10.

508 29 2
                                        

Mentari mulai muncul, di sela sela jendela kamar yang bernuansa hijau daun, terdengar suara dentingan Alarm yang tidak mampu membuat gadis yang masih setia memejamkan mata-nya itu terbangun.

Meski kini sudah pukul 7 pagi, tapi ia masih saja berada di alam mimpi. Maklum saja, habis marathon membaca novel.

Gadis itu, Alexandra Daniya Rahendra.

Alexa berdesis tajam saat mata nya mulai menerima cahaya yang masuk. Jika bukan karna ketukan di pintu, ia mungkin masih setia di alam mimpinya.

"Apa sih maa??" ucap Alexa yang sedang menguncir rambutnya seperti ekor kuda.

Klek

" ck ck ck! Aleee.... Alee..kamu tuh anak gadis, tapi jam segini baru bangun?" kata mama Lena, sambil berkacak pinggang.

"Baru juga, jam tujuh maa"

"Iya, mama tau!. Tapi itu loh! Temen kamu udah nungguin dari jam enam lewat"

"Temen? Siapa? Perasaan, Ale ngga ada janji buat jogging deh." hari ini memang hari Minggu. Tapi Alexa sedang malas. Jadi ia menolak ajakan dari Sonia dan Cabil untuk mengelilingi kompleks rumah mereka.

"Cowok! Si Coki Coki itu!" Mama Lena tetap saja bersikekeh.

Coki? Masa lalu nya? Ntah.

"Udah deh, ga usah kebanyakan mikir. Mending sekarang kamu ganti baju, cuci muka, gosok gigi biar cantik. Gih!" titah Mama Lena yang dipatuhi oleh Alexa.

Alexa PoV.

Coki? Coki siapa sih?! perasaan gue ga punya temen cowo, yang namanya Coki.

Dengan berat hati, gue turutin aja deh perintah mama, dari pada nanti dia berkoar koar lagi.

Gue udah siap, buat liat siapa sih, si Coki Coki ini?

Gue turun dari tangga dann

Boom

Mood gue hancur seketika.

Dia, Choki tahta frirendra.

Cowo yang udah bikin gue nangis nangis di tengah malam gara gara, dia ngilang gitu aja.

Bangke! Sekarang dia kembali? Disaat gue udah cape cape move on. Njir! Ini gila namanya.

"Hai" cih! Dia negur gue?

Alexa PoV end

Author PoV

Langkah Alexa terhenti saat ia melihat orang yang membuatnya dulu merasakan sakit hati.

Alexa berbalik arah, mood nya sudah hancur sekarang.

"Dengan cara ini, lo sambut kedatangan gue?" raut wajah Choki berubah, masam.

"Cih! Dengan cara ini? Lo kembali ke kehidupan gue yang udah sempurna?! KEMANA LO DULU! DISAAT GUE UDAH MULAI ADA RASA SAMA LO, LO MALAH NGILANG.. DAN SEKARANG LO KEMBALI TANPA ADA RASA BERSALAH?!. GA ADA OTAK."  semua perasaan yang selama ini dipendam sendiri oleh Alexa, sekarang di keluarkan. Bahkan Alexa sudah menangis.

Alexa meninggalkan ruang tamu yang sedang dalam keadaan hening. Bahkan, candaan dari Gio tidak ada yang merespon...

memang, sebelum Alexa mengatakan hal itu pada Choki. Desta, Galaksi, Reza, Albert, Gio, dan Daniel, baru ingin masuk ke rumah. Bahkan Sonia dan Cabil, yang Baru selesai mengelilingi komplek sempat mendengar ribut ribut dari ruang tamu.

"Ehm. Eh lu Choki ya?" tanya Desta yang ingin mencairkan keadaan.

"Iya bang" jawab Choki dengan senyuman.

"Emmm,, saya pamit dulu ya bang, Assalamualaikum" pamit Choki.

"Waalaikumussalam" ucap Mereka semua..(-Choki)

Choki pun meninggalkan rumah Alexa, tepat di depan Rumah Alexa, ia menatap ke arah jendela kamar Alexa yang terbuka.

Ia melihat Alexa yang terdiam, lalu menoleh ke arah nya. Dengan cepat Alexa membuang muka-nya dan menutup jendela.

Choki pun menghembuskan nafas berat, sakit rasanya.

Sementara, Di ruang tamu ke delapan orang yang sedang duduk bersila, dengan pola melingkar sedang berbisik bisik.

"Itu tadi siapa sih?" tanya Sonia pada Cabil.

"Iya, itu siapa sih Des? Kok tadi dia di omelin ama si Alexa, sih?" tanya Gio sambil mengetuk ngetukan jarinya di dagu..

"Bahasa lo apaan banget deh yo!" sahut Daniel.

"Emang ada yang aneh ama bahasa gue?" Gio mendelik ke arah Daniel.

"Itu! 'Omelin' emang dikata si Choki Choki itu bocah apa!" sebal Daniel.

"Ohh"

"Iihh, Cabil! Jawab pertanyaan gue! Siapa sebenernya si Choki itu?" kesal Sonia karena pertanyaan nya tak kunjung di jawab.

Cabil melirik ke arah Desta, dan Desta hanya meng-anganggukan kepala, tanda setuju.

"Oke! Gue bakal cerita. Tapi inget! Jangan ada yang motong pembicaraan gue, sebelum gue selesai ngomong. Ngerti?" jelas Cabil.

Mereka semua meng 'iya' kan pertanyaan Cabil, ehh- tidak semua.
Karna sepertinya Galaksi sedang asik bermain game di ponselnya.

"Jadi dia itu Choki tahta frirendra, anak dari tante Yuni, sahabat mama Lena, mama Alexa-"

"Emak gua juga bil!" potong Desta dengan cepat.

"Jangan di potong dulu bangke!" kesal Cabil.

"Nah, dulu tuh si Alexa dan Choki sahabatan dari TK sampai SMP, ga ada yang mencurigakan dari mereka, semua fine fine aja. Sampe saat ada berita, yang bawa bawa, nama Choki sampe booming seantero sekolah.

karna Choki itu jadian sama salah satu ketua marching band, Oktavia, sahabat Alexa sendiri. Sementara sebelumnya, Choki udah nembak Alexa, dan diterima sama Alexa.

Berarti itu sama aja kaya nikung sahabat sendiri dong. Dan kalo gue boleh ngomong nih, sebenernya di sini tuh yang bego Alexa, karna dia gak mau kalo berita dia pacaran ama Choki keumbar, bahkan sahabat sahabatnya Alexa ngga ada yang tau. Bisa dikatakan mereka backstreet.

Mulai dari situ, si Alex jadi menjauh dari Choki dan sahabat sahabatnya yang lain. Dan dia mutusin Choki."
penjelasan dari Cabil membuat mereka meng-angguk paham.

"Kok lo tau? Bukannya lo dari Korea ya?" tanya Albert.

"Kan gue yang nemenin Alexa selama ini. Gue juga ke Korea baru Setahun, pas kelas 3 SMP gue pindah ke sana"

"Ohh"

"Udah puas kalian, ngomongin gue?" kata Alexa yang sudah dengar pembicaraan dari tangga.

"Njir serem"





..


Hai


Aku

Back



Pada nge-ship Alexa Galaksi?

Atau Alexa Choki?

Hayooooo

Maaf yaa, makin kesini ceritanya makin ga jelas...

Makasih buat yang masih stay di cerita absurd ku ini....

Uda di vote kan? Makasihhh❤💋

bye byee

see you

AlexaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang