Natasya berdiri di depan Mall besar menunggu kedatangan sahabat nya itu, mereka sudah janjian akan berbelanja bersama karna selama dua minggu yg lalu mereka sama sama sibuk dengan urusan pekerjaan.
Natasya menunggu sambil bermain hp nya membuka media sosial dan melihat berita ter update."permisi " natasya mendongak kan kepala nya saat mendengar nama nya di panggil oleh sosok pria yg berbadan besar dan ber jas hitam.
" iya.. " jawab natasya dengan waspada karna pria itu sangat menakutkan bagi natasya
" apa anda bernama natasya? "
" benar. Apa tuan mengenal saya? " tanya natasya curiga, pria itu malah tersenyum sinis kepada nya dan natasya semakin ketakutan saat beberapa pria keluar dari mobil van hitam
" siapa kalian? " natasya mempersiap kan diri untuk kabur, tapi dia kalah cepat. Dengan kasar pria itu manarik paksa natasya untuk masuk
" lepaskan!! Sialan " natasya brontak tak terima. Tapi pria itu mengeluarkan sapu tangan dan mengarah kan nya ke wajah natasya mereka membekap mulus natasya dan seketika pandangan natasya kabur dan gelap..
___
Luna telah sampai di mall dia mencari sosok sahabat nya yg kata nya sudah menunggu tapi saat luna melihat sekeliling nya tak menemukan natasya"dimana dia ya.." luna mengeluarkan hp nya untuk menghubungi natasya, tapi tak di jawab telpon nya. Dahi luna berkerut merasa ada yg janggal karna natasya tak pernah mematikan hp nya.
Drttt...
Drttt...Ponsel luna berbunyi tapi di layar nya tak ada nama si penelpon. Luna pun mengangkat panggilan yg dia tidak ketahui itu
"hallo"
"lunaaaa.. Tolong aku hikss luna" seketika tubuh luna menegang, dia tau siapa pemilik suara itu. Itu natasya
"natasya, ada apa ha? Kenapa kau menangis.. Natasya "
" jika kau ingin sahabat mu ini selamat datang lah ke alamat yg akan ku kirim pada mu. Dan pastikan kau sendiri jangan membohongi ku atau sahabat mu ini mati detik ini juga"
Tut.. Tutt..
"shit" luna mengupat saat pria itu memutus kan sambungan sepihak, luna dengan khawatir langsung pergi ke alamat yg sudah di kirim kepadanya tanpa siapapun yg menemani nya.Luna malajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata, dia sungguh kalut saat mendengar tangisan pilu natasya.. Luna telah sampai di gedung tua yg menyeramkan walaupun gedung itu terlihat terawat, dia masuk kedalam gedung
"aakhhhh" luna langsung berlari mencari asal suara teriakan itu, dengan tergesa gesa dia menggebrak pintu itu dengan kasar tak peduli tangan nya yg hampir remuk.
Luna pun merasa iba saat melihat natasya di ikat dan mulut nya di tutup dengan mata sembab karna tangisan nya"na....natasya" luna mendekat ke arah natasya tapi seorang pria menodongkan pistol nya ke kepala natasya membuat langkah luna berhenti
"diam di sana, sebelum kami menyuruh mu untuk menyentuh nya"
Ucap pria yg berbadan besar itu"fuck you! Sialan kalian.!! " umpat luna kepada pria itu
" siapa boss kalian, jangan menyakiti nya.. " ucap luna memohon kepada pria itu, sedangkan natasya hanya menangis menggelengkan kepala nya seolah menyuruh luna pergi
"kau akan bertemu dengan boss kami sebentar lagi, jadi bersabar lah sayang" luna menahan tangan nya yg hendak dia layang kan ke pria yg kurang ajar itu
Ceklek..
Pintu sebelah kanan luna terbuka dan menampil kan seorang pria tinggi dan tampan, berjalan ke arah luna dengan tatapan tajam nya.."akhirnya rubah kecil ini datang juga" luna merasa mengenal suara itu, tapi cahaya yg kurang di ruangan itu membuat luna susaah melihat wajag pria itu
"siapa kau? Kenapa kau menculik natasya " tanya luna dengan suara yg menahan amarah nya
" kau tak mengenal ku sayang hm?, padahal tadi pagi kita bertemu " tubuh luna membeku saat dia benar benar melihat wajah itu
" kau... What? Bukan kah kau ceo Rs kenapa kau lakukan ini? Apa aku punya salah kepada mu pria sialan. "
" ck.. Salah mu sangat besar pada ku sampai sampai aku ingin membunuh mu" ucapan richard seperti desisan tg mengerikan terdengar di telinga luna
"aku tau kau pria yg tidak baik, kau aneh dan kau brengsek. Bahkan kita baru bertemu dan kau bilang aku punya salah ha?! " luna sudah tak bisa menahan amarah nya lagi. Richard mendekat ke arah luna membuat luna melangkah mundur waspada
Richard membuat seringan tipis yg sangat misterius kemudian tangan nya terangkat memberi kode kepada bawahan nya untuk membuka tutupan mulut natasya
"akh.. Sialan" ucap natasya setelah mulut nya tak di tutup lagi
"luna pergilah, jangan dengarkan pria brengsek itu. Selamat kan diri mu luna" ucap natasya, luna menatap nya dengan bingung apa yg harus ia lakukan sekarang
"aku lepaskan sahabat mu tapi ada satu syarat. " luna menatap richard dengan tatapan bingung
" apa? "
" tinggal bersama ku,atau kau ingin sahabat mu mati" ucap richard sambil manik nya menatap luna
"kau tidak mungkin menyakiti wanita" balas luna seolah dia tak takur kepada richard, dan tanpa dia duga bodyguard itu menampar natasya
"stop!! Jangan menyakiti nya kumohon" luna memohon kepada richard
"kalau begitu setujui persyaratan ku tadi!! "
" tidak. Kau pasti akan menjadikan budak sexs mu kan" richard tertawa bahkan tawa nya membuat natasya dan luna merasa takut
"kau pintar juga sayang. Oke kalau kau tak mau... Bunuh dia"
"jangan....,oke aku mau lepaskan dia "
" good girl"
*****
100 vote for up 😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Mafia (On Going)
Romance"Membunuh adalah hal yang paling aku sukai tak peduli dia wanita sekalipun!" *Murni otak aku sendiri yaa☺ *yang mau baca terimakasih