Lai Guanlin dan Park Jihoon, dua orang yang mempunyai satu kesamaan aneh yaitu tidak mempunyai ketertarikan memiliki pasangan.
Memiliki kekasih atau menikah adalah hal terakhir yang terlintas dalam pikiran mereka. Benar-benar dua orang yang hanya me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
——
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hening.
Gelap.
Itu yang Guanlin rasakan ketika memasuki apartement ini. Ia melepas sepatu dan mantel musim dinginnya dalam kegelapan. Diluar salju turun cukup deras. Jika saja seseorang tidak memintanya untuk datang itu bukan orang penting, Guanlin pasti tidak akan mau susah-susah menerjang badai salju yang tengah melanda kota Seoul.
Guanlin meletakkan jas nya di pinggiran sofa ruang tengah. Tidak ada tanda kehidupan sama sekali disini. Hanya ada suara grasak-grusuk yang tercipta dari dirinya. Ia memutuskan untuk duduk sejenak di sofa. Merilekskan otot-otot nya.
Ia memijat kepalanya yang terasa pening, cara kerja Hwang Renjun, kaki tangannya, benar-benar tidak bisa membuatnya puas. Dia kurang cekatan, bahkan terkadang ceroboh. Ia tidak bisa melayaninya sebaik, Kyungsoo, kaki tangan ayahnya.
Renjun terlalu takut, terlalu kebanting dengan sifat dingin dan otak jeniusnya. Renjun tidak peka. Tidak bisa langsung mengerti jalan pikirannya. Ia butuh orang yang sejalan. Renjun tidak bisa di pertahankan.
Guanlin beranjak dari tempatnya. Berniat menyalakan lampu. Tadinya dia pikir tidak usah dinyalakan. Tapi ia berubah fikiran. Ia akan membuat secangkir coklat panas dan meminumnya di ruang tengah nanti.
Klik
"Apa kamu sudah tidur?" Ujar Guanlin yang ditujukan untuk seseorang yang membuatnya rela menerjang badai hanya karena orang itu memintanya kemari.
Mungkin jika pada situasi biasanya Guanlin bisa mengabaikan permintaan orang itu, tapi situasinya berbeda. Hubungan mereka sedikit kurang baik akhir-akhir ini. Dan semua yang menjadi topik pertengkaran adalah tidak jelas.