Second mission

92 8 0
                                    

Happy reading^^

semoga ini nyambung

*Kiernan P.O.V*

Hari ini aku memiliki jadwal untuk berjalan-jalan dengan uncle Niall.

Yap,sudah bisa ditebak,aku sangat senang hari ini.

“Hari ini kita akan bersama seseorang yang special”Kata uncle Niall

“Oh ya?siapa?”Tanyaku antusias

“Kita lihat saja nanti”Katanya sambil menyalakan mesin mobil

--Skip--  

“Sampai!”

“Kita dimana?”Tanyaku heran

Tunggu.

Jangan bilang ini apartment si gadis malang itu.Jangan bilang!

Oh Tuhan.Jangan gadis itu kumohon.

Akan jadi apa suasana nanti.

Aku akan dicuek oleh uncle Niall.

Yang ada mereka berdua akan dating.

As fuck.Aku tidak suka ini.

Uncle Niall turun dari mobil dan menjemput.

Yap,gadis malang itu.

Benar firasatku.Ini buruk.

“Kiernan,ini Barbara,dia kekasihku”Kata Niall

“O-oh jadi ini orang specialnya,aku sudah mengenalnya”

“Kau mengenalnya?dari mana?”

“Uhm,ma-maksudku,wajahnya tidak asing lagi,tapi aku tidak mengenalnya”Kataku

Aku salah bicara.

Bodoh.

Kenapa mulutku ini tidak bisa di rem.

Huh,awas kau mulut.Akan ku sekap nanti.

“Hi,aku Barbara”Katanya memperkenalkan.

“Hi,Kiernan”Kataku mau menjabat tangannya.

Tapi,dia tidak menggubris karena Ia sedang mengusap matanya.

Sepertinya Ia kelilipan kecoa.

Uncle Niall menahan tawa atas kejadian barusan.

Dasar jalang.Awas kau!

*Barbara P.O.V*

Niall mengajakku berjalan-jalan pagi ini.

Rencananya setelah pulang nanti,aku akan kembali ke Paris.

Aku benci itu.

Tapi,baiklah aku akan naik ke mobil sekarang.

Suasana awkward pun terjadi.

Niall menyetir.

Kiernan bermain dengan handphonenya.

Ugh,baiklah.Stay cool Barbara.Stay cool ok.

“Uhm,guys,bisakah kalian tidak menjadi patung?”Tanyaku sedikit kesal

“Hahaha,baiklah”Kata Niall tertawa.

“Aunt”Panggil Kiernan.

“Yea?”

“Bisakah kau berada ke jok belakang,dan aku di jok depan?aku tidak bisa melihat dengan jelas”

“Uhm,baiklah”

Sial.

Aku seperti baby sitter.

Tapi tak apalah,siapa yang bisa menolak permintaan makhluk menggemaskan ini.

“Uncle,kau tahu Miranda?”

“Temanmu yang mirip dengan Zoe Whelan itu kan?”

“Yap,bayangkan saja,makhluk itu mendapat nilai tertinggi di semua mata pelajaran”

“Benarkah?dia hebat ya”

“Ah tidak juga,dia itu nerd,aku benci itu”

“Don’t say like that”

“Habis dia menyebalkan,dia hanya menggunakan nerd nya untuk menutupi ke-jalangannya,menyebalkan sekali bukan?”

“She look so fucking fake,and I don’t like her”Sambungnya

“Sudahlah,kau tidak tahu arti jalang yang sesungguhnya,dan stop menggunakan kata menjijikkan itu”

Sepertinya makhluk menggemaskan ini sangat tidak sopan.

Dia sedikit menjengkelkan.

Perkataannya saja sudah menyangkut kata-kata ‘jalang’.

Apalagi dia menyuruhku pindah ke jok belakang.

Sedangkan Ia mengobrol dengan Niall sepuasnya dan membiarkanku berlumut di jok belakang

“Baiklah kita sudah sampai”Kata Niall.

Kami bertiga turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah restoran nandos.

*Kiernan P.O.V*

Bagus.

Tempat yang cocok untuk mengerjai gadis jalang itu.

Mengapa aku suka berkata ‘jalang’ sekarang?.

Apa mungkin setan jalang yang merasuki ku?.

Tidak penting.

“Aunt”Panggilku

“Yea?”

“Kau bisa memesankanku buble frap?”

“Uhm,ya,tunggu”

Beberapa menit kemudian dia kembali dengan buble frap ku.

Saatnya pertunjukan.

Bruk

“Tepat”Batinku

“Aunt kau tidak apa-apa?maafkan aku ya”

Aku sengaja menginjak kakinya sehingga dia tersandung.

Rasakan itu gadis malang.

“Hey,apa yang terjadi?”Tanya uncle Niall membantu Barbara berdiri

“Aku tidak sengaja menginjak kakinya”

“Kau  ini bagaimana sih,sekarang minta maaf padanya”

“Maaf ya aunt,aku sengaja,eh,maksudku aku sudah merencanakannya,tidak-tidak maksudku aku minta maaf”

“Tidak apa-apa”

Second mission,success.

Aku tidak menyangka,rencananya akan berjalan semulus ini.

Ha!

Pendek yaaa :(

aku gak mau banyak omong kali ini :v

terserah kalian mau vote/ enggak-_-.

ini part-part terakhir.

semoga aja,epilog nya nyambung dan feel nya dapet.

HappilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang