Getting jealous

114 9 0
                                    

Aku update lagi

Happy reading! ^^

“Sudah selesai?”Tanya Louis padaku,

“Baiklah”Kataku menghapus air mataku.

Ya,kami berada di pemakaman Eleanor.

Tepat 2 hari kami berada di London untuk menghadiri upacara pemakaman Eleanor.

Meskipun begitu,tak ada yang bisa menggantikan posisi Eleanor dihatiku.Tak ada.Dan tak akan pernah ada.

Kutekankan pada tak akan pernah ada.Baiklah,aku berlebihan kali ini.

Untuk terakhir kalinya,aku mencium nisan Eleanor dan menaburkan bunga dimakamnya lalu pergi bersama Louis.

Aku diantar Louis ke apartment ku dulu.Disana aku bertemu dengan Mrs.Johhanah dan anak-anaknya.

“Barbara,kau sudah pulang?ini aku sudah membuatkanmu coklat hangat” Tanya Mrs.Johhanah menyodorkan segelas coklat hangat kepadaku.

“Terimakasih”Kataku sembari duduk di sofa.

“Maaf,tadi aku tidak bisa datang ke acara pemakaman Eleanor”

“Tidak apa-apa Mrs.Johhanah”Kataku pelan.

“Bagaimana kuliahmu?”Tanyanya

Sungguh aku benar-benar bosan dengan pertanyaan ini.Bukan bermaksud tidak sopan atau apapun.Apakah dia tidak tahu aku sedang berduka atas kepergian Eleanor?.Huh,menyebalkan

“Uhm,lancar”Kataku tersenyum

“Sepertinya kau lelah?mau beristirahat?”Tanya Mrs.Johhanah

“Baiklah,permisi”

Aku pergi kekamarku dan berbaring di tempat tidur.Besok aku akan kembali ke Paris dan melanjutkan sisa waktu kuliahku.

Satu kata dipikiranku.Bosan.Kau tahu?aku keberatan untuk kembali ke Paris besok,entah kenapa hidupku menyedihkan sekali.Eleanor pergi.Niall kembali ke London.

Tunggu!Niall-kembali-ke-london.

“Hey,kenapa aku tidak temui Niall saja?”Kataku yang langsung melompat dari tempat tidur dan berpakaian rapi.

Aku berpikir sejenak.

“Tunggu,aku tidak tahu Niall dimana,dm dia saja”Kataku dalam hati

@NiallOfficial

Hey,kau dimana?aku ada di London.x

Sambil menunggu balasan aku keluar apartment dan berjalan-jalan di sekitar Buckhingham Palace.

“Huh,haus sekali”Kataku sambil melihat-lihat taman di ujung jalan.

Wait.Itu Niall kan?.Yaaasss,he’s Niall.Aku menghampirinya.

Tunggu.Siapa wanita di sebelah Niall?.Entah aku berlebihan atau apa,aku merasa dadaku sedang ditekan dan tulangku rapuh seketika saat melihat Niall mengelus punggung wanita itu.

Aku menutup mulutku dan segera berlari.

Bruk

“Huh,kau tidak bisa hati-hati ya?”Kataku keras

“Hey,kau yang tidak bisa hati-hati,seenaknya sendiri menyalahkan orang”Katanya

“Kau ini sudah menabrakku masih saja menyebalkan!”Teriakku

“Stop it!jangan berteriak di telingaku bodoh”Katanya tak kalah keras.

Hey.Siapa orang ini?.Sudahlah itu tidak penting.Yang terpenting sekarang adalah menghidar dari Niall.

HappilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang