Baru beberapa hari gue di tinggal orang tua gue. Di sekolah seolah gue di kucilkan. Sekarang, Jisung yang mau ninggalin gue.
KENAPA SEMUA NINGGALIN GUE SIH?!
Kaget sebenernya pas tau Jisung harus ikut pindah tante Wendy sama om Chanyeol ke Kalimantan. Ada Jisung aja gue merasa tertekan banget. Ini gimana kalo Jisung gaada? Siapa yang nemenin gue nanti?!
"Ra, sebenernya gue juga gamau. Tapi gimana lagi? Mama sama papa ternyata udah ngurus surat pindah sejak lama. Dan gue sama sekali gatau," ucap Jisung.
"Ji, kalo lo pergi gue sama siapa di sini?" Tanya gue dengan sedih.
"Ada Je--"
"Dia gak peduli lagi sama gue, Ji! Apalagi semenjak berita yang kesebar di sekolah itu, Ji. Gue ga kuat," gue mulai nangis.
"Ra, lo kuat. Gausah lo tanggepin mereka nge judge lo kaya apa. Ini diri lo. Lo bisa jaga diri sendiri. Lo ga boleh kepancing omongan mereka," Jisung natap gue lembut.
"Ji, gaada yang peduli lagi sama gue," gumam gue.
"Gue peduli sama lo. Ada Renjun juga. Gue bakal sering main ke sini kok. Tenang ya," Jisung ngelap air mata gue.
Gue mejamin mata sejenak karena pipi gue yang luka keusap, dan itu perih banget.
"Btw, kok lo bisa luka di sini sih?" Jisung ngusap pipi gue pelan.
"Ini--jatoh di taman sekolah. Gue nyusruk gitu," jawab gue bohong.
"Tapi ini bukan luka kaya lo jatoh. Ini kaya-- kebaret benda tajam?" Tanya Jisung masih merhatiin luka gue.
"Beneran jatoh doang," gue yakinin Jisung.
"Yaudah, gue percaya. Sekarang, lo istirahat aja ya? Gue mau pulang dulu. Mama papa udah nungguin," Jisung berdiri, bersiap buat pergi.
"Jaga diri baik-baik. Jangan sampe telat makan, jaga kesehatan. Walau gue jauh dari lo, setidaknya gue bakal terus mantau lo lewat Renjun,"
Cup
Gue ga nolak saat Jisung nyium bibir gue. Gatau. Gue bahkan bengong aja.
"Night, gue pergi dulu,"
Punggung Jisung makin hilang dari pandangan gue. Seketika itu juga dada gue langsung nyeri.
•••
"Mira!"
Gue nengok, Ningning sama Lami lari-lari ke arah gue.
Padahal gue baru aja nyampe di gerbang. Ini mereka niat banget sampe datengin gue ke gerbang.
"Kenapa sih? Kok lo berdua lari-lari an gitu?" Tanya gue heran.
"Lo harus liat mading sekarang!" Lami langsung narik tangan gue ke arah mading.
"Tuh, liat!" Ucap Ningning.
Gue bener-bener kaget. Kak Siyeon keterlaluan banget. Bisa-bisanya dia masang foto gue pas lagi di cium Jisung dan ada tulisan "Waktu itu pelukan sama Renjun. Sekarang, sepupu sendiri di cium."
Gue mengepalkan tangan gue kuat banget. Gue emosi!
"Tahan, Ra. Tahan. Lo bisa berbagi cerita sama kita," tawar Lami.
Ga. Gue ga bisa cerita ke mereka. Gue ngegeleng sebagai jawabannya.
"Gue pergi dulu. Mau nyari orang, titip tas," gue menyerahkan tas gue ke Ningning.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senhorita[LJN] [COMPLETED]✔
Fanfic"I really am your sister, but do you deserve to dump me for her sake? I miss you, really." ©renjunisa Start ; 1 June, 2019 Finish ; 22 June 2019
![Senhorita[LJN] [COMPLETED]✔](https://img.wattpad.com/cover/189451355-64-k347536.jpg)