Mama gk akan prnah stuju klo kamu ttep mau menikah sama perempuan itu!
Aku gk bisa nerusin hbungan ini, aku mau kamu bhagia biarpun bkan karna aku - Yeri
Smpe kpan pun, gue gk akan prnah nganggep lo sbagai istri gue! - S.Coups
⚠ Bahasa Non Baku
"Bego bgt sih! Hrusnya lo nolak lah!" S. Coups ngusap rambutnya kasar.
"Maaf aku udah brusaha nolak tp kamu-"
"Halah! Blg aja lo suka kan?! Pkoknya gue gk mau tau, klo sampe lo hamil lo urus sndri tuh anak!" S. Coups natap gue tajem.
"Yeon," - Bang Jeonghan.
"....."
"Sungyeon!" Kyulkyung nabok pundak gue.
"Iya, aku janji bisa urus dia sndrian!"
"Hah??" Kyulkyung sama Bang Jeonghan natap gue bingung.
"E-eh bkan apa2 td knpa? Oh mau mulai? Ayo gue udah siap," gue senyum trus berdiri di posisi.
Kita mulai shooting tp td sempet re-take bbrapa kali hbis itu kita balik lg ke hotel. Gue mandi di kamarnya Roa trus numpang tdur di situ smpe hmpir jam mkan mlm.
"Yeon, mkan yuk! Udah ditunggu tuh sama yg lain di bawah," - Kyulkyung.
"Lo berdua aja, gue gk laper" gue gulung badan di dlm slimut.
"Lo tuh knpa sih? Drtd diem aja trus klo ditanya jwabannya gpp trus, heran gue" - Roa.
"Gue cuma lg gk enak badan aja, cuma butuh tdur aja nnti jg sembuh sndri."
"Lo drtd tdur trus ayo bruan, gue maksa!" Roa sama Kyulkyung narik gue ke bawah nemuin anak2 lain.
"Kalian lama bgt?" - Bang Mingyu.
"Sorry, ngerayu nyonya besar dlu nih dia gk mau mkan" Roa ngelirik gue.
Tin!
"Tuh sbgian ikut Wonwoo sisanya ikut S. Coups," - Bang Mingyu.
"Kita sama S. Coups, ayo!" Bang Jeonghan bukain pintu dpan buat gue.
"Gue di sini aja," gue msuk ke kursi pling blkang.
"Di tengah aja, Yeon ngapain di blkang situ?" - Roa.
"Gue mau lurusin kaki," gue senyum trus nyopot spatu biar kakinya bisa naik.
"Iya udah deh trserah, klo mau mnum ada di gue ya?" - Roa.