa!"

"cium ulang! Seperti aku mencium mu! Jika tidak.. Jangan harap ada makanan! "

"kau tau kan aku tidak pandai jika harus mengikuti cara ciuman mu yang brutal itu!!"

"kau ti-" ucapan Richard terhenti karna Luna dengan cepat membungkam bibir nya Richard tertawa dalam hati gadis nya memang tak mahir melakukan hal ini.
Luna hanyut dalam ciuman nya ia meningmatinya kali ini dan baru ini Richard sangat lembut melakukan nya

Tangan Richard aktif mengelus punggung kecil Luna sedangkan Luna mengalungkan tangan nya ke leher Richard sesekali ia meremas lembut rambut Richard

Seakan sadar apa yang telah di lakukannya dengan cepat Luna melepaskan ciuman nya dia yakin pipi nya sudah seperti kepiting rebus

"aku beri nilai 80 untuk ciuman ini"
Seakan tidak terima dengan nilai yang di beri Richard,Luna memprotes nya langsung "apa?! 80? Aku sudah mencium mu sangat lama hanya segitu kau beri aku nilai "

"kalau kau mau nilai 100, malam panas kita harus kau yang di atas. Memimpin permainannya " Richard menyeringai Luna yang tampak salah tingkah

"TIDAK MAU!!"

****''''****

Luna tersenyum senang saat rasa lapar nya telah terpenuhi ia mengusap usap perut nya yang kekenyangan

"akhirnya aku kenyang!"

Richard melirik tangan luna yang mengusap perut nya ntah kenapa pikiran nya membayangkan jika luna hamil anak nya. Apa Luna akan menggugurkan nya seperti mantan pacar nya 5 tahun yang lalu. Richard mengepalkan tangan nya. Bayangan 5 tahun yang lalu teringat oleh nya

"Luna"

"hmm"
Luna menoleh ke arah Richard jika di perhatikan Richard sangat lah tampa. Harus kah ia beruntung menjadi tahanan pri ini

"apa kau mau menjadi ibu?"  luna mengerut kan kening nya entah kenapa pertanyaan Richard sangat aneh di dengar ? Tentu saja semua perempuan menginginkan anak jika menikah nanti  "pertanyaan mu konyol Rich, semua wanita pasti menginginkan anak jika menikah nanti"

Luna menghela nafas barulah ia berucap "tapi jika kau tidak melepaskan ku--"

"mungkin aku tidak akan menjadi seorang ibu. Aku akan tetap menjadi budak mu bukan? " Luna tersenyum tipis melihat reaksi Richard
Entahlah! Untuk sekarang luna hanya tak ingin mencari masalah dengan Richard dan ia tak boleh berharap lebih

Sedangkan Richard hanya mampu terdiam mendengar ucapan Luna yang entah kenapa membuat hati nya berdenyut merasakan sakit yang tak pernah ia rasakan selama ini
Tidak mungkin bukan jika dia mencintai wanita ini? Yg tujuannya hanya membuat Luna mati secara perlahan

**********

TBC

110 v+ komen

Jika terpenuhi secara cepat akan lanjut cyinn 😊😊😍😍😘😘

Jangan pelit jempoll atuhh shayy😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂

Luup you 😘😘😍

******* ** ******

Aku lanjutin setelah hasil test masuk universitas keluar tggl 27-07
Doa kan ya guyss 😂😂😂😆😆😆

Cold Mafia (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang