Chapter 02

3.9K 437 266
                                        

-----
(EX-)HUSBAND • PANWINK
--------
[ chapter 02 ]
--

.

.

.


Hari sudah berganti tanggal. Jam sudah kembali melakukan putaran awalnya. Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Tapi sepasang mantan suami istri itu belum juga menyelesaikan kegiatannya.

Keduanya asik bergulat diatas ranjang. Menikmati kenikmatan dari dosa yang mereka lakukan sekarang. Tak ada tanda-tanda keduanya akan berhenti meskipun peluh sudah membanjiri dan nafas saling memburu juga stamina yang mulai menurun.

Jihoon masih saja dibuat gila dengan permainan Guanlin sejak empat jam yang lalu. Ia dibuat melayang dengan setiap sentuhan yang Guanlin berikan untuknya. Sentuhan yang sama sekali tidak tangung-tanggung. Sentuhan yang sangat menggambarkan seorang Lai Guanlin.

Kasar.Berantakan. Seksi.

Jihoon suka ini. Dia sangat suka. Hingga rasanya ia hampir gila. Dari matanya yang kabur karena berair ia dapat melihat dari dinding kaca kamar Guanlin. Guanlin terlihat mendominasinya. Meskipun terlihat tidak adil karena hanya dia yang full naked sementara Guanlin hanya menurunkan celananya sebatas lutut.

Guanlin kembali memagut bibir ranum Jihoon. Terasa sedikit asin karena terkena sedikit air mata. Ia tidak tahu kenapa Jihoon manangis. Mungkin karena pergerakannya yang terlalu kasar hingga menimbulkan rasa sakit atau karena jihoon terlalu menikmatinya. Sepertinya opsi kedua yang paling benar mengingat Jihoon meminta dirinya menyentuh lagi setelah ia selesai dengan pelepasannya.

Guanlin terus menyambar pinggul Jihoon tanpa henti. Menyatukan lebih dalam tubuh mereka dengan irama yang cepat dan kuat. Berbeda dengan pergerakan bagian bawah tubuhnya yang kasar, tangannya mengelus lembut lengan jihoon yang mengalung pada lehernya ketika Jihoon mengerang pelan saat pergerakannya mungkin terlalu kasar.

Jihoon kembali mengalirkan air matanya. Dia ingin menangis. Ini terlalu luar biasa. Ia bisa gila. Guanlin benar-benar luar biasa.

"You make me so fuckin crazy, Guanlin." ujar Jihoon disela tangisan dan desahan yang bercampur menjadi satu. Guanlin benar-benar pas pada dirinya. Dia merasa sangat penuh ketika Guanlin memelankan pergerakannya hingga kemudian berhenti total. Nafas keduanya saling memburu.

Guanlin terlihat lelah. Jihoon memandang wajah lelah yang berada di atasnya tersebut. Nafas segar Guanlin menerpa wajahnya. Rambut pirang mantan suaminya itu terlihat berantakan yang malah membuat yang punya rambut terlihat lebih seksi dengan rambut berantakan dan dahi yang terlihat. Kemeja putih tipis basah yang tiga kancing teratasnya terbuka, menampakkan dada bidangnya dan juga abs yang tercetak jelas karena kemeja basahnya.

Buliran keringat jatuh dari pelipis Guanlin dan mendarat di pipi jihoon. Jihoon tersenyum kecil. Guanlin sangat tampan. Sangat sangat-sangat tampan.

"I know. Aku memang tampan."

Jihoon memasang wajah bingungnya disertai kekehan. Bagaimana Guanlin tahu isi hatinya? Guanlin hanya tersenyum menang. Mata rusa nan cantik itu mengatakan semuanya. Pandangan mata yang memuja. Guanlin tahu itu. Pandangan mata Jihoon sama seperti pandangan mata Alexa, dan jika Alexa sudah memandangnya demikian, maka yang terucap selanjutnya adalah kalimat 'You're so handsome'

Guanlin kembali menyatukan bibir mereka. Membuat Jihoon dengan senang hati membalasnya. Yeah, Guanlin tidak ingin mengakhiri hubungan intim keduanya sekarang membuat Jihoon bersorak senang.

Keduanya sudah sangat lelah tapi tak ada yang mau mengakhiri kenikmatan yang mereka lakukan. Guanlin terus menenggelamkan dirinya pada Jihoon dan Jihoon pun berkali-kali dibuat melayang dengan pelepasannya yang entah sudah yang keberapa kali nya.

(EX-)HUSBAND • PANWINKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang